Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

AQIDAH SESAT SYIAH TENTANG AL QURAN Aqidah Syiah



Siapapun yang mengatakan bahwa al-Qur’an telah berubah, maka dia berarti telah menentang kesaksian Allah SWT dalam al-Qur’an:

إنا نحن نزلنا الذكر وإنا لـه لحافظون

Artinya: “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan benar-benar memeliharanya”. (QS. Al-Hijr: 09).

Namun, Syi’ah dengan ajaran sesatnya telah mengatakan bahwa al-Qur’an telah dirubah oleh para Sahabat. Dan, Khomeini dalam kitabnya “Tahrirul Wasilah” mengatakan: “mush-haf yang ada pada orang-orang (selain Syi’ah) telah berubah, ditambah dan dikurangi.”49)

diriwayatkan oleh al-Jazairi, bahwa ulama Syi’ah telah sepakat dengan “keshohihan” dan “kemutawatiran” hadits-hadits yang secara terang-terangan menyatakan adanya perubahan dalam al-Qur’an. 50)

Kamaluddin al-Bahrani dalam “Nahjul Balaghoh” menyebutkan tuduhan-tuduhan Syi’ah terhadap Utsman ra yang mengatakan membaca al-Qur’an dengan Qiro’at (bacaan) Zaid bin Tsabit. Kemudian Utsman membakar mushaf , dan membatalkan (menyatakan salah) isi al-Qur’an yang benar-benar diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. 51)

Seorang tokoh Syi’ah Ni’matullah al-Jazairi dalam kitabnya al-Anwar menyatakan bahwa; “banyak riwayat-riwayat dan hadits-hadits yang mengatakan bahwa bentuk asli al-Qur’an sebagaimana waktu diturunkan tidak ada yang menghimpun kecuali Amirul Mu’minin (Ali).” 52)
Suatu hadits masyhur dikalangan Syi’ah yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Ya’kub al-Kulaini dan Jabir al-Ju’fi, ia mendengar Abu Ja’far berkata, “orang-orang yang mendakwakan dirinya sebagai penghimpun al-Qur’an dengan aslinya, adalah bohong. Sebab, tidak ada orang lain yang menghimpun al-Qur’an dengan aslinya kecuali Ali dan para Imam sesudahnya.” 53)

Seorang mufassir Syi’ah benama al-Kasyi mengatakan, “kesimpulan dari seluruh riwayat dan hadits yang dikatakan oleh Ahlul bait mengatakan bahwa al-Qur’an yang ada ditangan kita seluruhnya sesuai dengan al-Qur’an ketika diturunkan kepada Muhammad SAW. Bahkan didalamnya terdapat ayat yang bertentangan dengan ayat yang diturunkan kepada Muhammad SAW. Ada juga yang telah dirubah atau dihapus, dan banyak pula ayat-ayat yang dibuang. Lain dari itu semua, susunan ayatnya tidaklah sebagaimana susunan yang diridloi oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.” 54)

Itulah diantara penyataan-pernyataan sesat Syi’ah dalam masalah al-Qur’an yang jelas-jelas bertentangan dengan kebenaran janji Allah SWT dalam Surat al-Hijr ayat 9. maka dari itu, untuk meredam bahaya Syi’ah yang hendak meruntuhkan ajaran Islam, perlu dicamkan bahwa, “siapa saja yang merendahkan al-Qur’an, mencacinya, mendustakannya, mengingkarinya, ataupun mendustakan sebagian hukum yang telah disebutkannya, atau menetapkan apa saja yang telah dinafikannya, baik hal itu dilakukan secara sengaja atau atas keragu-raguan, maka dia adalah KAFIR,” sesuai dengan kesepakatan para ulama Ahlissunnah. 55)

Allah SWT dalam Kitab-Nya telah berfirman:
) لا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه تنزيل من حكيم حميد(
Artinya: “Yang tidak datang kepadanya (al-Qur’an) kebathilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji”. (QS. Al-Fush-shilat; 42).

Disamping Syi’ah meyakini bahwa al-Qur’an yang ada ditangan umat telah dirubah oleh para Sahabat, mereka (Syi’ah) justru telah merubah ayat-ayat al-Qur’an.


 

Dikutip dari             : syiahindonesia.com

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments