Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PAK JOKOWI JANGAN HANCURKAN POLISI KAMI Nasional


Kepolisian adalah aparat penegak hukum di negeri Indonesia. Ia adalah Kepolisian Republik Indonesia. Siapapun menjadi pemimpin di negara Indonesia tetap saja Polisi itu milik bangsa Indonesia secara keseluruhan, milik pejabat, pengusaha, cendekiawan, ulama, ya seluruh rakyat Indonesia. Polisi bukan milik penguasa. Apalagi menjadi tangan kekuasaan.

UU No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian menegaskan jatidiri Polri sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, penegak hukum, perlindungan,  pengayom serta pelayan masyarakat. Titik berat alat negara ini adalah masyarakat. Konsekuensinya ia harus adil dan memahami perasaan 'hukum, politik, dan budaya' masyarakat. Aspirasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat pun mesti dimengerti dan dihargai. Obyektivitas adalah keniscayaan. Merekayasa situasi bukanlah habitatnya.

Di era Pemerintahan Jokowi nampak ada sedikit (atau mungkin banyak) distorsi fungsi. Presiden Jokowi mencoba mengotak atik fungsi kepolisian agar lebih kental nuansa perlindungan bagi kepentingan kekuasaan (dan bisnis) ketimbang pengayoman, perlindungan, dan pelayanan masyarakat. Oknum oknum siap menjadi bagian dari kebijakan jangka pendek seperti ini. Mulai kasus ahok, rekayasa konflik horizontal, penggerusan kedaulatan melalui 'kerjasama' dengan Kepolisian China, penjabat Kepala Daerah, hingga proteksi persekusi.

Bila ini terus berlanjut, maka kemandirian, kewibawaan polisi akan semakin runtuh di depan publik. Polisi dapat terseret oleh arus kompetisi politik sesaat. Pemerintah yang berkuasa selalu lebih mampu mengendalikan dan memanfaatkan. Disinilah bahaya  tengah mengancam yakni distorsi fungsi polisi. 
Karenanya kepada Prediden Jokowi diimbau untuk tidak melakukan politik berwajah dingin dengan menjadikan polisi sebagai bagian dari policy nya. Sekedar untuk bertahan menjadi Presiden dua periode.  
Jangan hancurkan polisi kami dengan memainkan oknum oknum pejabat kepolisian menjadi tangan tangan untuk melanggengkan kekuasaan. Jangan jauhkan Polisi dari masyarakat. Jangan buat rasa benci publik pada Polisi. Polisi adalah bagian dari masyarakat, bagian dari kami. Ia adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Jangan bawa Polisi menjadi kekuatan politik yang siap beradu kepentingan. 

Adalah hak untuk tetap menjabat sebagai Presiden, berkampanyelah dengan prestasi dan meyakinkan masyarakat dengan argumentasi. Bukan dengan cara menakut- nakuti, intimidasi, atau persekusi. Itu hanya akan berakibat pada pribadi yang mempermalukan diri sendiri. Menang dan kalah dalam kompetisi mesti dijadikan kenyataan, bila memaksakan, apalagi dengan menggunakan alat kepolisian,  maka  korban adalah teman sendiri bukan lawan. Rakyat tak pernah kalah dalam sejarahnya. Yang ada sang raja akhirnya jadi pesakitan. Penjara atau eksekusi mati.   
Agar selamat bangsa ini ke depan wahai pak Jokowi jangan hancurkan Polisi kami. Kembalikan ia pada fungsi nya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, perlindungan, pengayoman dan pelayan masyarakat. Polisi adalah sahabat kami, bukan kepanjangan tangan kekuasaan Bapak Jokowi.

Selamat berkompetisi dengan sehat dan menjaga harga diri. 

Mekkah, 29 Agustus 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam Program ANNAS PEDULI LOMBOK

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Mandiri :
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 2237 23714

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Jumat 09.00 sd 15.30


#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation


 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments