Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KEHADIRAN NU'AIM DISAAT KRITIS Oase Iman


 

Pelajaran yang bisa diambil dari perang Ahzab adalah kehadiran tiba-tiba Nu’aim bin Mas’ud menimbulkan kekacauan di pihak Ahzab, yakni kelompok Quraisy, Yahudi, Gatafan dan lain-lain. Kelompok Ahzab ini sangat besar sekitar tiga kali lipat dibanding penduduk Madinah, yang terdiri orang beriman, orang tua, wanita dan anak-anak termasuk di dalamnya orang-orang munafik dan Yahudi yang tidak berpihak kepada umat Islam. 

Umat Islam dalam kondisi kritis, yang akibat keadaan sulit itu Rasulullah SAW menyetujui strategi sulit dengan membuat parit sebagai usulan Salman.  Dalam proses pembuatan parit yang melelahkan telah terjadi pemisahan pada masyarakat Madinah yakni pamitnya orang-orang munafik dan juga pengkhianatan orang Yahudi bani Quraizah yang membela keompok Ahzab.

Kekompakan kelompok Ahzab yang sangat besar yang semula solid itu kemudian terbelah akibat kehadiran Nu’aim. Nu’aim sendiri adalah bagian dari kelompok Gatafan yang sebenarnya tergolong tidak terlalu punya permusuhan dengan umat Islam. Atas pertolongan Allah kepada umat Islam dalam keadaan sulit tiba-tiba Nu’aim masuk Islam dan bersedia ditugasi apa saja oleh Rasulullah SAW, dan tugasnya memecah kekuatan Ahzab dari kelompok Yahudi Quraizah dengan Quraisy dan Gatafan serta lainnya. Ketika Nu’aim ditanya mengapa tiba-tiba masuk Islam ia menjawab karena selama pengepungan yang dilakukan kelompok Ahzab kepada umat Islam ia menyaksikan perbuatan luhur dan ibadah-ibadah umat Islam, senantiasa membaca alqur’an yang menunjukkan nilai akhirati yang jauh dari kepentingan dunia sebagaimana kelompok Ahzab. 

Perpecahan pendapat kelompok Ahzab telah melemahkan mereka untuk bisa menyerbu dari benteng bani Quraizah dan kemudian dilanjutkan dengan datangnya angin taufan yang memporak-porandakan kemah-kemah mereka. Akhirnya mereka pergi meninggalkan Madinah dengan kekalahan tanpa peperangan umum dan bani Quraizah sebagai penduduk Madinah yang berkhianat juga mendapat hukuman. 

Indonesia dalam keadaan perlu kehadiran seorang Nu’aim yang bisa berfikir jernih dan masuk dalam area yang benar sehingga kebenaran muncul sebagai pemenang. Kisah ini bisa menjadi contoh bahwa umat Islam hanya perlu bekerja serius menjalankan kebenaran perintah-Nya dan Allah menentukan kehendak-Nya dengan jalan yang tidak diketahui manusia.


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments