Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BAGHDADI MATI Internasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Setelah lelah mengolah mainan ISIS akhirnya selesai "life time" Abubakar Al Baghdadi. Di Idlib dibunuh dengan pengeboman, konon "bunuh diri". Amerika teriak telah  sukses menghancurkan markas ISIS. Dunia sebenarnya senyum senyum saja meski jengkel luar biasa atas perilaku Amerika yang  untuk kesekian kali sukses menghancurkan dunia Islam. 
Babak permainan selesai dulu. 

Saat menciptakan "monster" Al Qaida dahulu AS asyik otak atik isu terorisme. Setelah Aghanistan dan Irak hancur, maka Osama bin Laden tokoh Al Qaida pun dimatikan juga. Biaya yang dikeluarkan sudah "break even point" bahkan sudah untung besar dengan menyedot dana ketakutan dunia Islam oleh hantu terorisme. 
ISIS adalah ciptaan baru yang dimulai dari deklarasi kekhalifahan Al Baghdadi. Suriah negara yang ditakuti Israel, seperti Irak masa Saddam Husein dulu, akhirnya dihancurkan pula. Luluh lantak. 

Baik di Irak maupun di Suriah bersamaan dengan Al Qaida dan ISIS maka kelompok Syi'ah menjadi "pion strategis" Amerika. Intelijen Israel sangat aktif turut mengolah dan "membina". 
Hilary Clinton membuka aib Amerika soal Al Qaida dan ISIS, Vladimir Putin dengan enteng menyebut terorisme sebagai produk Amerika dan (umat) Islam menjadi tertuduh yang empuk. 

Kemana arah permainan Amerika selanjutnya dan monster apa yang akan diciptakan lagi, masih perlu pemantauan seksama. Iran atau Asia Tenggara ? Iran bisa jadi proyek untuk "pemerasan" pada Saudi dan negara Islam kaya di Timur Tengah. Untuk Asia Tenggara tergantung kepentingan Amerika yang hendak diperkuat atau kepentingannya terganggu.  Apapun itu, faktanya adalah bahwa Syi'ah selalu menjadi modal konflik. Senantiasa strategis bagi mainan Amerika. 

Syiah yang ditutup di Brunei atau Malaysia adalah wujud kewaspadaan tinggi akan permainan global. Indonesia terbuka terhadap perkembangan Syiah dan berakrab akrab dengan Iran. Justru ini akan menjadi  kebodohan nyata bagi peluang terbukanya  konflik dan masuknya Amerika untuk lebih menancapkan kuku. 
Ditambah dengan diundangnya Cina bercokol di negeri Pancasila ini, maka Amerika semakin kuat untuk bermain. AS sedang beradu pengaruh dagang dan politik dengan Cina. 

Baghdadi telah dimatikan. Ceritra ISIS di berbagai belahan dunia akan menjadi "out of date" termasuk di Indonesia. Terorisme akan kehilangan "greget" yang ditakuti. Amerika sudah tidak akan membiayai lagi. Berbagai proposal akan dikembalikan kosong. Bom boman berhenti sesaat. 

Adakah isu radikalisme menjadi metamorfosa dari upaya untuk memorakporandakan negara negara mayoritas muslim ?
Nampaknya kelak sejarah akan mencatat kebodohan kita sendiri. 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 4 November 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments