Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

HADITS PALSU : SAYA KOTA ILMU DAN ALI PINTUNYA Artikel Syiah


 

Hadits Palsu: Saya Kota Ilmu Dan Ali Pintunya

Diriwayatkan dari jalan Abu Shalt Abdussalam bin Shalih Al Harawi, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari A’masy dari Mujahdi dari Ibnu ‘Abbas secara marfu’ dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam,

أنا مَدِينَةُ العلمِ وعليٌّ بابُها فمَنْ أرادَ المدينةَ فَلْيَأْتِها من قِبَلِ البابِ

saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya, maka barangsiapa yang menginginkan ilmu hendaklah mendatanginya dari arah pintunya

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam Tahdzibul Atsar, Ath Thabrani dalam Al Kabir 1/108, Al Hakim 3/126, Al Khothib dalam Tarikh Baghdad 11/48, Ibnu Asakir 2/159.

Derajat Hadits

Hadits ini palsu.

Berkata Al Hakim: “sanadnya shahih”, namun pernyataan Al Hakim ini dibantah oleh Adz Dzahabi, beliau menyatakan: “bahkan yang benar ini adalah hadits palsu”. Dalam tempat lain bahkan Adz Dzahabi sampai berkata kasar kepada Al Hakim karena beliau menshahihkan hadits palsu ini, “demi Allah hadits ini palsu, Ahmad (salah seorang perawi dalam sanad hadits ini) adalah pendusta, alangkah bodohnya engkau padahal ilmumu luas”.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “hadits ‘saya adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya‘ lebih parah kelemahannya. Oleh karena itu ia termasuk jajaran hadits palsu meskipun diriwayatkan oleh At Trimidzi dan disebutkan oleh Ibnul Jauzi, namun beliau menjelaskan bahwa semua sanadnya palsu. Kedustaan ini juga bisa dilihat dari matannya sendiri, karena seandainya Rasulullah adalah kota ilmu lalu pintunya hanya satu dan tidak bisa mengambil ilmu dari beliau kecuali dari satu pintu ini, niscaya Islam akan tertutup. Padahal diketahui bahwa ilmu Rasulullah baik dari Al Qur’an maupun As Sunnah sudah merambah ke seluruh dunia. Sedangkan yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib sangat sedikit sekali. Kebanyakan tabi’in mempelajari Islam pada zaman Umar dan Utsman, juga yang diajarkan Mu’adz pada penduduk Yaman lebih banyak dari apa yang diajarkan Ali. Sedangkan Ali tatkala datang ke kota Kufah saat itu sudah ada para imam tabi’in semacam Syuraih, Ubaidah, Alqamah, Masruq, dan lainnya” (Minhajus Sunnah 4/138 dengan sedikit peringkasan).
 

[disalin dari buku “Hadits Lemah dan Palsu yang Populer Di Indonesia” karya Ust. Ahmad Sabiq hal 71-72]

 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments