Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

meng-Kritik Arsitek, meng-Kritisi karya Arsitektur #2 Nasional


PESAN, TANDA dan MAKNA dalam perwujudan Arsitektur Ruang Publik

sambungan 

Serie 2: ’meng-Kritik Arsitek, meng-Kritisi karya Arsitektur'.


diolah oleh : 

Dr. Tendy Y. RAMADIN, S.Des., M.T. (Arch.) 

Staf Pengajar Kelompok Keahlian Manusia dan Ruang Interior - ITB, 
Arsitek sejumlah Masjid, Sekolah/Sekolah Peradaban/Universitas Islam/Islamic Society, 
Anggota Tim Arsitek YPM Salman ITB,
Ketua 3 Bidang Pendidikan dan Latihan serta Riset dan Pengembangan ANNAS.


Bagian 3

Teladan pun bisa kita peroleh melalui petatah petitih guru. Guru kami pak Ahmad Noe’man rahimahullah, arsitek masjid Salman ITB yang ‘melegenda' sebagai ‘arsitek seribu masjid’, banyak mencontohkan sikap kesadaran dan sensitivitas yang paripurna. Dengan rendah hati beliau kerap mampu menekan ego, bahkan ketika memperoleh kritik dan masukan, misalnya tentang bentuk, warna dan banyak lagi.

Pesan menghindari kemudharatan lebih utama bagi beliau. Kejelian menganalisis pengguna, sense terhadap kepentingan user, menjadi bagian penting dari karya arsitektur karena sejatinya merancang karya arsitektur adalah dialog antara manusia dan ruang. Sebagai misal adalah manakala kita memahami ruang sekadar sebagai 'space', atau meningkat menjadi sebuah 'place' sampai kepada tataran simboliknya sebagai 'palace'. Predikat yang disematkan baru saja menunjukkan bahwa ruang berpotensi memiliki ‘ruh’.  Bahkan sangat relatif mudah memahami perbedaan sebutan 'house' dan 'home', bagi pengguna ruang dengan basis 'ikatan bathiniah' nya terhadap ruang yang dimaksudkan.

Kehadiran 'ruh' yang dibangun, tidak sekadar 'simbol' mati yang luput dalam menggerakkan manusia ketika beraktivitas di dalam areanya.

Pak No’eman beberapa kali mempertimbangkan ayat Kauniyah dalam karya-karyanya. Kauniyah berasal dari kata ‘kaana’ yang maknanya adalah bukti. Secara istilah Kauniyah maksudnya adalah ayat-ayat Allah yang tidak terfirmankan atau terucapkan atau tertuliskan namun bisa dibuktikan melalui keadaan atau pun kejadian. Seorang mukmin yang mencari ‘kebenaran’ bukan ‘pembenaran’ tak hanya sekadar mencari kebesaran Allah melalui ayat-ayatnya di dalam Al-Qur’an melainkan juga mencari ilmu dan kebesaran Allah melalui alam semesta. Ayat Qauliyah dan Kauniyah alih-alih bertentangan satu sama lain malahan saling melengkapi. 

“…tatapan teduh mata Rasulullah SAW ketika khutbah, beradu pandang langsung dengan para sahabat rahimahullah. Sebuah komunikasi multi arah yang membangun kedekatan sebagai manifestasi ukhwah fillah, persaudaraan karena Allah…”,, kalimat bijak yang saya ingat.

Kemampuan arsitek membaca ayat Kauniyah seperti itu di masa sekarang kian pudar bahkan sirna manakala didapati banyak siluet dalam arsitektur interior mihrab yang diterpa cahaya berlebih. Salah satu masjid yang populer di kota Padalarang, Jawa Barat sebagai contoh, mihrab nya di waktu tengah hari akan memberikan efek serab (silau) bagi imam yang memimpin shalat berjamaah akibat pantulan cahaya matahari terhadap air yang menggenang di kolam bagian bawah ‘segitiga mihrab’. Pak Noe’man bukan membahas simbol, namun membahas dari aspek praxisnya dan keutamaan mencontoh adab Rasulullah SAW.

Ketika Rasulullah SAW menjalankan tugas dari Sang Khaliq untuk memindahkan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram, nampaknya mengandung pesan agar Islam lebih kokoh dan tidak serta merta mengikuti  pihak yang lain. Sekali lagi ruang Masjid dan orentasinya, punya pesan, tanda dan makna. Bukan hanya tersurat namun juga tersirat.  (jazakallahu khairan kang Fauzan Noe’man atas ‘pencerahannya' kemarin).

Lagi-lagi menyoal ‘segitiga illuminati’, pada prinsipnya saya agak sedikit paham soal segitiga, Saya pun tidak pernah berhenti kagum terhadap konsep segitiga Habluminallah, Habluminannas, Habluminal’alam.  Saya sebagai ‘santri yang nyantrik’ agak paham juga dengan pola segitiga dalam karya visual Prof. Ahmad Sadali rahimahullah, salah seorang pendiri Masjid Salman ITB, maupun penjelasannya tentang konsep penataan kota kuno yang berbasiskan bentuk segitiga….sehingga rasanya tidak perlu kita lantas menjadi phobia dengan bentuk segitiga sepanjang konteksnya masih konsisten dalam perjalanan mencari kebenaran dan bukan  pembenaran. 

Bentuk segitiga dan piramida tidak selalu salah...., yang keliru adalah jika direkayasa untuk membangun ikon-ikon yang bertentangan dengan nilai dan keyakinan Islam....Kita harus perangi shape dan morfologi bentuk yang mengarah pada kelompok anti-Islam. That is the point. (jazakallahu khairan kang Ade Garnandi atas 'diskusi kecil'nya via WhatsApp kemarin).  Jadi jika ada keterlanjuran yuk kita perbaiki, kita revisi dengan optimalisasi,…karena jika kita temukan kesalahan itu berulang-ulang rasanya itu bukanlah kebetulan. Raih ‘ruh’ itu dengan benar, karena jika tidak kita ‘gagal’ menjadi arsitek yang bener (benar). 

Masjid adalah magnet. Islam adalah sistem holistic yang memberikan edukasi untuk ummat, bukan sekadar berlindung di balik dalih estetika semata! 

bersambung...

...Wallahul muwaffiq ila aqwamit-thariiq, billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
 

Bandung, waktu Dhuha pagi hari 9 Syawal 1440 H.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Dr. Tendy Yulisca Ramadin S.Sn.,MT
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments