Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SEGITIGA BERBAHAYA Hubungan Rahasia antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat Internasional



Hubungan antara Israel dan Iran masih menjadi misteri bagi sebagian besar ahli, meskipun hubungan keduanya berdampak signifikan terhadap situasi keamanan dunia Timur Tengah dan Amerika Serikat. Efek politis dari isu ini membuat sebagian besar pengamat Amerika Serikat menghindar untuk mengkaji isu ini lebih dalam. Hubungan renggang kedua negara—yang sebelumnya bersekutu—ini bahkan dinilai sebagai sebuah fenomena yang tidak dapat dijelaskan ataupun sebagai efek dari konfrontasi ideologis kedua negara tersebut. Selama ini, dampak dari hubungan kedua negara ini terhadap kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat cenderung diabaikan—yang berpengaruh besar pada kepentingan-kepentingan AS. Sementara itu, sebagian besar publik percaya bahwa kunci terwujudnya perdamaian di Timur Tengah adalah penyelesaian konflik IsraelPalestina. Di sisi lain, publik sedikit sekali memberikan perhatian pada persaingan geopolitik antara Israel dan Iran yang berpengaruh signifikan terhadap konflik IsraelPalestina di atas maupun konflik regional lainnya.

Dalam mengkaji naik-turunya hubungan Israel-Iran serta hubungan segitiga keduanya dengan Amerika Serikat, saya memfokuskan diri pada aspek kekuatan-kekuatan dan perkembangan-perkembangan geopolitik daripada aspek ideologi, justifikasi politis sesaat, ataupun perspektif Manichean yang simplisistik. Argumentasi saya adalah bahwa transformasi besar yang terjadi pada hubungan Israel-Iran merupakan akibat dari pergeseran geopolitik yang terjadi—bukan ideologi, dan bahkan suatu resolusi atas rivalitas strategis kedua negara akan memfasilitasi resolusi konflik di wilayah lainnya daripada jalan keluar lainnya.

Konflik terkini antar kedua negara lebih berkaitan dengan pergeseran dan perimbangan kekuatan di Timur Tengah pasca Perang Dingin dan kekalahan Irak pada Perang Teluk I—daripada berkaitan dengan Revolusi Islam pada tahun 1979. Meskipun bagi Israel, Revolusi Iran merupakan suatu bentuk kemunduran, hal tersebut tidak membuat Negara Yahudi berhenti untuk mendukung Iran dan meningkatkan hubungan Israel dengan pemerintahan Khomeini sebagai bentuk perlawanan terhadap musuh-musuh Israel di negara Arab. Ironisnya, ketika para pemimpin Iran menyerukan penghancuran Israel pada tahun 1980, negara Israel dan lobi Yahudi di Washington membujuk Amerika Serikat untuk mengabaikan seruan tersebut. Meskipun semangat para Islamis revolusioner Iran berbeda jauh dengan apa yang terjadi pada tahun 1980 tersebut, saat ini ada beberapa perubahan yang terjadi. Pemerintahan Iran telah menerapkan kebijakan ganda dalam dekade tersebut: pada 1980-an, Iran menjadi negara pendukung terdepan dalam isu Palestina.

Meskipun begitu, retorika Iran terkait isu Palestina ini jarang diikuti oleh kebijakan kongkrit disebabkan kepentingan strategis Teheran—menjaga hubungan baik dengan negara Israel dan memanfaatkan Negara Yahudi untuk membangun kembali hubungan Iran dengan Amerika Serikat—yang bertentangan dengan ideologi negara Iran itu sendiri. Pasca 1991 dan usaha Amerika Serikat dan Israel untuk menciptakan sebuah tatanan baru di Timur Tengah berdasarkan proses perdamaian Israel-Palestina dan kebijakan untuk memperpanjang isolasi Iran, ideologi dan strategi kepentingan negara Iran mengalami ‘persaingan’. Untuk pertama kalinya Teheran berada pada garis terdepan dalam perlawanan terhadap Negara Yahudi. Dalam situasi seperti ini, baik Israel dan Iran telah menggunakan pengaruh mereka masing-masing untuk mengganggu kebijakan politik luar vi negeri Amerika Serikat yang mereka anggap akan memberikan dampak positif bagi pihak lain. Iran cenderung resisten terhadap proses perdamaian Israel-Palestina karena khawatir proses perdamaian tersebut akan mengisolasi negara tersebut di wilayah Timur Tengah. Di sisi lain, Israel juga merintangi dialog AS-Iran karena Israel khawatir Washington akan mengganggu kepentingan keamanan Israel jika Amerika Serikat dan Iran memiliki hubungan langsung. Dua kecenderungan tersebut masih terjadi hingga saat ini dan menjadi memicu berbagai ketegangan di wilayah Timur Tengah.

Buku ini merupakan buku tentang kebijakan luar negeri. Saya memfokuskan diri pada hubungan ketiga negara ini bukan pada perkembangan internal dari ketiganya— meskipun penting—yang memiliki pengaruh kecil atau tidak berpengaruh sama sekali pada kebijakan luar negeri masing-masing negara. Saya juga tidak berusaha menyajikan penjelasan mendalam tentang ideologi yang dianut oleh masing-masing pemimpin dari kedua negara ini. Gagasan dan pandangan hidup dari masing-masing pihak dapat dinilai relevan ketika memberikan pengaruh pada kebijakan luar negeri Israel dan Iran. Namun, pendekatan ini tidak bermaksud untuk mengabaikan sepenuhnya eksistensi ideologi dari masing-masing negara ataupun mempertanyakan keyakinan mereka terhadap ideologi tersebut. Kenyataannya, baik pemimpin Israel maupun Iran memiliki keyakinan yang kuat terhadap ideologi dan pandangan hidup mereka. Apakah keyakinan mereka ini menjadi faktor utama dalam konteks hubungan antara Israel dan Iran tentu saja merupakan persoalan lain.

 

Ditulis oleh TRITA PARSI Diterjemahkan oleh IMAM SOPYAN - 2018

------------------------------------

Tulisan lengkap "SEGITIGA BERBAHAYA Hubungan Rahasia antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat" dapat diunduh di ;
http://www.annasindonesia.com/download



 

#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation


 

Dikutip dari             : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA

Penulis                   : -


Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !..



Comments