Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PEMIKIRAN POLITIK ISLAM Oase Iman

PEMIKIRAN POLITIK ISLAM 
Yayan Suryana 

ISLAM adalah metode kehidupan yang unik; berbeda sama sekali dengan Agama maupun Ideologi lain.  Dari segi wilayah ajarannya, Islam bukan saja agama yang mengurusi masalah ruhiah (spiritual), namun juga masalah politik (Siyasah). Dengan kata lain, Islam adalah akidah yang bersifat spiritual dan politik (al-'aqidah ar' ruhiyah wa as-siyasiyah). Dengan kata lain Islam mengatur masalah yang berhubungan dengan akhirat seperti surga-neraka, pahala-siksa, ibadah (shalat, puasa, zakat, haji dll.)
Sekaligus mengatur urusan kehidupan Dunia seperti : 
1.Politik
2.Ekonomi
3.Sosial
4.Pemerintahan
6.Pendidikan
7.Hukuman dan
Sebagainya. 

Keyakinan seorang Muslim tentang Aqidah haruslah meliputi kedua aspek tersebut secara Keseluruhan (KAFFAH). Manusia yang menerima satu aspek saja dan menolak yang lain, atau bahkan menolak kedua-duanya, adalah termasuk dalam golongan orang yang ingkar (kafir). Karena itulah, Islam yang mencakup urusan aqidah dan syariah harus dijalankan oleh setiap manusia yang telah mengikrarkan kalimat syahadat.

Politik Islam (as-siyasah al-islamiyah) bermakna pengaturan urusan umat dengan aturan-aturan Islam, baik didalam maupun luar negeri (ri'ayah syu'un al-ummah dakhiliy[an] wa kharijiy[an] bi al-ahkam al-islamiyyah). Aktipitas politik dilaksanakan oleh rakyat (umat) dan pemerintah (negara). Pemerintah/Negara merupakan lembaga yang mengatur urusan rakyat secara praktis ('amali). Lalu umat mengontrol sekaligus mengoreksi (Muhasabah)  pemerintah dalam melaksanakan tugasnya. Definisi ini sesuai dengan realitas empiris yang wujudnya ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan berlaku umum karena diambil berdasarkan fakta politik yang ada dan ditinjau dari sisi politik itu sendiri.

Secara etimologis, politik ( siyasah ) berasal dari kata sasa-yasusu-siyasat[an] yang berarti mengurusi kepentingan seseorang. Kamus Al-Muhith menyebutkan, "Sustu ar-ra'iyata siyasat[an]." Maknanya , "Saya memerintah dan melarangnya dengan suatu aturan". Makna tersebut mencerminkan adanya sktivitas pengaturan urusan rakyat oleh suatu pemerintahan dalam bentuk perintah dan larangan.

Dalil-dalil syariah dari beberapa Hadits menggambarkan adanya aktivitas penguasa, koreksi dan kontrol terhadapnya serta kewajiban mengurusi kepentingan kaum Muslim, yang semuanya itu merupakan aktivitas politik (ri'ayah syu'un). Di antaranya  :

"Seseorang yang ditetapkan oleh Allah untuk mengurus kepentingan umat, tetapi dia tidak memberikan nasihat kepada mereka,  tidaklah akan MENCIUM bau SURGA. 
(HR al-Bukhari dari Ma'qil bin Yasar ra.).

"Tidaklah seorang hamba yang ditetapkan oleh Allah untuk mengurus rakyat, lalu Mati dalam keadaan MENIPU MEREKA, kecuali Allah akan MENGHARAMKAN dirinya masuk ke DALAM SURGA. 
(HR al-Bukhari dan Muslim dari Ma'qil bin Yasar ra.).

Hadits-hadits di atas baik yang berkenaan dengan penguasa dan kedudukannya, muhasabah umat terhadap penguasa, atau hubungan antar sesama kaum Muslim dalam mengurus kepentingan mereka dan untuk saling menasihati semuanya menunjukan makna politik, yaitu nengurusi kepentingan umat. Jadi, definisi politik tersebut merupakan definisi Syar'i yang berasal dari dalil-dalil SYARIAH.

Dalil-dalil syariah tersebut menunjukan bahwa POLITIK adalah unsur TERPENTING dalam ISLAM. Peduli dan sibuk dengan aktivitas politik untuk mengurusi kepentingan umat Islam, khususnya berusaha untuk menegakkan Islam di muka Planet Bumi, merupakan kewajiban terbesar kaum Muslim. Sibuk dengan aktivitas politik dalam dan luar negeri hukumnya Fardhu, seperti halnya aktivitas Jihad. Sebab, pengaturan urusan umat Islam harus diselenggarakan oleh NEGARA dengan hanya merujuk pada hukum-hukum dan solusi Islam. Intinya, aktivitas politik untuk menerapkan hukum Islam secara sempurna (kamil[an]) dan menyeluruh (syamil[an]) adalah wajib bagi kaum MUSLIM.

Penutup 

Dari definisi ini jelaslah bahwa politik (siyasah) dalam Islam adalah ri'ayah syu'un al-ummah (mengurusi urusan umat), bukan seperti : 

"Politik dalam DEMOKRASI yang BERORIENTASI pada KEKUASAAN dengan MENGABAIKAN aturan-aturan AL-KHALIQ." 

Aktivitas politik dalam DEMOKRASI yang MENGHALALKAN segala CARA, menerapkan dan membuat hukum-hukum buatan MANUSIA serta mengeliminasi hukum-hukum ALLAH, merupakan kemaksiatan. 
Sebaliknya, aktivitas POLITIK dalam ISLAM yang bertujuan untuk menegakkan hukum-hukum ALLAH dan menjadikan ISLAM sebagai RAHMATAN LIL 'ALAMIN merupakan KEWAJIBAN. 

Semoga bermanfaat 

 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 



Comments