Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BILA TIBA USIA SENJA Oase Iman

 

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: "Jagalah lima perkara sebelum kedatangan lima perkara, yaitu : Masa mudamu sebelum kedatangan masa tuamu, Masa sehatmu sebelum kedatangan masa sakitmu, Masa kayamu sebelum kedatangan masa miskinmu, Masa kelapangan waktu (longgar) sebelum kedatangan kesibukan, Masa hidupmu sebelum kedatangan masa kematianmu.(HR. Baihaqy dan Hakim)

Wajahnya berbalut keriput, rambutnya telah memutih, bicaranya tak tampak jelas, tubuhnya tak lagi tegap, bahkan cenderung ringkih dan berjalan tertatih. Dengan teramat perlahan ia meletakkan tubuhnya di kursi roda yang kemudian membawanya pergi. Itulah sosok manusia tua yang mungkin kerap kita temui.

Menjadi tua adalah episiode yang pasti dilalui oleh mereka yang pernah mengecap kehidupan. Karena itulah sunnatullah yang telah Dia gariskan kepada setiap mahluknya yang pernah ada. Dari zigot kemudian tumbuh menjadi segumpal daging, akhirnya membesar menjadi seorang bayi dalam rahim ibu, dan keluar sebagai bayi mungil. Kemudian bayi itu tumbuh menjadi balita, lalu beranjak remaja dan dewasa, selanjutnya menjadi tua, dengan segala kekeriputan dan kepikunan yang hadir dalam jiwa manusia tua.

Ya begitulah siklus kehidupan manusia, yang kemudian menghantarnya ke gerbang terminal kehidupan di dunia yaitu kematian.

Kondisi tua adalah kondisi dimana fisik tidak sesegar dan seperkasa seperti masa lalu, daya ingat tidak lagi setajam waktu muda dulu. Badan tak lagi tegap bahkan kini ringkih dan tertatih. Tubuh menjadi lebih mudah lelah sehingga berbagai penyakit menjadi mudah singgah. Bila saat muda masih bisa beraktifitas saat sakit kepala mendera, di usia tua membutuhkan istirahat dua atau tiga hari untuk memulihkan sakit kepala. Bahkan berbagai penyakit sering datang secara bersamaan hingga menimbulkan komplikasi, jantung, diabetes, ginjal dan masih banyak lagi.

Kondisi tua juga merupakan suatu kondisi dimana manusia menjadi teramat sensitif. Coba tengoklah orang-orang tua disekitar kita, entah itu orang tua kita sendiri atau kaum kerabat. Mereka lebih mudah tersingung, lebih sensitif dan emosional.

Selain itu, kondisi tua juga kondisi dimana munculnya berbagai macam kekhawatiran tentang persoalan hidup. Khawatir akan kesulitan hidup, khawatir tidak mendapat kasih sayang dari anak atau pun cucu, khawatir panghasilannya berkurang, khawatir tidak memiliki masa depan yang cerah, dan masih banyak lagi. Namun yang menjadi masalah, terkadang manusia tidak pernah merasa khawatir akan tabungan amalnya yang masih sedikit saat mereka mancapai usia senja. Semakin tua semakin jauh mereka dari Tuhannya, bahkan banyak dari mereka yang putus asa dan meninggalkan segala aktifitas akhirat dengan alasan lelah dan tidak memiki kemampuan fisik.

Maka menjadi tua bukanlah alasan untuk mengabaikan segala amalan yang Allah titahkan kepada kita, melainkan ketuaan ini harus menjadi pemicu untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta alam semesta. Karena waktu hidup kita di dunia tidak lama lagi. Mungkin hari ini, esok atau lusa, Allah memerintahkan sang malaikat maut menjemput kita.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, "Perbanyaklah mengingat perusak kelezatan-kelezatan, yaitu mati." (HR Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah,Ahmad, dan Ibnu Hibban).

Oleh karena itu, bilamana kita nanti semakin mendekati usia senja, marilah lebih merapatkan jiwa ini keharibaan-Nya. Mohonlah kepadanya, agar akhir dari hidup ini adalah akhir yang paling baik dari seluruh episode kehidupan yang pernah kita lewati. Sehingga Allah berkenan menempatkan kita ke dalam jannanh-Nya dan bukan ke dalam jahanam-Nya, yang bahan bakarnya adalah api yang menyala-nyala.Na'uzubillah.

Al-Hasan Al-Bashry berkata, "Kematian melecehkan dunia dan tidak menyisakan kesenangan bagi orang yang berakal. Selagi seseorang mengharuskan hatinya untuk mengingat mati, maka dunia terasa kecil dimatanya dan segala apa yang ada di dalamnya menjadi remeh.

Imam Syafi’i berkata, “Kurangilah kesenanganmu pada dunia, agar berkurang kedukaanmu di akhirat”.
 

Dikutip dari             : Haris Adiwijaya

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments