Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

TAFAKUR CINTA Oase Iman


 

TAFAKUR CINTA

(untuk kita renungkan)

Imam Ahmad -rahimahullah- pernah bercerita perihal istrinya:

أقمت مع أم صالح ثلاثين سنة، فما اختلفت أنا وهي في كلمة، ثم ماتت رحمها الله.

''Aku hidup bersama Ummu Shaleh selama 30 tahun. Aku dan dia tak pernah berselisih walau dalam sepatah katapun. Lalu diapun meninggal dunia, semoga Allah merahmatinya''

Semoga Allah rahmati keduanya.

1. Fragmen diatas setidaknya mengajak kita untuk bercermin kembali, baik sebagai suami maupun istri.

# Ummu sholeh -rahimahallah- mungkin sosok yang sangat langka dizaman ini. Seperti langkanya sosok Imam Ahmad.

Hari ini, ketaatan ummu sholeh itu seolah sesuatu yang semu. Sosok sepertinya bagai istri khayalan saja.

Hari ini.. 
Sebagian istri lupa atau bersikap masa bodoh dengan kedudukan mereka sebagai ma'mum dalam rumah tangga.
Adakalanya tanpa merasa berdosa seorang istri berani membentak suaminya. Seakan lupa bahwa suami adalah jalan baginya menuju surga.

Kondisi itu terkadang membuat sebagian suami memilih sembunyi-sembunyi untuk sekedar menumpahkan tangis kecewa karena ulah sang istri yang sulit diatur.

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا رَاضٍ عَنْهَا دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

“Wanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga.”
(HR. At-Tirmidzi)

Islam telah menetapkan bahwa ketaatan terhadap suami merupakan kewajiban yang harus didahulukan seorang istri daripada ketaatan terhadap kedua orangtunya.

Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا لِأَحَدٍ أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.”
(HR. At-Tirmidzi)

# Namun ingat..! Ketaatan ini berlaku pada hal-hal yang baik-baik saja. 
# Seorang Istri tidak wajib taat pada suami yang menyuruhnya melakukan kemaksiatan pada Allah.

Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّهُ لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.” (HR.Ahmad)
 

2. Fragmen diatas juga mengajak kita para suami untuk bercermin kembali.

# Jangan sampai kita menginginkan Istri seperti Ummu sholeh namun kita lupa bahwa disana ada sosok Imam Ahmad yang shalih.

# Kita menginginkan wanita seperti Aisyah -radhiallahu anha-, namun lupa bahwa disana ada pribadi Agung yang menjahit baju dan kasutnya sendiri, yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Ingatlah pesan Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-:

اِرْفَقْ بِالْقَوارِيْرِ

“Belemah-lembutlah terhadap gelas-gelas kaca (maksudnya para wanita)”
(HR. Bukhori - Muslim)

Wallahu a'lam..

--------
Ustadz Aan Chandra Thalib

--------
*Broadcasted* by Islam itu Indah


 

Dikutip dari             : Islam itu Indah

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments