Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

CONTOH NABI MENYIKAPI KECEMBURUAN ISTRI Oase Iman


 

Kecemburuan seorang istri terhadap suaminya adalah suatu hal yang wajar. Ummahatul mukminin, Istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ilmunya tinggi seperti ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pun bisa begitu sangat cemburu. Apalagi para muslimah yang lain, yang tentu ilmunya jauh di bawah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. 
                                   
Diceritakan oleh Anas bin Malik radhiyallahu anhu:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ بَعْضِ نِسَائِهِ، فَأَرْسَلَتْ إِحْدَى أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِينَ بِصَحْفَةٍ فِيهَا طَعَامٌ، فَضَرَبَتِ الَّتِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِهَا يَدَ الخَادِمِ، فَسَقَطَتِ الصَّحْفَةُ فَانْفَلَقَتْ، فَجَمَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِلَقَ الصَّحْفَةِ، ثُمَّ جَعَلَ يَجْمَعُ فِيهَا الطَّعَامَ الَّذِي كَانَ فِي الصَّحْفَةِ، وَيَقُولُ: غَارَتْ أُمُّكُمْ

“Nabi shallallahu alaihi wa sallam berada di salah satu rumah istri-istri beliau (Aisyah). Kemudian salah satu istri nabi (Ummu Salamah) mengirimkan sebuah piring yang berisi makanan. Maka istri nabi, yang mana nabi shallallahu alaihi wa sallam berada di rumahnya (yakni Aisyah) memukul tangan sang pembantu. Maka piring tersebut jatuh dan pecah. Kemudian nabi shallallahu alaihi wa sallam mengumpulkan pecahan-pecahan piring tadi dan beliau juga mengumpulkan makanan-makanan yang ada di piring seraya berkata: ‘Ibu kalian sedang cemburu’” (HR. Bukhari)

Dari hadits ini, kita dapat mengambil sebuah faidah bahwasanya kecemburuan itu pasti akan terjadi walau di dalam rumah tangga nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan itu tidak harus kita cela karena begitulah sifat seorang wanita yang dapat kita ambil dari karakter ibunda kita “Aisyah” radhiyallahu anha.

yes Pelajaran Penting
 
# - Perhatikanlah, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak marah akibat perbuatan istrinya yang menyebabkan pecahnya piring. 

-Nabi juga tidak mengatakan, “Lihatlah! makanan berhamburan!!, itu akibat perbuatanmu.  Ayo kumpulkan  makanan yang berhamburan ini!. ini adalah perbuatan mubadzir!” Akan tetapi  Beliau shollallohu 'alaihi wassam mendiamkan hal tersebut dan membereskan bahkan dengan rendah hati nabi langsung mengumpulkan pecahan piring dan mengumpulkan makanan yang berhamburan, padahal di sampingnya ada seorang pembantu.

-Tidak cukup sampai di situ saja, nabi juga memberi alasan untuk membela sikap istrinya tersebut agar tidak dicela. Nabi mengatakan, “Ibu kalian sedang cemburu.”

-Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan rumah tangganya dengan tenang dan bijak, bagaimanapun beratnya permasalahan tersebut. 

- Beliau juga mampu menenangkan istri-istrinya jika timbul kecemburuan diantara mereka. Sebagian suami tidak mampu mengatasi permasalahan istrinya dengan tenang, padahal istrinya tidak sebanyak istri Rasulullah dan kesibukannya pun tidak sesibuk Rasulullah. Bahkan di antara kita ada yang memiliki istri cuma satu orang pun tak mampu mengatasi permasalaha antara dia dan istrinya.

 

Dikutip dari             : Sobat Muslim

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments