Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MENUNGGU HANCURNYA SYIAH DI IRAN Artikel Syiah


 

Menunggu Hancurnya Syiah di Iran

Gelombang demo dan kerusuhan di Iran menunjukkan bahwa rezim Khamenei gagal membangun integrasi ideologi imamah dengan politik wilayatul faqih. Rakyat Iran mulai menyadari ekspansi militer dan pendanaan Iran di berbagai wilayah telah menguras anggaran negara. Disisi lain pendapatan rakyat menurun, selain disebabkan system ekonomi yang dibangun Iran bokrok juga akibat ajaran syiah tentang membayar khumus yaitu menyerahkan harta sebanyak 20% kepada marja taklidnya (pemimpin agama syiah) yang mereka anggap sebagai wakil imam mahdi. Hal ini menyebabkan jurang pemisah yang miskin dan yang kaya makin lebar.

Ekspansi ajaran syiah ke berbagai negara termasuk Indonesia melalui politik wilayatul faqih untuk menguasai wilayah dimana mereka berada merupakan rukun iman yang wajib ditunaikan, hal ini berpotensi menimbulkan gejolak. Seperti ditegaskan oleh Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH. Athian Ali “Bahaya syiah di Indonesia sudah menjadi fakta. Sebab sekali mereka menyatakan revolusi secara terbuka maka akan terjadi pertumpahan darah. Di Sampang Madura contohnya. Anehnya, pemerintah Indonesia dan aparat tidak tegas terhadap ancaman syiah ini”. “Ideologi HTI yang menyuarakan system kholifah dengan damai, pemerintah membubarkannya. Tapi ini ada ajaran yang meyakini bahwa menguasai suatu negara dimanapun adalah wajib tidak ditindak tegas. Saya yakin pemerintah tahu ancaman ini, tapi kenapa masih diam dan toleran”., tanya nya heran.

Demonstrasi besar di Iran membuktikan bobroknya ajaran syiah yang dibawa oleh Khumaini. Kondisi ekonomi yang buruk di Iran menjadi penyebab utama demonstrasi tersebut. “Saya menyebut ini makar Allah, satu sisi syiah di berbagai negara membuat kerusakan tapi di dalam negeri Iran sendiri kondisi ekonomi rakyatnya terpuruk, menderita, dan banyak pejabat korup” ungkap KH. Athian Ali. “Kepentingan ekspor revolusi di berbagai negara justru dinilai rakyat sebagai menghambur-hamburkan uang. Iran bukanlah negara kaya, akhirnya rakyatlah yang menderita, maka munculah demokrasi kekesalan rakyat” lanjut KH. Athian.

Demonstrasi akan terus berkepanjangan selama tuntutan rakyat belum dijawab oleh pemerintah Iran. Bahkan sebaliknya dijawab dengan ancaman, penangkapan dan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Ketua ANNAS pusat ini keheranan “Pemerintah Iran justru menuduh demonstran sebagai tindakan melawan Tuhan. Saya tidak tahu apa maksudnya. Apakah pemerintah Iran adalah wakil Tuhannya mereka atau pemerintah itu sedang menjadi Tuhan! Sehingga karena melawan Tuhan, bagi yang melwan diancam terbunuh”.

KH. Athian menegaskan kekacauan di Iran adalah balasan yang dilakukan milisi syiah di berbagai negara. Sehingga kekayaan Iran terkuras dan rakyatnya menderita. Selain menjadi pelajaran bagi pemerintah Iran sendiri juga menjadi pelajaran bagi pemerintah negara lain terutama Indonesia.”Saya sudah berulang-ulang mengingatkan pemerintah Indonesia bahwa syiah adalah ancaman bagi aqidah dan negara. Terjadinya protes besar di Iran menjadi kenyataan yang terungkap bahwa ajaran syiah menyengsarakan masyarakat” pungkasnya.

Jika gelombang demonstrasi rakyat Iran tidak segera diselesaikan oleh pemerintah presiden Rouhani dibawah kendali Imam Khamenei dengan menghapus ajaran syiah dan segera bertaubat untuk kembali kepada agama Islam maka tunggu kehancuran negara Iran

 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments