Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

CIRI-CIRI ORANG GILA Nasional


 

Wikipedia menulis, Gila (bahasa Inggris: insanity atau madness) adalah istilah umum tentang gangguan jiwa yang parah. Secara historis, konsep ini telah digunakan dalam berbagai cara. Di lingkungan dunia lebih sering digunakan istilah gangguan jiwa. Kata kegilaan sering pula digunakan untuk menyatakan tidak waras, atau perilaku sangat aneh. Dalam pengertian tersebut berarti ketidaknormalan dalam cara berpikir dan berperilaku.

Ada istilah lain untuk “Gila” yakni: Sinting atau Sarap (Betawi), Edan atau Gendeng atau Sableng (Bahasa Jawa), Majnun (Arab), Gélo (Bahasa Sunda), dan lain sebagainya.

Secara pengertian sederhana, Gila bisa diartikan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk bisa membedakan mana yang benar mana yang salah, mana hitam dan mana putih, mana atas dan mana bawah, mana kejujuran dan mana kebohongan. Orang gila adalah orang yang tidak bisa membedakan itu semua, dan sering terbolak-balik.

Hanya orang gila yang mengatakan jika kegagalan adalah keberhasilan. Hanya orang Sableng yang mengatakan jika nyungsep itu melejit. Hanya orang Sinting yang suka cengar-cengir tidak jelas, tanpa ada sesuatu yang lucu untuk ditertawakan. Dan hanya mereka yang majnun yang menganggap dirinya hebat padahal tingkah lakunya jeblok di sana-sini.

Orang gila harusnya diobati, minum obat, biar sembuh, dan dimasukkan ke dalam Rumah Sakit Jiwa. Sangat berbahaya jika orang gila dibiarkan bebas bergentayangan didepan umum bahkan dijadikan pelakon di masyarakat.

Kita semua harus mewaspadai orang gila. Apalagi sekarang, dimana orang gila sudah semakin cerdas, karena mampu memilah dan memilih untuk melakukan penyerangan hanya kepada ulama dan para tokoh agama. Orang gila seperti ini pasti orang gila yang bisa berpikir sistematis dan strategis. Orang gila zaman now, istilahnya.

“Apakah spanduk-spanduk yang mulai banyak bertebaran di jalan-jalan dan tempat umum yang memuat foto-foto orang yang tidak jelas karya dan prestasinya, dengan pose cengar-cengir, atau mesem-mesem gak jelas, itu juga orang gila?” demikian tanya orang banyak. Mungkin saja. Setidaknya mereka masuk ke dalam kategori “Gila Jabatan”.

Kita sekarang harus berhati-hati. Karena banyak orang gila yang pura-pura waras dan malah mengajari kita yang waras beneran tentang arti Bhineka Tunggal Ika, Toleransi, Persatuan, dan lain sebagainya. Sekarang ini, kita ibarat kalimat: “Yang waras ngalah”. Ya, ngalah agar tidak ikut-ikutan menjadi gila. Dan yang waras tentu tidak akan memilih orang gila sebagai sahabatnya, apalagi sebagai panutan. Hanya mereka yang gila yang memilih orang gila. Bukankah sesama orang gila dilarang untuk saling menjadi waras? []
 

Dikutip dari             : eramuslim.com

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments