Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BEKAL DAI DAN MURABBI Oase Iman


 

(Untaian Twitt Syaikh al-Tharifi hafidzhahullah)

Hadiah terbesar yang diberikan kepada orang lain adalah nasehat, sebab itu nasehat wajib dibungkus dengan bingkisan yang indah, berupa kata-kata baik, lemah lembut, bijaksana, dan untai senyum kepada orang yang diberikan nasehat.

Dakwah tak akan sempurna kecuali harus dibekali terlebih dahulu dengan akhlak mulia, sebab itu Allah ta’ala menyempurnakan akhlak para nabi terlebih dahulu sebelum mereka diutus untuk berdakwah, sebab rintangan pertama dan utama bagi para dai adalah akhlak mereka sendiri, buah dakwah mereka akan berkurang sesuai dengan kekurangan akhlak mereka sendiri.

Kebenaran sangatlah agung, namun ia bisa dianggap enteng oleh manusia jika yang menyampaikannya hanya memiliki mulut yang kasar. Sebaliknya kesesatan bisa dianggap benar bila disampaikan dengan lemah lembut. Sebab itu, penyebaran kesesatan yang dibungkus dengan tutur yang lembut, bisa mengalahkan kebenaran yang begitu jelas dan nyata, sebab kelemahlembutan pasti akan menghiasi ucapan walaupun itu suatu kebatilan, dalam hadis “Tidaklah kelemah lembutan itu ditempatkan pada sesuatu kecuali ia menghiasinya”.

Kekuatan hujjah dan keabsahan dalil tidaklah cukup untuk bisa membuat manusia tertarik dengan dakwah ini, akan tetapi harus ditambah dengan cara hikmah dan lemah lembut, sebab walaupun hujjah Nabi kita adalah Al-Quran yang begitu kuat, dan penopang beliau adalah Malaikat Jibril yang begitu hebat, namun Allah ta’ala tetap memperingati beliau: “Sekiranya kamu bersikap keras (bertutur kasar) lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”. (QS Aali ‘Imran: 159)

Jangan sedih bila kita sebagai dai dituduh untuk mencari popularitas, dan kepemimpinan, sebab ia merupakan tuduhan yang pernah disematkan pada para nabi, simaklah tuduhan Kaum Nuh kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam: “Orang ini hanyalah manusia serupa kamu juga, yang ingin hendak melebihkan dirinya di atas kamu”. (QS Al-Mu’minun: 24).

Para penyebar kebatilan biasanya lebih banyak melakukan pencelaan dan pemburukan citra kebenaran daripada memperindah kebatilan mereka, karena memperburuk citra kebenaran lebih mudah daripada memperindah kebatilan, akhirnya banyak manusia yang mengikuti kebatilan tersebut bukan atas dasar keyakinan, namun hanya ingin lari dari kebenaran (yang telah dirusak citranya).

Para perusak dakwah lebih giat dalam mencela dan memperburuk citra para dai, karena menjatuhkan para dai, lebih mudah dan lebih bermanfaat daripada menjatuhkan hujjah dan dalil mereka, dengan sebab ini manusia pun lari dari dakwah sang dai ini walaupun kebenaran telah nyata dihadapan mereka. Dalam ayat: “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada Kami untuk menyihir Kami dengan keterangan itu, Maka Kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu” (QS Al-a’raaf: 132)

Ciri orang bodoh adalah suka mencela demi menyembunyikan kebodohannya, sedangkan orang berilmu sangat menjauhi sikap mencela karena itulah konsekuensi keilmuannya, Sebgaimana Ucapan Nabi Musa dalam Al-Quran: ” Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.” (QS Al-Baqarah: 67)

 

Dikutip dari             : wahdah.or.id

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments