Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PARA PEMBESAR NEGARA YANG MENENTANG AGAMA Oase Iman


 

PARA PEMBESAR NEGARA YANG MENENTANG AGAMA
Yayan Suryana

 

Hanya Satu ayat

Allah SWT berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا فِيْ كُلِّ قَرْيَةٍ اَكٰبِرَ مُجْرِمِيْهَا لِيَمْكُرُوْا فِيْهَا   ۗ  وَمَا يَمْكُرُوْنَ اِلَّا بِاَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ

Terjemah

Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang JAHAT agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri  tanpa menyadarinya."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 123)

Kosa kata : 

1.Akabira Mujrimiha 

Akabir Jamak dari al-akbar artinya pembesar, pemimpin atau pemuka masyarakat. Mujrimin artinya orang yang melakukan KEJAHATAN/DOSA. Para mufasir berbeda dalam mengurai i'rab ungkapan ini. Ada yang menjadikan kata mijrimiha menjadi maf'ul pertama, kata akabir menjadi maf'ul kedua. Uraian i'rab ini memberikan arti bahwa Allah menjadikan pemimpin/pemuka/pembesar masyarakat  menjadi PENJAHAT dan PEMBUAT DOSA. Karena pemimpin nasyarakat dengan kedudukannya mempunyai peluang yang besar melakukan KEJAHATAN dan DOSA dari pada lainnya. Inilah sunnatullah yang sudah berlaku semenjak zaman dahulu bahwa pengikut para nabi terdiri dari orang-orang fisiknya menjadi pemimpin.

2.Liyamkuni

Pada mulanya adalah pohon yang rindang/rimbun /lebat yang banyak dahannya (syajar multaff), lalu digunakan untuk arti menutupi, karena pohon yang banyak dahannya akan menutupi dahan dan ranting yang ada. Ungkapan makara al-Lail berarti malam dengan kegelapannya telah menyelimuti/menutupi apa yang ada didalamnya. Lalu pengertian ini berkembang menjadi perbuatan menipu.  Ada juga yang mengartikan dengan memalingkan orang lain dari apa yang dikehendakinya dengan TIPUAN akal BUSUK. Dalam bahasa Indonesia makar diterjemahkan dengan perbuatan dengan maksud hendak menyerang atau membunuh orang.

Tafsir ayat 123 

Sebagian penduduk Mekah telah SESAT karena bujukan PEMBESAR-PEMBESAR/PARA PEJABAT mereka yang melakukan bermacam-macam KEJAHATAN dan TIPU DAYA. Hampir disetiap NEGERI dan KOTA BESAR terdapat beberapa pembesar yang KORUP dan JAHAT yang melakukan tipu daya. Telah menjadi sunatullah di dalam masyarakat bahwa setiap kali Allah mengutus seorang rasul disuatu tempat untuk memberi bimbingan kepada mereka selalu ada PEMBESAR-PEMBESAR yang memusuhi rasul  itu serta pengikut-pengikutnya.

Padahal rasul itu bermaksud mengadakan perbaikan dan pembenahan. Sering muncul di beberapa negeri dan kota besar, sejumlah tokoh yang ingin merebut kekuasaan dan menimbun kekayaan dengan berbagai macam cara. Bawahan mereka yang tidak sejalan dengan pembesar mereka merasa bingung dalam melaksanaksn tugasnya. Mereka tidak sanggup mengikuti PEMIMPIN-PEMIMPIN yang KORUP dan MENYELEWENG. Dalam suasana kacau seperti itu, diperlukan adanya kebijaksanaan, keimanan yang kuat dan mental yang tinggi, sehingga tidak mudah dibawa arus kesesatan yang menyebabkan datangnya MURKA Allah.

Yang dimaksud dengan pembesar-pembesar yang Jahat ialah MEREKA YANG MRNENTANG SERUAN AGAMA dan memusuhi rasul-rasul serta pengikut-pengikutnya. Demikianlah keadaan negeri Mekah ketika diutusnya Nabi Muhammad. Keadaan serupa itu terus berulang di negeri-negri lain. Para pembesar yang KORUP memusuhi rasul-rasul dan pengikut-pengikutnya yang menyampaikan ajaran agama. Pada  hakekatnya mereka itu adalah penipu belaka, menipu dirinya sendiri, akan tetapi mereka tidak sadar.

Telah terjadi sunatullah, bahwa suatu KEJAHATAN akan membawa pada KEBURUKAN. Tiap-tiap tipu daya yang direncanakan terhadap hamba-hamba Allah yang saleh akhirnya menimpa diri pelakunya. Banyak peristiwa dalam sejarah manusia menunjukan bahwa umat-umat yang MENENTANG RASUL-RASUL dan PARA PENGIKUTNYA akhirnya DIHANCUR LEBURKAN oleh ALLAH dengan bermacam-macam AZAB, seperti BENCANA ALAM, gempa, banjir, kebakaran, dan lain-lain. Mereka melakukan TIPU DAYA untuk menentang perbaikan akhlak dan moral manusia, karena terdorong oleh keinginan untuk menduduki jabatan-jabatan tinggi dan menuruti dorongan hawa nafsunya. Mereka tidak menyadari bahwa akibat perbuatan yang buruk itu akan menimpa diri mereka sendiri, karena tidak memahami sunatullah tersebut. Dalam ayat-ayat di atas, Allah memberikan ancaman kepada SEMUA PEMBESAR yang DURHAKA, Allah juga memberi motivasi kepada Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya untuk terus melakukan amal saleh karena dalam rangka melaksanakan tugas yang suci, mereka tidak boleh menghiraukan godaan dan rintangan yang timbul dari manapun datangnya. 

Kesimpulan 

"Telah menjadi sunatullah, bahwa PEMBESAR-PEMBESAR suatu negeri yang MENENTANG AGAMA dan nilai-nilai kemanusiaan pada akhirnya akan CELAKA dan BINASA

 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments