Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BERHATI HATILAH WAHAI ULAMA, ATAS KEDEKATAN KITA DENGAN PENGUASA, TERLEBIH SAAT MEREKA MENCAMPAKAN ALLAH DAN RASULNYA Nasional


 

RENUNGAN:

BERHATI HATILAH WAHAI ULAMA, ATAS KEDEKATAN KITA DENGAN PENGUASA, TERLEBIH SAAT MEREKA MENCAMPAKAN ALLAH DAN RASULNYA.

INGAT LAH SABDA-SABDA BAGINDA NABI YANG MULIA:

وأخرج أحمد   في مسنده، والبيهقي بسند صحيح، عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله  عليه وسلم: « من بدا جفا، ومن اتبع الصيد غفل، ومن أتى أبواب السلطان افتتن، وما ازداد أحد من السلطان قرباً، إلا ازداد من الله بعداً

Dari Abi Hurairah radiallahu anhu, Rasulullah bersabda, “Siapa tinggal di pedalaman maka perangainya keras, dan siapa sibuk dengan berburu maka akan lalai, serta siapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa terkena fitnah, tidak seseorang semakin dekat dengan penguasa maka akan bertambah jauh dari Allah.” 
(HR. Ahmad dan Baihaqi dengan sanad shahih)

وأخرج ابن ماجه، عن أبي هريرة، قال: قال رسول الله صلى الله عليه  وسلم: « إن أبغض القراء إلى الله تعالى الذين يزورون الأمراء

Dari Abi Hurairah radiallahu anhu, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya qurra yang paling dibenci Allah ialah yang mendatangi penguasa.
 (HR. Ibnu Majah)

وأخرج الترمذي وصححه، والنسائي، والحاكم وصححه، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «سيكون بعدي أمراء، فمن دخل عليهم فصدقهم بكذبهم، وأعانهم على ظلمهم، فليس مني، ولست منه، وليس بوارد علي الحوض، ومن لم يدخل عليهم، ولم يعنهم على ظلمهم، ولم يصدقهم بكذبهم، فهو مني، وأنا منه، وهو وارد علي الحوض

"Akan ada sepeninggalanku para penguasa, maka siapa yang mendatanginya dan membenarkan kebohongannya, menolong atas kedhalimannya, buka golonganku, serta aku bukan golongan dia, dan tidak akan memasuki haudh, dan siapa saja yang tidak mendatanginya,tidak menolongnya atas kedahlimannya, tidak membenarkan kebohongannya, termasuk golonganku dan akan memasuki haudh." (HR. Tirmidzi, Nasa’i dan Al-Hakim)

وأخرج الديلمي، عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يكون في آخر الزمان علماء يرغبون الناس في الآخرة ولا يرغبون، ويزهدون الناس في الدنيا ولا يزهدون، وينهون عن غشيان الأمراء ولا ينتهون

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, “Akan ada pada akhir zaman ulama’ menyeru manusia untuk cinta akhirat sedangkan ia sendiri tidak mencintainya, menyeru manusia zuhud pada dunia, ia sendiri tidak berlaku zuhud.”
 (HR.Dailami)

وأخرج الديلمي عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «إن الله يحب الأمراء إذا خالطوا العلماء، ويمقت العلماء إذا خالطوا الأمراء، لأن العلماء إذا خالطوا الأمراء رغبوا في الدنيا، والأمراء إذا خالطوا العلماء رغبوا في الآخرة

Dari Umar bin Khattab, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai penguasa yang berinteraksi dengan ulama’. Dan membenci ulama’ yang mendekati penguasa, karena ulama’ ketika dekat dengan penguasa yang diinginkan dunia, namun jika penguasa mendekati ulama inginkan akhiratnya.
(HR. Dailami)

Ikhwah ..berhati-hatilah..mari kita saling mngingatkan, semoga Alloh kumpulkan sebagai para ulama yang mukhlis bukan ulama su' pemburu dunia dan kehormatan.

Mari kita merenungkan nasehat Ibnul Qayyim dalam al fawaid nya:

عُلَمَاءُ السُّوءِ جَلَسُوْا عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ. يَدْعُوْنَ إِلَيْهَا النَّاسَ بِأَقْوَالِهِمْ وَيَدْعُوْنَهُمْ إِلَى النَّارِ بِأَفْعَالِهِمْ. فَكُلَّمَا قَالَتْ أَقْوَالُهُمْ لِلنَّاسِ هَلُمُّوْا, قَالَتْ أَفْعَالُهُمْ: لاَ تَسْمَعُوْا مِنْهُمْ. فَلَوْ كَانَ مَا دَعُوْا إِلَيْهِ حَقًّا كَانُوْا أَوَّلَ الْمُسْتَجِيْبِيْنَ لَهُ. فَهُمْ فِي الصُّوْرَةِ أَدِلاَّءُ وَفِي الْحَقِيْقَةِ قُطَّاعُ الطُّرُقِ

Ulama su’ (jahat) duduk di depan pintu surga dan mengajak manusia untuk masuk ke dalamnya dengan ucapan dan seruan-seruan mereka. Tapi mereka mengajak manusia untuk masuk ke dalam neraka dengan perbuatan dan tindakannya. Ucapan mereka berkata kepada manusia: “Kemarilah! (lakukanlah ini)!” Sedangkan perbuatan mereka (seolah-olah) berkata, “Janganlah engkau dengarkan seruan mereka.” Seandainya seruan mereka itu benar, tentu mereka adalah orang yang pertama kali memenuhi seruan itu. Secara zahir mereka adalah penuntun jalan, tapi hakikatnya mereka adalah perampok jalan.” (Al-Fawaid, Ibnul Qayyim, hal. 94, Dar al-Kitab al-Arabi Beirut).

 Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nasiir.
 

Dikutip dari             : Agung S.

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments