Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

INI TUNTUTAN AKSI INDONESIA BEBASKAN BAITUL MAQDIS Internasional


 

Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) akan menggelar Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis pada Jumat (11-05-2018), yang menentang keputusan sepihak Persiden Amerika Serikat Donald Trump tentang pemindahan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerussalem atau Al Quds.

Ketua Panitia Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis, Ustaz Saifuddin Ahmad Syuhada menegaskan Trump telah menantang dunia dengan keputusan tersebut. Keputusan provokatif yang diterbitkan pada 6 Desember 2017 juga ditolak hampir seluruh negera peserta sidang darurat Majelis Umum PBB pada 21 Februari 2018.

“Namun Trump sama sekali tidak mengindahkan penolakan dunia atas sikap provokatifnya itu. Amerika Serikat bahkan menegaskan akan tetap memindahkan kedutaannya pada 14 Mei mendatang. Keputusan ini bertetapan dengan 70 tahun dimulainya pendudukan Israel atas Palestina,” ujar Ahmad Syuhada.

Ahmad Syuhada menegaskan bahwa rakyat Indonesia khususnya umat Islam menentang keputusan Trump. Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis yang akan digelar Jumat (11/05/2018) mendatang akan mengusung sejumlah tuntutan.

Pertama, Kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bersikap tegas atas pelanggaran Donald Trump ini yang bertentangan dengan 9 resolusi Deawan Keamanan PBB, di antaranya resolusi 242 tahun 1967, resolusi 252 pada tahun 1968,resolusi 456 & 478 pada tahun 1980, 672 pada tahun 1990, 1397 pada tahun 2002 dan lain sebagainya,” kata Ahmad Syuhada dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (07/05/2018).

Kedua, Ahmad Syuhada menyeru kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk bersatu dan menentang keras keputusan Trump tersebut serta menggelar sidang darurat sebagai suara aspirasi umat Islam global.

Ketiga, kepada Pemerintah Amerika Serikat, untuk membatalkan pengakuan terhadap eksistensi negara Israel dan rencana pemindahan kedutaannya ke Yerusalem (Baitul Maqdis), serta keputuaan provokatifnya yang mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibukota Israel.

Keempat, kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk berjuang keras menggunakan haknya dalam menekan OKI dan PBB untuk bersama melawan keputusan Trump. Sebagaimana janji pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri selama ini, bahwa Palestina berada di jantung hati kebijakan luar negeri Indonesia,” ujar Ahmad Syuhada.

Kelima, kepada seluruh rakyat Indonesia, agar terus bersatu dalam memperjuangan hak-hak rakyat Palestina hingga mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya dari penjajah zionis Israel,” imbuhnya.

Syuhada juga juga menyeru umat Islam Indonesia untuk memperkokoh ukhuwwah lslamiyah dan tetap berada di bawah bimbingan ulama rabbani. Dengan begitu diharapkan kaum muslimin dapat mencapai tujuan perjuangan pembebasan Baitul Maqdis dan kembalinya Masjid Al-Aqsha ke pangkuan umat Islam.

Dia juga mengimbau semua elemen masyarakat yang akan ikut Aksi Indonesia Baitul Maqdis mendatang agar menjaga kode etik yang telah disepakati. Diantaranya, senantiaaa menjaga persaudaraan ketertiban, kebersihan, dan keindahan lingkungan.

“Peserta Aksi juga diimbau agar tidak membawa bendera kecuali bendera Indonesia & Palestina, menggunakan pakaian putih-putih dan membawa atribut kepalestinaan seperti kaos, syal dan sejenisnya, dan tidak menggunakan atribut politik praktis,” tutup Syuhada.

 

Dikutip dari           :  kiblat.net

Penulis                  : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments