Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Kisah Di Balik Foto Anak Gaza yang Tidak Mau Melepaskan Pelukan Tim Medis Internasional


 

Foto seorang anak yang terluka karena serangan penjajah zionis ‘Israel’ yang terus menempel dengan tenaga medis di Rumah Sakit Shifa beredar luas di Internet.

Kamis malam, 17 Juli, adalah salah satu hari terberat selama serangan penjajah terhadap Gaza sejak dua minggu lalu. Hari itu, puluhan orang datang ke RS Shifa di Kota Gaza. Beberapa tiba dalam kondisi hancur terberai, beberapa sudah tidak ada kepalanya, beberapa tidak dapat dikenali karena luka yang terlalu parah.

Pukul 3 dini hari, sekitar delapan atau sembilan korban tiba di ruang gawat darurat secara bersamaan. Di antaranya adalah empat bersaudara. Dari empat bersaudara tersebut, dua adalah anak berusia tiga tahun dengan luka tidak terlalu parah. Namun terlihat jelas bahwa mereka diselamatkan dari bawah puing-puing karena seluruh tubuh diselimuti debu dan kotoran.

Ketika anak tertua dari empat bersaudara itu datang, ia juga bersimbah darah. Tetapi ia menekan lukanya dengan kain dan justru fokus pada hal lain. “Selamatkan adikku! Selamatkan adikku!” ia terus berteriak.

Selanjutnya anak kedua dari empat bersaudara itu datang. Dialah anak yang ada dalam foto di atas. Ia mencengkeram baju tenaga medis yang mengantarkannya ke rumah sakit. Anak itu terus menangis, “Aku ingin ayahku! Bawa ayahku ke sini!”

Luka anak itu serius. Luka di sebelah kiri kepalanya menunjukkan tengkoraknya patah. Ada serpihan besar peluru di lehernya. Serpihan peluru lain juga ditemukan di dada dan perutnya. Ia segera dibius oleh dokter agar bisa diselamatkan. Luka-luka yang ada di tubuh keempat anak bersaudara ini adalah dari serpihan peluru artileri yang ditembakkan penjajah ke rumah mereka. Anak itu termasuk beruntung karena berhasil diselamatkan. Karena malam itu, banyak korban lainnya yang meninggal karena serangan penjajah yang membabi buta. * 

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

 

Dikutip dari             : hidayatullah.com

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 



Comments