Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KETIKA LEMBAGA SURVEI TERDEGRADASI Nasional


 

Oleh: Abu Muas Tardjono (Pemerhati Masalah Sosial)

Kegaduhan politik yang terjadi pasca proses pencoblosan pilpres dan pileg 2019 sebagai akibat dari telah disiarkannya Quick Count (QC) lewat tayangan di layar kaca atas hasil beberapa Lembaga Survei (LS) telah menyisakan kondisi ketidaknyamanan di masyarakat.

LS yang nota bene merupakan kumpulan orang-orang berilmu, seharusnya produk survei yang dihasilnya dapat dipergunakan bagi kepentingan orang banyak tanpa menimbulkan gejolak sosial.

Namun sayang, ternyata Lembaga-Lembaga Survei yang ada tak bisa kita andalkan keberadaannya. Ironisnya, kondisi LS yang ada saat ini pasca kegaduhan terasa terdegradasi dengan mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat dalam bentuk masyarakat tidak mempercayai lagi LS bahkan lebih sakit lagi jika masyarakat menjulukinya dengan istilah  Lembaga Survei Abal-Abal.

Padahal dalam Islam,  keterkaitan dan keterikatan ilmu dengan iman tak dapat dipisahkan. Ilmu dalam Islam menempati posisi yang sangat vital, seperti yang tersirat dan tersurat dalam firman-Nya: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Mahateliti apa yang kalian kerjakan" (QS. Al Mujadalah:11).

Pertanyaannya, jika janji Allah mutlak kebenarannya bahwa Dia menjanjikan akan meninggikan beberapa derajat kepada orang yang beriman dan berilmu, tapi realitanya terlihat orang-orang yang berilmu malah terdegradasi? Adakah yang salah dari sikap dan perilaku orang-orang yang berilmu selama ini? Atau sebagian orang-orang yang berilmu yang tergabung dalam lembaga survei sudah mulai menuhankan akalnya? Na'udzubillah min dzalik.

Memang, tidak mudah untuk bangkit kembali dari posisi degradasi yang telah mendapatkan sanksi sosial dalam bentuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga survei, kecuali orang-orang yang terlibat di dalamnya punya komitmen kuat untuk bangkit kembali agar memperoleh kepercayaan masyarakat dengan senantiasa mengaitkan ilmu dengan iman.

Untuk menutup tulisan ini, marilah renungkan dan hayati pesan Rasulullah SAW dalam sabdanya: "Barangsiapa yang bertambah ilmunya tapi tidak bertambah petunjuknya, maka tidak akan bertambah kecuali dia akan makin jauh dari Allah Subhanahu Wata'ala"(HR.al-Dailami)

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Abu Muas Tardjono
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments