Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MURSI DAN BA'ASYIR Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Mursi setelah dipenjara 6 tahun pasca di kudeta Jenderal Abdul Fatah El Sisi telah meninggal dunia di depan persidangan Pengadilan Mesir. Kematiannya tentu menggegerkan dunia, khususnya dunia Islam. Mursi adalah Presiden terpilih secara demokratis yang mewakili kubu Islam "Ikhwanul Muslimin". Bersemangat menegakkan syariat Islam dalam demokrasi yang mengantarkannya ke kursi kepresidenan. Kudeta militer menjatuhkan dan memenjarakannya. Dihina rezim, dianiaya dan diperlakukan dengan zalim. Mushaf Qur'an yang dirindukannya tak bisa disentuhnya. Memang biadab rezim El Sisi. Mursi meninggal di persidangan yang disaksikan rakyat Mesir dan dunia. Insya Allah sebagai pejuang Islam kematiannya mulia dan syahid. 

Adanya kisah penjara dan syari'at Islam  terbayang orang tua yang hingga kini masih mendekam di penjara Ustad Abubakar  Ba'asyir. Rencana pembebasan atas dasar kemanusiaan batal terjadi. Jokowi manarik ludahnya sendiri. Yusril yang akan menjadi pahlawan pembebasan tidak berhasil. Malah semakin tenggelam membela rezim yang masih menahan Ba'asyir. Tuduhannya berat sebagai gembong teroris, padahal menurutnya memegang dan melihat bom saja tak pernah. Bahwa ia berjuang demi syariat Islam diakuinya. 

Orang apalagi penguasa kini mungkin melupakan dirinya yang berada di penjara. Kemanusiaan yang memanggil bagai tak ada yang mendengarkan. Ia sudah renta. Tak mungkin jatuhkan rezim. Apalagi jadi tahanan yang bisa  pelesiran seperti Setia Novanto. 

Mursi difitnah ini itu soal pembunuhan, soal Hammas, spionase dan pelanggaran HAM lainnya. Intinya adalah ketakutan rezim yang justru telah membunuh demokrasi dan melanggar HAM. 
Ba'asyir bukan Mursi. Ia bukan Presiden yang digulingkan apalagi mampu menggulingkan. Ikut kompetisi capres juga tidak. Kesalahan hanya "pendanaan" yang dihubung hubungkan dengan terorisme. Tentu kita tak setuju dengan aksi  teroris tapi terorisme sebagai ideologi global telah banyak menelan korban. Amerika adalah pimpinan perang "isu terorisme". Pemerintah di berbagai belahan dunia ikut menjadi kepanjangan tangannya. Saking hebatnya  model yang diskenariokan maka telah muncul teori analisis yang namanya "Teori Konspirasi". 

Mursi meninggal di persidangan sebagai puncak dari penyiksaan fisik dan psikis rezim El Sisi. Dunia akan menyoroti lebih dalam ke depan. 
Ba'asyir demi kemanusiaan pernah akan dibebaskan karena jika sampai meninggal di tahanan maka Indonesia khususnya pemerintah akan mendapat sorotan pula. Oleh karenanya dengan pelajaran Mursi di Mesir ada baiknya Pemerintah mempertimbangkan kembali realisasi pembebasan orang tua renta  Abubakar Baasyir tersebut.  
Semata demi kemanusiaan, karena sila kedua Pancasila adalah "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab".
 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 19 Juni 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments