Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

UPAYA MENGGAGAL-PAHAMI GRAND SYEIKH AL-AZHAR Editorial



Sigabah.com – (Bandung). Sejak kedatangan hingga hari Selasa (23/2/2016), kunjungan kerja Grand Syeikh Al-Azhar di Indonesia kian meluas dan tak henti-hentinya menjadi pembicaraan masyarakat, bukan hanya di Indonesia. Pemberitaan itu kian marak ketika disusul isu pernyataan beliau tentang “Sunny dan Syiah Adalah Bersaudara”. 

Isu ini dianggap menjadi angin segar bagi kaum Syiah dan Pro-Syiah di Indonesia, karena itu terlalu sayang kalau disia-siakan begitu saja. Kesempatan emas ini mereka gunakan dengan “menggoreng” isu itu hingga terasa renyah, seperti dilakukan media Syiah ahlulbaitindonesia.or.id dan satuislam.wordpress.com atau media pro-Syiah voa-Islamnews.com (cloning voa-islam.com) dan liputanIslam.com.

Media resmi ormas Syiah Ahlul Bait Indonesia (ABI) membingkai isu itu dengan judul: Syiah Bagian Dari Islam.” Sebelum merujuk pemberitaan kemenag, ABI mengabstraksi: “Slogan “Syiah Bukan Islam”, akhir-akhir ini marak dikampanyekan oleh sejumlah orang, baik melalui spanduk, artikel di internet maupun dalam sejumlah tablig akbar dengan tema khusus slogan tersebut, yang hampir tiap minggu kita dapati di seluruh pelosok negeri ini. Namun, slogan “Syiah Bukan Islam” hari ini dimentahkan oleh Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb yang menilai bahwa tidak ada masalah prinsip yang menyebabkan kaum Syiah keluar dari Islam. (http://www.ahlulbaitindonesia.or.id/berita/syiah-bagian-dari-islam/)
 

Gagal paham terhadap pernyataan Grand Syeikh Al-Azhar atau sengaja mengutip sepotong-sepotong pernyataan beliau itu, kemudian ditanggapi oleh Mahasiswa S2 Al Azhar, Mesir, Ustadz Moehammed Hidayatulloh, yang mendapatkan telepon dari salah seorang petinggi Masyikhah (kantor Grand Syeikh Al-Azhar), diminta untuk segera menerjemahkan sejumlah berita yang tersebar di media-media Indonesia ke dalam bahasa Arab. Tanggapan selengkapnya dapat ditelusuri di link berikut ini:

Uniknya, berbagai media online, baik kubu Syiah maupun “kubu netral” yang mengangkat isu pernyataan Grand Syeikh itu, semuanya merujuk kepada lansir laman Kemenag (Kementrian Agama) pusat. Isu itu diangkat ke permukaan dengan satu angel dan judul yang relatif seragam. Apakah itu mengindikasikan bahwa petinggi Kemenag pusat pro Syiah?  Telusuri jawabannya hanya di sigabah.com.

 

Dikutip dari             : Sigabah.com

Penulis                   : Amin Muchtar, Anggota Dewan Syuro ANNAS
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments