Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PARA IMAM BISA BERBAHASA BUGIS, SUNDA, DAN MADURA Editorial



 

BANYOLAN SYIAH PART 3

Para Imam Bisa Berbahasa Bugis, Sunda, dan Madura
 

Hal yang sangat menonjol pada agama syiah adalah pengkultusan terhadap imam-imam mereka yang dua belas, sehingga mengangkat mereka pada derajat yang lebih tinggi darpada derajat para Nabi.

ILMU PARA IMAM SYIAH LEBIH HEBAT DARIPADA ILMU PARA NABI

            Terlalu banyak pernyataan syiah yang menunjukan pengkultusan berlebihan terhadap para imam mereka. Salah satunya, pernyataan yang menunjukan luasnya ilmu para imam sampai-sampai menyamai, bahkan melebihi ilmu para Nabi. Pernyataan mereka mengenai hal ini, sebagaimana yang termaktub dalam kitab Ushuul Al-Kaafi (karya Al-kulaini).

“Bab bahwasanya para imam mewarisi ilmu Nabi Saw dan seluruh nabi dan orang-orang yang mewasiatkan sebelum mereka” (Ushuul Al-Kaafi I/280).

Ini menunjukan para imam lebih hebat dari kebanyakan nabi da rasul. Pasalnya dikatakan seluruh ilmu para nabi sebelumnya terkumpul pada para imam. Namun tidak ada dalil yang menunjukan setiap nabi mengumpulkan ilmu para nabi sebelumnya. Jikapun mengumpulkan ilmu seluruh nabi seluruhnya nabi sebelumnya maka juga tidak ada dalil terkumpulnya ilmu seluruh nabi sesudahnya. Oleh karena itu, ilmu para imam lebih hebat dari ilmu mayoritas nabi.

ILMU PARA IMAM SYIAH LEBIH HEBAT DARIPADA ILMU RASULULLAH

Meskipun dalam beberapa riwayat menunjukan ilmu Ali bin Abi Thalib Ra (imam pertama kaum syiah) sama dengan ilmu Rasulullah Saw, dan kaum syiah terkadang masih canggung dan malu-malu untuk menyatakan ilmu para imam lebih tinggi daripada ilmu Nabi Saw tetapi banyak riwayat yang menunjukan para imam mereka lebih tinggi ilmunya daripada ilmu Nabi saw. Riwayat tersebut antara lain :

Riwayat dari Abi Abdillah (Imam Ja’far Ash-Shadiq) dimana ia berkata :

“Sesungguhnya Allah menciptakan para rasul ulul ‘azmi, dan Allah memulyakan mereka dengan ilmu, dan kami mewarisi ilmu para rasul ulul ‘azmi tersebut, dan Allah memulyakan kami diatas mereka pada ilmu mereka dan ilmu Rasulullah Saw dengan ilmu yang mereka tidak ketahui. Ilmu kami adalah ilmu Rasulullah dan ilmu mereka (para rasul ulul ‘azmi).” (Bihaar Al-Anwaar 26/193).

Selain itu banyak riwayat yang menunjukan ilmu para imam lebih hebat daripada ilmu Nabi SAW, antara lain sebagai berikut:

  1. Bab bahwasanya para imam tidak terhalangi dari ilmu langit dan bumi, surga dan neraka, dan bahwasanya ditampakkan kepada mereka perbendaharaan langit dan bumi. Mereka mengetahui ilmu yang lalu, dan ilmu yang akan datang hingga hari kiamat. (Bihaar Al-anwaar 26/109)
  2. Para imam mengetahui seluruh ilmu Nabi dan Rasul, bahkan ilmu para malaikat. Al-Kulaini membuat sebuah bab: bahwasanya para imam mengetahui seluruh ilmu yang keluar kepada para malaikat, para Nabi, dan para Rasul. (Ushuul Al-Kaafi 1/310)
  3. Para imam mengetahui isi hati manusia apakah mereka beriman atau munafik. Al-Majlisi berkata: Bab bahwasanya para imam mengetahui tentang hakikat iman dan kemunafikan orang-orang. Disisi mereka ada kitab tertulis nama-nama penghuni surga dan nama-nama syiah (penolong) mereka, serta nama-nama musuh-musuh mereka. (Bihaar Al-Anwaar 26/117)
  4. Para imam syiah mengetahui seluruh bahasa manusia yang ada di dunia ini, sementara Nabi SAW tidaklah demikian. Diantara banyolan kaum syiah adalah meyakini bahwa imam-imam mereka mengetahui seluruh bahasa. Oleh karena itu, para imam memiliki seluruh kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah dan mereka mampu untuk membacanya. Al-Kulaini membawakan sebuah bab:

Bab bahwasanya para imam di sisi mereka seluruh kitab-kitab yang turun dari sisi Allah SWT, dan bahwasanya mereka mengetahui kitab-kitab tersebut meskipun bahasanya berbeda-beda. (Ushuul Al-Kaafi 1/283).

Bahkan para imam syiah bukan hanya mengerti bahasa kitab-kitab para Nabi, namun juga menguasai seluruh bahasa dan berbicara dengan bahasa tersebut. Al-Majlisi berkata: bab bahwasanya para imam mengetahui seluruh lahjat dan bahasa, serta mereka berbicara dengan bahasa-bahasa tersebut. (Bihaar Al-Anwaar 26/190).

Lalu Al-Majlisi menyebutkan riwayat-riwayat yang menyebutkan hal ini, diantaranya sebagai berikut: Al Hasan bin Ali Ra berkata: sesungguhnya Allah memiliki dua kota salah satunya di timur dan yang lainnya di barat. Pada kedua kota tersebut ada pagar dari besi, dan pada setiap kota ada satu juga pintu yang kedua gerbang pintunya dari emas. Pada kota tersebut ada 70 juta bahasa. Masing-masing berbicara dengan bahasa yang berbeda. Dan aku mengetahui seluruh bahasa, dan apa yang ada pada kedua kota tersebut, apa yang ada diantara kedua kota tersebut serta tidak ada diatas kedua kota tersebut hujjah (imam) selain aku dan saudaraku Al Husain. (Bihaar Al-Anwaar 26/192).

Oleh karena itu imam mereka bisa berbicara bahasa bugis, bahasa sunda, bahasa jawa, bahkan bahasa madura. Para imam sangat fasih berkata, ‘mandre’ dan ‘tindro’, fasih mengucapkan ‘monggo pinarak’, juga fasih mengucapkan ‘mangga’. Aya aya wae dasar orang syiah.  

 

Dikutip dari             : Buku Banyolan Syi’ah Imamiyah​ / Penyadur : ANNAS Media

Penulis                   : Firanda Andirja Abidin, Lc.,MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments