Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

GANTI TAHUN 2015 JADI 2016...,JANGAN MAIN API Editorial

 

Padatnya kegiatan kerja dan dakwah tahun 2015 membuat penat badan, belum lagi permintaan keluarga agar sekali kali bisa berlibur bersama. Kami sekeluarga bukan penganut pergantian tahun Masehi di isi dengan berlibur atau ngadain acara hura-hura dan lain sebagainya, namun hari libur panjang baik kerja maupun sekolah berada di penghujung tahun 2015. Akhirnya kami buat rencana untuk berlibur sekeluarga, pilihan pertama jatuh ke Bromo namun seorang teman di Probolinggo yang nolongin ngatur jadwal menyarankan agar berlibur di Bromo dibatalkan karena gunungnya erupsi bahkan statusnya siaga tiga. Ditengah kebingungan akan pergi kemana tiba-tiba BBM berbunyi ternyata isinya copas dari teman kerja penawaran berlibur ke pulau Karimunjawa Jawa Tengah, jatuhlah pilihan kedua liburan bersama keluarga ke sana.

Salah satu kegiatan di Karimunjawa adalah adalah snorkeling  (selam permukaan/selam dangkal). Maka pada malam hari kedua kami melakukan persiapan selain pakaian renang juga sunblock, yang  konon bisa menghindari kulit terbakar langsung oleh sinar matahari. Karena merasa sudah terbiasa bermain di pantai, saya merasa tidak perlu menggunakan sunblock. Sore harinya sepulang dari snorkeling di pulau Cemara Kecil dan melihat penangkaran ikan hiu di sekitar pulau Karimunjawa sesampainya di homestay kulit di sekitar lengan, kaki, muka, dan tengkuk terasa panas, memerah dan gatal seperti terbakar dan yang paling menderita saat BAB (maaf), dimana pada saat itu kita akan mengeluarkan tenaga sehingga kulit badan merenggang. Waduh panas, perih dan sakitnya luar biasa.  Setelah diolesi minyak herbal pada seluruh permukaan kulit yang terbakar sinar matahari di kasih sodara yang katanya dapat beli di toko obat Cina di Bandung, baru bisa tidur dengan tidak nyenyak meskipun dibantu semprotan angin dari kipas angin.

Pada hari ketiga kami sekeluarga pulang dengan menumpang kapal Ferry dari pelabuhan Karimunjawa ke pelabuhan Kartini di Jepara, dilanjutkan perjalanan darat melalui Semarang, turun ke selatan,  di Magelang sempet mampir di sebuah apotek untuk membeli Bio Placenton (obat luka bakar), karena tidak kuat menahan rasa sakit di kulit dan kantuk yang tidak bisa ditahan lagi di Jogya kami menginap semalam untuk istirahat dan ngolesi badan yang luka bakar. Sesampainya di rumah maka yang pertama dikunjungi adalah dokter kulit di rumah sakit Islam Bandung. Akhirnya saya dapat obat untuk diminum dan salep oles untuk luka bakar yang semuanya harus saya tebus dengan uang yang lumayan untuk ukuran saya.

Musibah kulit terbakar akibat sinar matahari yang membuat kulit lengan, kaki, muka dan tengkuk melepuh serta bibir pecah-pecah belum lagi warna kulit jadi belang mebuat rasa sakit dan perih yang luar biasa. Hal ini mengingatkan saya akan sebuah ayat suci Al-Qur’an surat An-Nisa 56 :

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukan kedalam neraka. Setiapkali kulit mereka hangus kami ganti dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan (sakitnya) adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

Serta kisah seorang ilmuwan Kepala Jurusan Anatomi Universitas Chiang Mai di Thailand bernama Profesor Tegatat Tejasen, membaca syahadat di depan khalayak ramai dan masuk Islam pada Konferensi Kesehatan Saudi ke-8 yang diadakan di Riyadh, beliau menemukan bahwa reseptor penerima rasa sakit yang dahulu manusia mengira bahwa indera perasa dan peraba tergantung hanya pada otak. Ternyata reseptor rasa sakit ada pada kulit. Beliau kagum dan sangat terkesan dengan keakurasian saintifis ayat Al-Quran khususnya mengenai reseptor rasa sakit yang tertulis di Al-Quran.

Rasa sakit dikulit yang saya alami masih mendingan terhibur suasana alam yang indah di pulau Karimunjawa serta keindahan fanorama alam bawah laut ciptaan Sang Khalik Allah Swt dibandingkan siksaan api neraka di akherat kelak, selain kulit dibakar kemudian diganti dengan yang baru juga suasana yang mengerikan, stress, depresi, ketakutan serta dijaga malaikat yang sadis dan kejam tanpa perasaan.

Kesadaran panasnya api neraka dibanding api dunia harus menjadi sel darah yang mengalir diseluruh tubuh ummat Islam, dengan demikian maka keberanian melanggar aturan Allah Swt, bermaksiat dan kafir terhadap ayat-ayat Allah akan senantiasa berusaha untuk dihindari. Mari kita renungkan informasi dari Rasulullah Saw dalam hadistnya :

“Dari Abu Hurairah Ra dari Nabi Saw, beliau bersabda : Api ini yang kalian gunakan untuk membakar adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka. Mereka bertanya : Demi Allah, api ini sungguh sudah cukup (panas untuk mengadzab orang yang bermaksiat, lalu mengapa harus ditambah panasnya) wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : Panasnya api neraka melebihi (panas api dunia) sembilan puluh sembilan bagian. Semua bagian api (yang berjumlah sembilan puluh sembilan) panasnya adalah seperti panas api neraka.” (maksud jawaban Rasulullah adalah adzab Allah harus lebih besar daripada adzab manusia)”. HR Tirmidzi : 2514.

Karena itu untuk mengisi sisa hidup selepas tahun 2015 jangan bermain api dengan berkhianat terhadap ayat-ayat Allah swt, hidup ini tidak lama dan tidak ada jaminan berapa lama akan hidup serta kapan akan mati. Baginda Rasulullah Saw sangat sayang kepada ummatnya mengingatkan kita agar jangan bermain api :

“Dari Hamman bin Munabih, dia berkata inilah yang di ceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami Rasulullah Saw telah bersabda : Perumpamaanku adalah bagaikan seorang yang menylakan api. Maka tatkala api itu sudah menerangi sekitarnya, tiba-tiba serangga serangga berterbangan menjatuhkan diri kedalam api itu. Dan orang tersebut telah berusaha menghalaunya, namun serangga serangga tersebut tetap mendesak masuk kedalam api tersebut. Kata Beliau : maka itulah perumpaanku dengan kalian, aku telah berusaha melindungimu dari api neraka. Jauhi api neraka, jauhi api neraka, namun kalian tetap nekad dan masuk kedalamnya.” HR. Muslim : 4235.

Semangat menuntut ilmu agama dan berusaha melaksanakan ajaran Rasulullah dalam semua lini kehidupan menjadi bukti nyata taat kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw untuk tidak bermain api. Api kecil bisa jadi teman kehidupan, api besar jadi musuh jadi musuh kehidupan. Terima kasih Karimunjawa. Wallahu’alam bi showwab.    

Referensi :          

  • Al-Qur’an
  • Shahih Muslim
  • Sunan Tirmidzi
  • Pengalaman pribadi
  • m. Hidayatullah.com
     


Dikutip dari             : -

Penulis                   : Muslim Djamil
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments