Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SEJATINYA, BISNIS ITU TIDAK ADA Oase Iman


 

Sejatinya, Bisnis itu Tidak Ada

Mertua teman saya, sebutlah namanya Bu Sum, mempunyai kebiasaan unik. Setiap hari beliau berjualan nasi bungkus kepada para tukang becak, satpam, dan orang2 lain disekitarnya. Uniknya bu Sum dalam berjualan tdk pernah mengambil keuntungan. Istilah dagangnya impas, bahkan rugi tenaga. Sebagai seorang enterpreuneur, teman saya sering mengingatkan bu Sum bahwa cara dagang seperti itu tidak lazim bahkan bisa disebut keliru. Tapi Bu Sum cuma mesem. "Saya ini ndak sedang berdagang mas, walaupun kelihatannya berdagang". Hmmm, bisa jadi teman saya memang tengah mewakili generasi masa kini yang berprinsip "tanpa bekerja rizki tak akan datang. Dan tanpa rizki, siapa yg mampu bertahan hidup?" Sedang Bu Sum adalah simbol kebijakan masa lampau  dimana "rizki adalah sesuatu yg sdh pasti, gratis, disediakan oleh Tuhan utk semua makhluk yg bermodal itu kita bekerja menebar Rahmat".

Mari melanjutkan kisah Bu Sum. "Jika ibu ingin beramal, knp tidak sekalian digratiskan saja? Lebih afdol saya kira". Bu Sum sekali lagi mesem. " Supaya mereka tetap memiliki harga diri". Teman saya tercekat. Benar, seringkali kita sibuk mempertahankan harga diri kita, tapi lupa bahwa kita berkewajiban menjaga harga diri orang lain. Bahkan dalam beramalpun, kita harus menjaga harga diri pihak yang kita amali. 

Singkat cerita, "bisnis" bu Sum makin berkembang karena rasanya yang enak dan harganya yang murah. Bu Sum kemudian menaikkan harga. Teman saya kayaknya makin bingung dgn inkonsistensi Bu Sum. "Bukankah ibu sdh berjanji utk beramal, bukan berdagang biasa?". "Nak, pelanggan saya makin banyak, saya terpaksa harus menggaji karyawan. Dana pensiun saya sdh tidak cukup utk nutup. Jadi "keuntungan" yang saya ambil hanya agar bisnis amal ini bisa terus berlanjut". Luar biasa, dari kacamata bisnis, ini strategi kompetisi yg amat hebat. 

Bisa jadi, Bu Sum dikenal oleh masyarakat sebagai pebisnis handal yg mampu mengembangkan omsetnya. Namun di lubuk hati bu Sum, BISNIS ITU TIDAK ADA. Yang ada hanya menjadi perantara menebar Rahmat dan welas asih Gusti. "Bisnis" ala bu Sum adalah bisnis yang tidak lupa dimana pintu Surga berada.

 

Dikutip dari             : Andi B.

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments