Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

TAKTIK SYIAH MENJERAT "MANGSANYA" #1 Nasional



 

Kelompok Syiah semakin lama semakin bertambah jumlahnya. Penambahan jumlah ini tidak lepas dari taktik yang digunakan dalam menjerat “mangsanya”. Ada beberapa taktik yang digunakan sekelompok syiah untuk menjerat mangsanya masuk ke dalam golongan mereka. Taktik ini benar-benar dahsyat. Jika pengetahan agama yang menjadi sasarannya tidak mendalam, KH. Haikal Hassan yakin akan terpengaruh menjadi anggota Syiah, karena teknik ini sangat mudah dicerna.

Taktik pertama yang digunakan, membangkitkan kecintaan pada ahlul bait (keuarga Rasulullah). “Kita harus cinta pada ahlul bait. Kita harus menghormati, mencintai, dan memuliakan ahlul bait. Bahkan ahlul bait itu jalan menuju surga,” kata Haikal menirukan mentor Syiah. Menurutnya, teknik nomor satu ini benar dan masuk akal.

Taktik kedua, mentor menanyakan, di mana ahlul bait? Mereka dibunuh dan dibantai di Karbala. Teknik kedua ini menurutnya, memancing kesedihan. “Ketika kita gandrung, mentor akan mengatakan, kita ini sama, tidak ada perbedaan,” ujar Haikal di hadapan jamaah Masjid Daaruttaqwa, Wisma Antara, Jakarta belum lama ini.

Mentor tidak akan menyebut nama Syiah. Dalam teknik ini masih umum, “Kita sama-sama berkewajiban melanjutkan perjuangan Rasulullah. Begitu orang cinta dan gandrung dengan ahlul bait, mereka akan mengatakan, tahukah Anda, di manakah ahlul bait itu, mereka dibantai dan dibunuh di Karbala.” Menurutnya, Ini memancing emosional dan kesedihan. Begitu sudah terpancing emosionalnya, mentor akan bertanya, kapan itu terjadi? Itu terjadi pada tanggal sepuluh Muharram, yakni Hari Asyura, saat cucu dan cicit Rasulullah dibantai. Siapa yang dibantai? Husein. “Oleh karena itu mari kita teriakkan Labbaik ya Husseien.” Itulah, katanya, yang sering diteriak-teriakkan dan digaung-gaungkan oleh mentor Syiah.

Setelah calon mangsanya terhipnotis, masuk ke dalam alam sadar, mentor akan mengatakan, “Kita harus memuliakan Hari Asyura, saat terbunuhnya penghulu dan kunci surga, Huseien bin Ali.” Ucapan ini menurutnya, benar. Ini sejarah kelam yang ditimbulkan oleh musuh Islam. Ini masih benar. “Oleh karena itu mari kita berkumpul untuk merayakan duka untuk menjawab panggilan Husseien.” Ini masih benar. Ini memang fakta kasus Karbala memang menjadi kesedihan umat Muslim seluruhnya. Ini benar dan dapat diterima. “Kita memang patut berduka saat cucu Rasulullah dibantai. Sampai di sini taktik Syiah masih diterima oleh setiap orang,” tambahnya.

Sekarang masuk pada taktik dan teknik bagian kedua. Dalam bagian kedua ini mentor mengatakan, Hari Asura sebagai pintu masuk spiritual. Pada saat pembantaian itu, siapakah khalifahnya pada saat itu? Khalifahnya Yazid bin Muawiyah. Akhirnya timbul kebencian pada Yazid bin Muawiyah. Yazid bertanggung jawab atas kematian cucu dan cicit Rasulullah.

Sampai di sini sudah mulai tampak keanehan. Teknik berikutnya, siapa yang mengangkat Yazid? Yang mengangkat Yazid adalah Muawiyah. Akhirnya masuk pada inti ajaran Syiah. Muawiyah adalah anak dari Abu Sufyan, yang memusuhi Rasulullah. Abu Sufyan adalah tokoh Quraisy yang memusuhi Rasulullah. Muawiyah adalah anak kandung dari Abu Sufyan yang pada masa itu Ali bin Abi Thalib terbunuh.

Itulah Muawiyah. Mulailah ditimbulkan kebencian pada Muawiyah. Mereka mengatakan, Muawiyah tidak berhak menjadi khalifah. Yang berhak adalah Ali bin Abi Thalib. Akhirnya masuk pada teknik yang ketujuh. Bukan cuma Muawiyah yang tidak berhak, tapi juga Usman bin Affan, Umar bin Khattab, dan Abu Bakr Ash-shiddik. Ketiganya tidak berhak menjadi khalifah. Ketiganya membangkang perintah Nabi. Yang berhak adalah Ali bin Abi Thalib.

Menurut mentor Syiah, ..... (bersambung)
 

Dikutip dari             : kompasiana.com

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments