Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BATALKAN IMPOR REKTOR Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Dari baja sampai garam impor. Alasan bisa dibuat macam macam. Yang menjadi fakta adalah semangat kemandirian rendah dan yang memprihatinkan yaitu merosotnya jiwa nasionalisme penyelenggara dan pemimpin negara. "Saya Pancasila saya Indonesia" berkata sandi "bulshit". Para pedagang selalu berfikir untung. Namanya juga jual beli. Tapi mengelola negara ala pedagang sangat berbahaya. Nasionalisme pun bisa dijual bebas. 

Rektor PTN tahun 2020 akan impor juga. Menristekdikti menyatakan Presiden sudah setuju. Alasannya kita butuh Rektor asing yang berkualitas.  Sungguh alasan kualitas atau kualifikasi itu melecehkan kemampuan sumber daya negara sendiri. Kita merdeka sudah 74 tahun dengan hampir lima ribu Perguruan Tinggi, ironi jika harus mengimpor Rektor. Perguruan Tinggi  Negeri lagi. Mengatur negara kok seperti bermain-main tanpa idealisme. Rektor asing mana faham ideologi.  Faktor penting edukasi. Komentar nyinyir beragam setelah impor Rektor, impor Gubernur, lalu sekalian impor Presiden. Ejekan seperti ini menunjukan bahwa kebijakan tersebut memang "berkualitas rendah". 

Pilpres berbarengan Pileg 2019 memakan biaya mahal hingga 25 Trilyun. Hasilnya tidak istimewa malah gonjang ganjing. Belum lagi korban ratusan tewas. Sungguh dramatis. Muncul pemikiran untuk kembali ke pemilihan oleh MPR meski ini artinya semangat awal untuk  berdemokrasi langsung harus dianulir. Kaitan dengan impor imporan becandaan itu Presiden impor sebenarnya ada peluang setelah pasal 6 UUD 1945  "orang Indonesia asli" diamandemen. Hanya karena ada syarat harus WNI sejak lahir sedikit menyulitkan "perusahaan" importir. 

Sekedar untuk memajukan PT apalagi Negeri rasanya tidak perlu sampai mengimpor Rektor . Lagi pula proses pemilihan rektor mesti melibatkan bagian dari civitas academica. Cukup tenaga Dosen saja. Bahwa adanya niat ingin memperkuat jaringan internasional Kementrian Dikti dapat memfasilitasi maksimal. Bila perlu memiliki konsultan ahli asing. Lebih profesional dan proporsional. Pemimpin puncak PTN asing akan menghambat  komunikasi efektif. Beda budaya menjadi hambatan psikologis tersendiri. Atau Rektor asing itu diperlukan untuk merealisasikan program deradikalisasi ? Jangan jangan malah justru Rektornya yang  liberal dan radikal he he 

Moga Menristekdikti M Nasir diganti agar program impor imporan Rektor menguap dengan sendirinya. Proposal untuk jadi Menteri lagi baiknya ditolak. Tidak terlalu menonjol  prestasinya. Yang diprogramkan malah kontroversial soal radikalisme kampus lah, rektor asing lah. Kita usulkan Pak Nasir jadi Rektor di luar negeri saja  Amerika misalnya, untuk membuktikan yang bersangkutan memang berkualitas dengan fikiran fikiran cerdas dan cemerlang. 
Berkelas dunia.

*) Pemerhati Politik
 

3 Juli 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments