Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MENELADANI AKHLAK RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM #3 Oase Iman



 

Tawadhu’

Di dalam kitab Ar Rahiq Al Mahtum dikisahkan bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah didatangi utusan Quraisy, Uthbah bin Rabi’ah. Utusan tersebut berkata kepada Rasulullah, “Wahai keponakanku, engkau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya engkau kehendaki? Jika yang kau kehendaki adalah harta, maka akan kami kumpulkan seluruh kekayaan kami, jika kau inginkan kemuliaan maka akan kami muliakan engkau, jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, maka akan kami carikan obat untukmu, jika kau menginginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa di kota kami”.

Setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendengar ucapan orang musyrik ini, tidak sedikitpun beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Uthbah telah menghentikan ucapannya, dengan nada lembut Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya, “Sudah selesaikah engkau, wahai Abul Walid?”

“Sudah.” kata Uthbah.

Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca surat Fushilat, ketika sampai pada ayat sajdah, maka beliau bersujud. Sementara itu Uthbah hanya duduk mendengarkan Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Nabi sampai menyelesaikan bacaan dan sujudnya.

Jika kita renungi, bagaimana metode Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyimak perkataan yang diuraikan Uthbah bin Rabi’ah maka kita akan menemukan bahwa beliau memiliki jiwa yang bersih serta akhlak yang begitu indah, bahkan tarhadap lawannya sekalipun Rasulullah masih menunjukan sikap santun beliau.

 

Jujur

Di dalam hadits disebutkan :

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلىَ البِرِّ وَإِنَّ البرَّ يَهْدِيْ إِلىَ الجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتىَّ يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِيْقاً وَإِيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ يَهِدِى إِلىَ الفُجُوْرِ وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إِلىَ النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيتَحَرَّى الكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذاباً

Artinya : Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah :“Kalian harus jujur karena sesungguhnya jujur itu menunjukan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada jannah. Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada keburukan dan keburukan itu menunjukkan kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk berdusta sehingga ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta.” (H.R. Muslim).

Sifat mulia Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lainnya, dikisahkan bahwa beliau tidak pernah berbohong. Bahkan, ketika beliau masih menjualkan barang dagangan Khadijah, beliau senantiasa menyebutkan dengan jujur modal yang beliau gunakan untuk barang dagangannya kepada pembeli yang akan memberikan lebih atau tidak pada barang yang dibelinya, sehingga pada saat itu beliau dikenal sebagai pedagang atau pebisnis yang jujur.

Di era modern seperti saat ini, mungkin tidak banyak ditemukan pedagang yang jujur seperti Rasulullah.Karena kejujuran beliau, sehingga beliau sangat dikenal baik dalam buku sejarah Eropa maupun umat islam itu sendiri sebagai satu-satunya manusia yang memiliki gelar “Al Amiin”.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallampernah bersabda:

إنما بعثت لاتم مكارم الأخلاق

Artinya : “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”.(H.R. Al-Baihaqi dan Al-Hakim).

Benar saja, apa yang beliau sabdakan telah beliau aplikasikan sehingga menjadi suri tauladan yang baik bagi umatnya sebagaimana firman Allah Ta’ala,

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ۬ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأَخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرً۬ا

Artinya : “Sesungguhnya telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah itu tauladan yang baik, yaitu bagi orang yang senantiasa mengharapkan (keridhaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat dan banyak berdzikir kepada Allah.” (Q.S. Al-Ahzab [33] : 21).

Sebagai seorang muslim, sudah seyogyanya bagi kita untuk meniru akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sehingga kita bisa merasakan hidup indah bersama ahlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ۬

Artinya : “Dan sesungguhnya kamu benar-benar mempunyai akhlak yang agung.” (Q.S. Al-Qalam [68] : 4).

Sungguh, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallamadalah manusia paling mulia, manusia pilihan Allah Ta’ala yang tidak akan pernah kita temukan dalam sejarah kehidupan manusia.

Ini adalah sebuah keuntungan bagi kita sebagai umat manusia, karena memiliki banyak kesamaan antara Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan kita. Beliau bukanlah malaikat, manusia tidak akan bisa meneladanijika beliau berasal dari kalangan malaikat.

Beliau hanyalah seorang manusia biasa, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk menolak ajaran yang beliau bawa.

Allah Ta’ala berfirman:

قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۟ بَشَرٌ۬ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمۡ إِلَـٰهٌ۬ وَٲحِدٌ۬‌ۖ

Artinya : “Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa…“. (Q.S. Al-Kahfi [18] : 110).

Semoga kita semua menjadi pribadi yang memiliki akhlak mulia sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam teladankan. Aamiin


 

 

Dikutip dari             : mirajnews.com​

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments