Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

ISLAM NUSANTARA ? Nasional



ISLAM NUSANTARA ?

1. Sangatlah tidak masuk akal jika Alloh SWT Zat Yang Maha Esa menurunkan sekian banyak " Ad Dien " (Agama ) yang prinsip akidah dan ajaran syariatnya masing masing sangat berbeda , bahkan saling bertentangan satu dengan yang lain.

Ad dien yang Alloh SWT turunkan kepada manusia lewat para Rasul dengan berbagai kitab suci hanyalah satu yaitu Islam ( Q.S. Ali Imraan 19) 

Terakhir,Risalah Islam diwariskan Rasululloh SAW lewat dua sumber utama yakni Al Qur'an dan As Sunnah, yang dijamin keaslian dan kemurniannya sampai kiamat nanti ( Q.S. Al Hijr 9 )

Dengan berpegang teguh kepada kedua sumber utama tersebut, maka ummat Islam dipastikan tidak mungkin berbeda dalam 'Ushul' (pokok) akidah dan syariatnya.

2. Agama Islam adalah nama yang telah dipilih dan ditetapkan Alloh SWT sejak pertama diturunkan sampai kiamat nanti. 
Nama Islam sudah sangat sempurna, karena ditetapkan oleh Zat pemilik segala sifat keMaha sempurnaan. Karenanya, nama Islam tidak perlu, bahkan sangat tidak layak untuk di 'Idhofatkan ' (disandarkan) kepada apapun, baik yang sifatnya kebangsaan, kesukuan,golongan dan atau apapun. 
Islam diturunkan lewat RasulNya Muhammad SAW bukan untuk bangsa, golongan, atau suku tertentu, tapi sebagai " Hudan lin naas " ( petunjuk bagi semua manusia ) Q.S. Al Baqarah 185, dan " Rahmatan lil 'aalamiin " ( Q.S.Al Anbiyaa 107 ) agar menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta . 

3.Sungguh sangat disayangkan, jika belakangan ini ada upaya yang sangat gencar dari beberapa ' tokoh ' ( Ulama ? ) yang disadari atau tidak, pandangan dan pernyataannya telah mempersempit rahmatan lil 'aalaminnya Islam.

" Hadaf asasi " - Tujuan utamanya - tidak lain, menghidupkan kembali pemikiran kaum SEPILIS ( Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme ) yang sempat pingsan pasca terbitnya fatwa MUI tahun 2005 tentang kesesatan faham faham tersebut.
Mereka juga pernah mengulirkan nama lain seperti Islam moderat , Islam multikultural, Islam inklusif dsb. Namun lagu lama dengan judul judul baru ini tidak mendapat respon ,bahkan diabaikan ummat Islam yang sudah sangat faham dengan warna baju baju kemunafikan mereka.
Kini mereka memunculkan judul baru :" Islam Nusantara " dengan harapan akan mudah dan cepat direspon ummat karena sangat erat dengan semangat nasionalisme. 

4. Dengan nama Islam Nusantara, hakekatnya mereka ingin menggerus risalah Islam lewat ' illah ' (alasan) budaya, khususnya hukum hukum Islam yang tidak sejalan dengan hawa nafsu mereka. 
Upaya tersebut mereka lakukan diantaranya dengan meyakinkan berbagai pihak, bahwa Islam yang ada di Indonesia bukanlah agama asli pribumi, melainkan agama yang datang dari Arab. Dimana sebagai pendatang , maka ia harus tunduk kepada Nusantara selaku pribumi.

Sangatlah dzahar ( eksplisit ) jika mereka hakekatnya menolak untuk meng Islamkan diri secara kaafah - totalitas - ( Q.S. Al Baqarah 208 ) namun anehnya mereka menolak tegas jika disebut kafir ( orang yang menolak ), kendati faktanya mereka jelas kufur ( menolak ) terhadap sebagian syariat Alloh.
Agar tidak dianggap kufur, merekapun berupaya berdalih , bahwa yang mereka tolak itu bukan Islam tapi budaya Arab. Beberapa contoh hukum Islam yang mereka tolak dan atau yang mereka anjurkan ( sebagai bentuk lain dari penolakan ), diantaranya :
- Hukum menutup aurat ( berjilbab )
- Anjuran untuk mengganti ucapan dan doa Assalamualaikum WW dengan selamat pagi, salam sejahtera dsb.
- Membaca Al Qur'an tidak harus dengan bahasa Arab ,tapi cukup dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, dengan alasan, agar lebih bisa difahami dan dihayati. Jikapun dibaca dalam bahasa Arab, hendaknya langgam yang dipergunakan jangan langgam Arab, tapi dengan langgam daerah yang ada di Indonesia seperti sunda, jawa dsb.
- Memakai baju warna putih bagi pria dan hitam bagi wanita juga budaya Arab, sementara yang terbaik untuk muslim Indonesia menggunakan baju batik.

Padahal setiap muslim tentunya menyadari dan meyakini, bahwasanya menutup aurat bagi seorang wanita dihadapan laki laki yang bukan muhrimnya, diwajibkan Alloh SWT dalam Al Qur'an ( An Nuur 31, Al Ahzaab 59 ) dan AsSunnah.
Tentu saja muslimah Arab yang pertama kali berjilbab , karena Islam pertamakali diturunkan kepada bangsa Arab. 
Bukan hanya berjilbab, yang pertamakali melaksanakan seluruh syariat Islam termasuk sholat, shaum dan haji, juga orang Arab.. Lalu apakah dengan demikian, mereka dikemudian hari juga akan mengatakan ,bahwa sholat lima waktu,shaum ,haji dan ibadah serta syariat Islam lainnya itu budaya Arab ? yang karenanya patut disesuaikan dengan budaya nusantara ?

Setiap muslim tentunya sangat faham, bahwasanya Islam pertamakali diturunkan kepada bangsa Arab, yang karenanya Al Qur'an pun difirmankan Alloh dalam bahasa Arab ( Q.S. Asy Syu'ara 192 - 195 ) . Ketika diterjemahkan kedalam bahasa inggris atau bahasa indonesia misalnya, maka dia bukan lagi firman Alloh SWT , tapi terjemahan dari firmaNya. 

Bahwa mereka tidak mau melaksanakan sunnah Rasul dengan mengenakan baju yang berwarna putih untuk pria dan hitam untuk wanita, khususnya disaat ke Masjid dan sholat , tentu saja tidak berdosa karena bukan wajib hukumnya.Tapi kufur (menolak ) hal tersebut sebagai Sunnah Rasul apalagi membencinya maka " Falaisa minnii" ( bukan ummatku ) kata Rasululloh SAW. 

5. Karenanya sangat logis, jika isu Islam Nusantara yang digulirkan belakangan ini, banyak sekali mengundang reaksi keras bahkan kecaman dari para Ulama, yang tentu saja tidak rela jika Agama Islam yang sangat sempurna dan universal ini dikerdilkan dengan sebutan Islam Nusantara untuk membedakannya dengan Islam Arab yang mereka nisbatkan sebagai penjajah, abal abal , bahkan goblok ,serta berbagai hinaan lainnya

Setiap mu'min tentu saja yakin 'Haqqul yaqin ' ,bahwasanya salahsatu tujuan utama risalah Islam hadir adalah untuk merombak tatanan kehidupan masyarakat jahiliyyah yang sudah sangat jauh menyimpang dari tujuan hidup yang dicanangkan Al Khalik Alloh SWT. Bukan malah sebaliknya , Islam yang harus menyesuaikan dengan budaya masyarakat Arab jahiliyyah yang berkembang pada masa itu.

Kendati demikian, setiap Ulama tentu mafhum , bahwasanya Islam sangat menghormati 'uruf ' ( Budaya ) yang tumbuh di masyarakat. Bahkan para Mujtahid menetapkan 'uruf sebagai salahsatu sumber hukum Islam selain Al Qur'an, AsSunnah, ijtihad, ijma', qiyas, istihsan dan masholihul mursalah. Selama tentu saja budaya tersebut tidak bertentangan bahkan sejalan dengan prinsip dasar akidah dan 'Maqoosidusy syariah' ( tujuan Alloh SWT menetapkan syariat Islam).
Di awal kelahirannya ,Islam melestarikan beberapa budaya jahiliah, diantaranya 'aqiqah' dan ' khitbah' ( meminang). Dimana menurut hadist yang diriwayatkan dari 'Aisyah r.'anha , meminang merupakan salahsatu dari empat bentuk proses pernikahan yang berkembang dimasyarakat Arab jahiliyyah pasa masa itu. 
Pelestarian budaya tersebut tentu saja dikemas dengan berbagai perubahan agar tidak bertentangan dengan prinsip dasar akidah dan syariat Islam. 
Pelestarian beberapa budaya Arab jahilyyah yang ditetapkan Rasululloh SAW yang tentu saja berdasarkan wahyu dari Alloh SWT, tidak dengan serta merta membuat orang pada saat itu menisbatkannya dengan nama " Islam Arab jahiliyyah " misalnya ( na'udzu billah )

6. Wajar kiranya bila semakin kencang " dugaan " sementara pihak, akan kuatnya hasrat mereka untuk menyesatkan dan memecah belah ummat Islam. Terbukti dari pilihan mereka untuk ' Tawakkuf ' (tidak bersikap) dan terkesan sangat akrab, bahkan membela terhadap berbagai kelompok diluar Islam khususnya syiah . Padahal Para Mujtahid dan Ulama sejak dahulu, demikian pula setiap muslim yang melek sejarah dan memahami kesesatan ajaran syiah tentu mafhum, jika kelahirannya mutlak dibidani yahudi untuk memecah belah persatuan ummat Islam, dengan memanfaatkan konflik antar ummat Islam dimasa pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a.

7. Sayangnya, tidak sedikit Ulama yang mudah mudahan hanya karena kepolosan dan atau karena '" Sami'na wa atho'na " ( baca : Taklid buta ) kepada sang imam, membuat mereka kemudian tidak menyadari jika Islam Nusantara adalah lagu lama dengan judul baru, atau lebih tepatnya reinkarnasi dari kelompok SEPILIS.

Masih segar kiranya dalam ingatan, ketika dimasa lalu, Menteri Agama Munawir syadzali yang didukung beberapa tokoh SEPILIS saat itu, menggulirkan ide " Reaktualisasi ajaran Islam " .
" Ide gila" tersebut digulirkan hanya untuk satu alasan, bahwasanya ada beberapa ajaran Islam yang sudah tidak relefan lagi dengan zaman,khususnya dengan situasi, kondisi dan budaya yang berkembang di Indonesia. 
Begitu luar biasa semangatnya mereka pada waktu itu berupaya melahirkan apa yang mereka sebut dengan " Fiqh ala Indonesia ".
Salahsatu yang ingin dirubah, bahkan berharap bisa di Undang Undang kan saat itu adalah hukum Waris. Dengan merubah hukum Yang Alloh tetapkan 2 : 1 untuk laki laki dan wanita ( Q.S. An Nisaa 12 ) menjadi sama rata. Alasan yang dikemukakan ybs, karena pembagian yang ditetapkan Alloh SWT tersebut hanya cocok untuk masyarakat Arab saat turunnya Al Qur'an.
Sementara menurut ybs, sama rata adalah pembagian yang cocok dengan situasi dan kondisi di Indonesia saat ini..
Padahal seorang bocah tentunya faham,jika ia ingin membeli kopeah, sementara ukuran kopeah ternyata tidak cocok dengan kepalanya, maka sang bocah dan setiap orang yang berakal sehat akan melakukan hal ini : Bila kekecilan, ia akan minta ukuran yang lebih besar, dan jika kebesaran ia akan minta ukuran yang lebih kecil. Artinya, kopeah lah yang harus menyesuaikan dengan kepalanya. Bukan sebaliknya, kepala yang dipaksakan harus menyesuaikan dengan kopeah yang ada.
Dengan kata lain, masyarakat muslim dimanapun didunia ini harus menyesuaikan adat istiadat mereka kepada Islam sebagai Induk ( Sumber hukum utama ) yakni Al Qur'an dan AsSunnah , bukan sebaliknya !
Ini tentunya bila seseorang masih beriman bahwa Al Qur'an dan AsSunnah adalah sumber hukum utama.

8. Mereka sudah seharusnya segera sadar dan berhenti dari menyanyikan Lagu lama yang hanya enak didengar dan membahagiakan mereka yang tidak suka melihat Islam semakin eksis di negeri ini. 

Ummat Islam sudah sangat faham dengan tipu daya semacam ini. Karenanya, upaya untuk menyesatkan dan memecah belah ummat Islam , insya Alloh selamanya tidak akan pernah berhasill, terutama sekali karena janji dan jaminan Alloh SWT: " Mereka membuat makar ( tipu daya ), dan Alloh Maha Kuasa membalas tipu daya mereka itu. Dan Alloh sebaik baik pembalas tipu daya " ( Q.S. Ali Imraan : 54 )

9. Wallohu a'lam bish showab.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Jumat 09.00 sd 15.30


#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation


 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments