Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

POLITIK PROFETIK Nasional

by M Rizal Fadillah

Tergelitik dengan isu pemisahan agama dan politik atau jangan bawa bawa politik ke Masjid,  maka kita faham bagaimana Nabi berpolitik dan apa politik Nabi. Catatan penting yang utama adalah Nabi Muhammad itu seorang Kepala Negara dan dibawah kepemimpinannya dibuat sebuah aturan dasar yang disebut dengan  Konstitusi Madinah. Berisi pasal-pasal kenegaraan termasuk pengaturan mengenai hak-hak warga negara. Pengaruh semakin meluas di bawah kepemimpinan Khalifah penggantinya. Kekuasaan menjadi sarana penting bagi penegakkan agama dalam dimensi kesejarahan. Artinya kekuasaan politik itu melekat dengan ajaran agama sejak awal.

Kajian Qur'an kaitan kepemimpinan politik lebih dalam. Nabi Daud dan  Sulaeman adalah Raja. Nabi Yusuf itu Menteri. Sebagai Penguasa yang adil dan menjadi teladan. Sementara Nabi Ibrahim dan Nabi Musa adalah pemimpin yang melawan penguasa yang zalim Namrud dan Fir'aun. Islam mengatur tentang kewajiban menunaikan amanah, adil, jangan dusta, maupun sumpah sumpah yang harus dijalankan. Surat Al Hadid 25 memberi sinyal para Nabi diberi bekal aturan (norm), mengadili, serta menjalankan pemerintahan (executive power). Semuanya dalam rangka menunaikan misi da'wah menegakkan kebenaran dan menindak kemungkaran.

Nabi diutus untuk menjadi pemimpin yang transparan (syahidan), membahagiakan dan menyejahterakan (basyiron), memberi peringatan" (nadziron), menegakkan kebenaran Ilahi (daiyan illallah) dan menjadi penerang jalan (siroojan muniiron). Kepemimpinan politik profetik selalu mengarahkan pada kebenaran, keadilan dan kepatuhan keagamaan. Kebahagiaan dunia dan akherat. Inilah yang membedakan dengan kepemimpinan politik sekuler atau liberal  yang orientasinya  hanya pada  pembangunan materiel semata. Infrastruktur.

Karena politik profetik itu mulia, maka mesti tersosialisasi dimanapun. Di ruang privat maupun publik baik itu dalam diskusi, pidato kenegaraan, majelis ta'lim atau khutbah di   masjid-masjid. Tidak perlu menjadi alergi sehingga memilah-milah antara agama dan politik. Apalagi mengkategorikan radikal, fundamental, ekstrim dan lainnya.   Berceramah di masjid dengan menyinggung politik khususnya politik profetik adalah sesuai dengan tuntunan syariat agama.

Politik profetik tidak mungkin kotor dan meracuni masyarakat. Sebaliknya politik pragmatik yang menggeserkan makna politik bijak "policy" menjadi politik terbajak "policik". Ini yang membuat masyarakat menjadi bermental budak, senang duit, atau suka digiring-giring. Dalam bahasa sekarang menciptakan masyarakat yang tak berakal sehat. Pemimpin politik pragmatik meracuni dan merusak fikiran, jiwa, dan etika politik rakyat.

Agar Indonesia yang mayoritas umat Islam semakin kuat,  maju, dan menang, maka kesadaran politik profetik ini wajib ditransformasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menjauhi apalagi memusuhi adalah ciri kelemahan iman dan akal. Indonesia tak akan maju dan menang. Situasi gamang dan berada di atmosfir politik yang remang-remang.

Berjoget dengan banyak keharaman dan bayang bayang.


*29 Maret 2019*

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments