Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MENGAPA ANNAS ANTISYIAH ? Editorial


 

MENGAPA ANNAS ANTISYIAH...?
 

Rentang tahun 2014 – 2015 dunia Islam Indonesia di hebohkan dengan munculnya ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH yang disingkat ANNAS. Tentunya masyarakat Islam Indonesia bertanya-tanya sejenis makhluk apa ANNAS ini ? tulisan sederhana dan singkat mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut terutama terkait kata “ANTI” yang terdapat pada kepanjangan ANNAS.  

Kependekan dari aliasi ini jika merujuk bahasa Indonesia yang baku harusnya disingkat menjadi ANAS, namun aliansi menganggap ANAS tidak punya makna selain kependekan dari ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH karena itu disepakati kependekannya menjadi ANNAS (doule N) yang berarti “Manusia” (bahasa Arab-pen). Aliansi ini mempunyai cita-cita luhur untuk memanusiakan manusia agar sesuai dengan fitrahnya “ber Islam yang lurus”.

Beberapa kalangan baik dari tokoh Islam, pemerintah maupun musuh Islam mempertanyakan perihal penggunaan kata “ANTI” dalam aliansi ini. Paling tidak ada dua alasan ANNAS mengapa menggunakan kata “ANTI”  :

PERTAMA ; Berawal dari musyawarah Ulama dan Tokoh Muslim yang diselenggarakan oleh Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) pada tanggal 28 Februari 2012 yang agendanya untuk merumuskan fatwa tentang syiah dan rencana penyelenggaraan Musyawarah Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2. Pada tanggal 17 Maret 2012 berkumpul tim khusus yang para ulama penasehat FUUI di kantor FUUI Buah Batu-Bandung untuk merumuskan dan mematangkan fatwa tentang syiah dan penyelengaraan Musyawarah Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2, maka lima hari berikutnya pada tanggal 22 Maret 2012 fatwa tentang syiah di tandatangani oleh K.H. Athian Ali M. Da’i. Lc.,MA selaku ketua FUUI beserta penasehat FUUI K.H. Abdul Qodir Shodiq, namun fatwa tersebut baru di keluarkan bertepatan dengan penyelenggaraan Musyawarah Ulama dan Ummat Islam Indonesia ke-2 pada tanggal 22 April 2012, yang dihadiri oleh 200 ulama dan Tokoh Muslim Nusantara, sambutan dan pembukaan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat dan Walikota Bandung, dengan agenda tunggal “Merumuskan Langkah Strategis untuk Menyikapi Penyesatan dan Penghinaan oleh Para Penganut Syiah". Salah satu amanat dari hasil musyawarah tersebut adalah membuat “Posko atau Garda Anti Syiah” sebagai lembaga Ummat Islam untuk mengantisipasi gerakan syiah yang sudah masif, terstruktur, melembaga bahkan sangat berani merayakan ritual yang isinya menghujat, menghina Islam, para Sahabat  dan istri Nabi SAW.  Akhirnya dua tahun kemudian pada tanggal 20 April 2014 dengan Bismillah dan Nawaitu lillah, li ‘ilaa-’i kalimatillah, wa li khidmatil Islam wal Muslimiin” ( Dengan menyebut nama Allah, dan niat yang ikhlas serta demi tegak kalimat Allah untuk berkhidmat kepada Islam dan kaum Muslimin) maka ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH (ANNAS) di deklarasikan, dimana deklarasi tersebut dihadiri ribuan kaum Muslimin.

KEDUA ; Dalam Kamus  Besar Bahasa Indonesia kata “Anti” mempunyai makna :

1an·ti- bentuk terikat melawan, menentang, memusuhi: gerakan antipolusi; obat antialergi
2an·ti p tidak setuju; tidak suka; tidak senang: ia sangat — thd rencana itu

 

Kata “ANTI” dalam penggunaan Bahasa Indonesia tidak berarti atau berkonotasi sesuatu yang jahat, ekstrim atau radikal. Contohnya ; gerakan antipolusi, obat antialergi, gerakan antikorupsi, obat antibiotik dan lain-lain. Istilah anti selalu merujuk pada sesuatu yang berhubungan dengan kebalikan dari kata yang diikutinya.

Sedangkan dalam bahasa Inggris “ANTI” bermakna :

1. not in favor of (an action or proposal etc.) – tidak mendukung ( suatu tindakan atau usulan dll )
2. a person who is opposed (to an action or policy or practice etc.) - orang yang menentang ( untuk suatu tindakan atau kebijakan atau praktek dll )

 
Aliansi Nasional Anti Syiah ( ANNAS ) menggunakan kata “Antisyiah” merupakan antitesis  dari gerakan syiah di Indonesia. Antitesis adalah majas yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh: 
                    Tua muda, besar kecil ikut meramaikan pesta itu
                    Kaya miskin, cantik jelek, pintar bodoh semuanya sama di mata Tuhan

 
Sedangkan definisi “Antitesis” adalah suatu kontras berimbang yang dibentuk dengan sepasang atau beberapa pasang atau beberapa benda atau konsep, yang masing-masing merupakan lawan dari pasangannya dari segi inti atau ciri-cirinya.

 
                    Dua alasan inilah yang melandasi para Ulama, Tokoh Islam dan pengurus ANNAS bersepakat menggunakan kata “Antisyiah” dalam aliansi ini. Jadi tidak benar jika kata “Antisyiah” berkonotasi dengan kekerasan, ekstrimis, radikal apalagi intoleran.

Kata “Antisyiah” digunakan oleh ANNAS merupakan ruh semangat berjuang untuk menyelamatkan Aqidah ummat Islam dari keruksakan yang ditimbulkan oleh makin masif, terbuka, dan berani bahkan dengan cara cara yang licik, pembohongan publik melalui ideologi Taqiyyah (ideologi bohong/bermuka dua/standar ganda/munafik)  yang dilakukan melalui ekspansi ideologi syiah di Indonesia, serta semangat kecintaan terhadap NKRI sehingga ANNAS perlu bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia untuk menghambat perkembangan syiah di Indonesia karena melalui ideologi “Al Wilayah” (ideologi politik imamiyah yang menyatakan bahwa negara negara didunia harus tunduk patuh pada imam yang dalam hal ini imam syiah Iran) sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI.

 
Antisyiah ANNAS merupakan langkah strategis dalam melakukan dakwah yang tentunya disesuaikan dengan kondisi lahan dakwah dengan konsep “Bil Hikmah wa mau’izhah hasanah” , sehingga terlihat sepak terjang ANNAS selalu koordinasi dengan Dewan Pakar yang beranggotakan tokoh cendikiawan Muslim dari berbagai latar belakang pendidikan dan disiplin ilmu, konsultasi dengan Majelis Syura yang beranggotakan para Ulama dari berbagai ormas Islam serta bersinergi dengan pemerintah.

 
Penanganan penyebaran teologi syiah di berbagai negara Muslim berbeda beda, meski ada kesamaan  cara penyebaran di Indonesia, Malaysia, Brunei. Namun dua negara tetangga tersebut pemerintahnya tegas untuk menghambat penyebaran agama syiah dengan cara mengeluarkan undang-undang larangan penyebaran syiah. Arab Saudi misalnya melakukan lokalisasi dan penjinakan terhadap komunitas syiah sehingga mereka ada yang jadi PNS, tentara dan lain-lain.  Indonesia sebagai negara dengan ideologi politik demokrasi liberal tentu sangat sulit untuk meniru hal tersebut, berbagai hambatan dari musuh musuh Islam akan terus dilakukan untuk mematikan dakwah bahaya syiah. Karena itu ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH ( ANNAS ) akan terus berupaya sekuat tenaga tentu dengan bertawakal dan memohon pertolongan Allah Swt menghambat penyebaran agama syiah di Indonesia. (wallahu’alam bi showab).   

 
Referensi :
-          PANTAS ANNAS
-          Wikipedia.org
-          Kamus besar bahasa indonesia (kkbi.web.id)
-          Wordnet30
-          Plimbi.com

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Muslim Djamil
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments