Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

LINDUNGI ULAMA Nasional


 

Oleh. Lathief Abdallah


Korban penganiayaan “orang gila”. Yaitu, pertama, ustad R Prawoto di Cigondewah Kidul, Bandung, yang meninggal dunia pada 1 Februari 2018. Kedua, penyiksaan terhadap Ustad KH Umar Bishri di Cicalengka, Kabupaten Bandung, beberapa hari sebelumnya. Beberapa pesantren di Bogor, Sukabumi,  Cianjur, disantroni 'orang gila' menunjukan adanya unsur pegrakan yang sama dimana ulama menjadi sasaran. 

Mengingatkan peristiwa 1998 pembantaian Banyuwangi yang awalanya sasarannya adalah mereka yang diduga dukun santen tapi kemudian beralih sasaranya ke ulama, asatid dan para santri. Hasil investigasi DDII yang dipimpin Ahmad Soemargono (Alm) melaporkan adanya para pelaku pembantaian yang dinyatakan orang-orang sakit jiwa (gila) 


Jangan Rendahkan Ulama

Ulama adalah pilar Islam dan benteng pertahanan kaum muslimin. Tanpa ulama Islam dan umat tak pernah ada. karena ulama itu penyampai hidayah yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Karenanya Rasulullah menyebut ulama adalah pewaris para nabi.

 إِنَّ اْلعُلَمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ وَ إِنَّ اْلأَنْبِيَاءَلَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَ لاَ دِرْهَمًا وَ إِنَّمَا وَرَّثُوْا اْلعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Dan sesungghnya para ulama itu adalah pewaris para nabi. Dan sesungguhnya para nabi itu tidak mewariskan uang dinar dan tidak juga dirham. Mereka itu hanya mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya maka ia telah mengambil peruntungan yang sangat banyak”. (HR Abu Dawud)

Sebagai pewaris para Nabi kedudukannya sangat mulia. Derajatnya tinggi karena limu agama yang dibawanya menjadi penuntun jalan keselamatan manusia di dunia dan di akhirat.

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوْا مِنكُمْ وَ الَّذِينَ أْوتُوا اْلعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”. (QS al-Mujadilah (58): 11).

Oleh karenanya kita wajib menghormati dan memuliakan ulama yang pada hakikatnya  memuliakan Nabi Saw. Tentu menghinanya, mencelanya sama dengan menghina dan mencela Nabi Saw. 

Para ulama memahami dari ayat ini

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.(Qs. al Ahzab(33):58)

Menyakiti orang mu'min secara umum adalah kebohongan dan dosa yang nyata lebih lagi bila yang disakiti dan yang dihina itu adalah seorang ulama. Karena demikian tingginya kedudukan mereka. Tentu upaya melenyapkan nyawa ulama lebih besar dosanya dari sekedar menghinanya 

Jika menghina, mencela, mengkriminalisasi atau mempersekusi ulama itu karena keulamaannya maka pelakunya telah melakukan perbuatan kufur yang diberi sanksi keras  sampai pada hukuman mati ! 

Saat ini banyak perilaku yang merendahkan derajat ulama baik dengan sikap maupun ucapan. Dari mulai lawakan, media hingga sikap arogan penguasa.

Jauh-jauh hari Rasul Saw mengingatkan sikap menjauh dari ulama akan membawa kehidupan ekonomi jauh dari berkah, situasi akan dikendalikan oleh orang-orang lalim dan ketika akhir hayat  lepas dari keimanan.

Rasulullah Saw, bersabda: 

سيأتي زمان على أمتى يفرون من العلمإ والفقهإ, فيبتليهم الله بثلاثة بليات. أولاها, يرفع الله البركات من كسبهم. والثانيت, يصلط الله عليهم صلطاناظالما, والثلثة, يخرجون من الدنيا بغير إيمان.

" Akan datang suatu masa atas ummatku, dimana mereka menjauhi para ‘Ulama’ dan Ahli Fiqih, maka Allah akan menimpakkan tiga macam bencana pada mereka. Yang pertama, Allah akan mengangkat berkah dari usaha-usaha mereka. kedua, Allah akan memberikan penguasa begi mereka penguasa-peguasa yang zholim. Ketiga, mereka akan keluar dari dunia ini tanpa membawa iman."(Kitab
 Nashaihul Ibad)

Nabi juga mengingatkan tentang bahaya kelangkaan ulama yang mengakibatkan munculnya ulama-ulama palsu yang menggiring pada kesesatan.

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain." (HR.Bukhari Muslim)

 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments