Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

USLUB AL-QUR'AN TERHADAP KAUM YANG MENOLAK KEBENARAN Oase Iman


 

USLUB AL-QUR'AN TERHADAP KAUM YANG MENOLAK KEBENARAN
(Pelajaran QS. Yasin: 13-19)

Dakwah ini perlu kesabaran. Mengubah pemahaman seseorang tidaklah mudah. Namun jika yang dihadapi adalah orang/kaum yang keras kepala dan sombong, maka perlu juga diberi pelajaran. Tentu saja setelah berkali-kali diberikan penegasan. 

Mari kita simak uslub al-Qur’an (QS. Yasin: 13-19 ketika dakwah menghadapi kaum yang semacam ini:

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ (١٣)

"Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka."

Maksudnya adalah buatlah perumpamaan untuk mereka yang mendustakan risalahmu dan menolak dakwahmu agar mereka mengambil pelajaran dan sebagai nasihat bagi mereka. 

إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ (١٤)

"(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata, "'Sungguh, Kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu'.”

Ketika mereka mendustakan, maka al-Qur’an mengajari kita untuk memberikan satu penegasan dalam suatu penyampaian. Lafazh “inna” merupakan alat taukid (penegas), sebagai bantahan atas kedustaan mereka. 

Apa yang terjadi? Rupanya mereka masih saja mendustakan kebenaran (diutusnya rasul). 

قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا تَكْذِبُونَ (١٥)

"Mereka (penduduk negeri) menjawab, 'Kamu ini hanyalah manusia seperti kami dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu hanyalah pendusta belaka'.”

Apa yang terjadi? Ternyata masih saja mereka mendustakan. Padahal sudah diberikan penegasan (ta'kid). 

Selanjutnya, uslub al-Qur’an dalam kondisi seperti ini mengajari kita untuk memberi penegasan ketiga.

قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ  (١٦)

"Mereka berkata, "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami atas kalian benar-benar adalah utusan-utusan(Nya)."

Allah menggunakan dua alat taukid: “inna” dan “lam” taukid. Artinya: sesungguhnya, benar-benar. 

Apa yang terjadi setelah diberikan penegasan begitu rupa? Tetap saja mereka mendustakan alias tidak mau menerima kebenaran. Lantas, apakah al-Qur’an mengajari kita untuk meberikan ta’kid (penegasan) keempat, kelima, keenam, dst? Jawabnya, tidak. Karena kalau makin ditambah penegasannya, bisa makin ngotot. 

وَمَا عَلَيْنَا إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ (١٧)

"Dan kewajiban Kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.”

Maksudnya, inilah tugas kami, yaitu menerangkan dengan jelas perkara yang dibutuhkan penjelasannya.

Rupanya dibegitukan juga masih tidak sadar, malah menyalahkan. Merasa diri jadi korban. 

قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ (١٨)

"Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami'.”

Mereka bukan hanya menyalahkan, tetapi juga mengancam. Lantas apa yang harus dilakukan lagi? Berikut uslub jawaban al-Qur’an ketika merespon kondisi tersebut,

قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (١٩)

"Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas'.”

Terhadap kelompok/kaum yang seperti ini, respon paling akhir sebagaimana diajarkan ayat 19 di atas, adalah jawaban dengan logika yang menohok dan membuat mereka berpikir. 

Jangan pernah merasa letih untuk mendakwahkan kebenaran kepada umat manusia. Kita yakin, kebenaran itu pasti ada yg menerima. Lihat lanjutan ayatnya (QS. Yasin: 20-21), ternyata ada diantara mereka yang akhirnya menerima kebenaran dan mendakwahkannya ke sesama mereka. 

 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments