Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MENGAPA HARAM MILIH JOKOWI Nasional


 

Pada Pemilu 2014 yang lalu Forum Ulama Umat Indonesia Indonesia (FUUI) yang dinakhodai KH Athian Aly Da'i, Lc MA mengeluarkan kebijakan politik yang menetapkan haram untuk memilih pasangan Jokowi-Jusuf Kalla  dengan alasan pada intinya pasangan ini diduga tidak bermashlahat bagi umat, kebijakan tim dan partai pendukung yang membuat gaduh, banyak person berbau kiri (komunis), memberi peluang berkembang faham sesat keagamaan,  diragukan independensinya serta menjadi kepanjangan tangan dari kekuatan ekonomi asing china dan kapitalis lainnya. 

Setelah terpilih dan dalam perjalanan kepemimpinannya, apa yang diduga pada awal proses pemilihan tahun 2014 tersebut kini menurut analisis Maung Institute Bandung, hampir seluruhnya terbukti. Empat tahun memimpin negeri diisi oleh kegaduhan, krisis, dan pengkotak kotakkan. Situasi ekonomi dan politik sangat goyah. Masyarakat tidak merasakan kemajuan tetapi kemunduran bahkan khawatir Indonesia menjadi negara gagal di bawah kepemimpinannya tersebut. Pembangunan infrastruktur yang jadi kebanggaan nyatanya dibarengi dengan hutang yang dapat menenggelamkan negara. Reklamasi adalah proses percepatan penenggelaman. 


Ironinya kini Jokowi luar biasa semangat untuk mendapatkan mandat kepemimpinan untuk periode keduanya. Para penempel kekuasaan giat mendukung dengan segala upaya. Tentu berbasis penggelontoran dana, sesuatu yang dianggap lazim saja, toh paradigma politik saat ini adalah jual beli. Akan ada margin menggiurkan ke depan. Jaringan pemenangan dimenej, semua lini di pegang, kekuatan lawan dipecah belah, perangkulan pun dilakukan intensif.  Terkesan bangunan kokoh menjadi sulit ditembus. Pertahana mengendalikan permainan.

Umat Islam ideologis terpojok, negeri ini dicitrakan minim kontribusi umat dan ulama ulamanya. Tak boleh ada celupan warna keagamaan yang kental.  Sekularisasi menjadi kebijakan terselubung dalam operasi yang senyap, sistematik, dan berdimensi mondial. Jokowi menjadi bola yang strategis untuk digelindingkan banyak fihak. 

Perlawanan tetap dilakukan terhadap upaya dominasi, hachstag 2019 ganti presiden adalah kekuatan simbolik untuk perubahan. Hanya pertahana selalu memiliki kelebihan untuk menang dan tetap dominan. Dalam diskusi internal muncul pertanyaan jika 2014 ditetapkan haram memilih Jokowi-Jk, lalu kini 'fatwa' apa lagi yg lebih kuat dari 'haram' untuk perjuangan penggantian kepemimpinan yang dinilai tidak mashlahat  ini. Rasanya tak ada dan tidak perlu. Fatwa atau penetapan keagamaan kini tak perlu karena masyarakat, khususnya umat Islam sudah bisa memberi fatwa masing masing pada lubuk hatinya. Sepak terjang kepemimpinan Jokowi yang kurang atau tidak berpihak pada kepentingan umat terlihat jelas. Bahkan terkesan dalam banyak hal, berhadapan.

Kalkulasi berdasarkan peta selalu pertahana lebih kuat, akan tetapi bagi umat Islam yang memiliki keyakinan imani, kekuatan tetap pada kebenaran nilai. Sudah banyak contoh sejarah dimana penguasa 'kuat' yg memiliki segala sarana untuk tetap berkuasa jatuh dan rontok pada ujungnya. Sekelas kita, tentu belum seberapa. Masih terbuka untuk berjuang mengalahkan dan merontokkannya. Apalagi jika hati umat tersakiti dan do'a serta ruhul jihad mengisi para da'i dan pejuang kebenaran masih menggelora. Allah menguji dan menolong. Insya Allah menang...!

Bandung, 2 Agustus 2018

Masyarakat Unggul (MAUNG) Institute Bandung
 

M Rizal Fadillah        (Ketua)
Hari Maksum         (Sekretaris)


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Jumat 09.00 sd 15.30


#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation


 

Dikutip dari             : M Rizal Fadillah

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 



Comments