Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

2 PEKAN DI ALEPPO Internasional


 

ALEPPO sekarat. Ia tenggelam dalam tragedi hari paling berdarah sejak daerah itu jatuh, saat pasukan pemerintah Basyar al-Assad menyatakan “perang semua perang” untuk merebut kembali kota kedua di Suriah ini.

Pembantaian yang terjadi beberapa hari terakhir membuat Aleppo—permata negeri Syam—menjadi medan utama pembantaian warga sipil dalam perang antara Assad dan kaum mujahiddin yang menentangnya.

Rezim Suriah menumbuk daerah itu dengan serangan udara, termasuk klinik medis, sementara para pejuang juga tak tinggal diam memukul pemerintah dengan roket dan tembakan artileri.

Pada pekan kemarin, sholat Jumat tak bisa ditunaikan. Itu adalah kedua kalinya dalam lima tahun terakhir shalat pekanan ini tak digelar, karena belajar dari pengalaman masa lampau, pasukan Assad tak ragu bisa dengan keji membom bahkan hanya sebuah kerumunan shalat berjamaah. Prinsip pasukan pemerintah ini: Bom apapun yang menyemut!

Setiap 48 jam, seratus orang tewas. Jika dihitung secara demografi, itu artinya di Suriah, 1 orang kaum Muslimin sedang sekarat setiap 25 menit.

Ada banyak gambar di media sosial. Misalnya sebuah gambar anak-anak yang ditarik dari kepulan asap tertimbun puing-puing. Anak itu gosong dibom dari udara.

Fadi Hakim, seorang dokter dari Aleppo yang mendirikan klinik di distrik Marja, mengatakan pada Telegraph “Ini adalah hari-hari terburuk yang pernah kami lihat.”

Dia mengatakan warga kini terlalu takut untuk meninggalkan rumah mereka bahkan hanya sekadar mendapatkan perawatan medis.

“Mereka (rezim) sengaja menyasar pusat medis lagi dan lagi—itu sangat jelas. Para dokter harus menghentikan pekerjaan karena situasinya terlalu berbahaya.

“Ketika klinik diserang, hati saya pecah, saya menanam bunga-bunga di taman klinik sendiri. Tidak ada teroris di sana, hanya dokter dan pasien. ”

Apakah dunia diam? O tidak. Dengarlah rutukan David Cameron dari Britania Raya: “Sangat jelas bahwa Rusia tidak membedakan antara ISIS dan kelompok oposisi Suriah yang sah. Akibatnya, mereka benar-benar mendukung dan membantu tukang jagal Assad dan benar-benar membuat situasi lebih buruk.”
 

Barack Obama: “Ketika seorang diktator menyembelih puluhan ribu rakyatnya sendiri, ini bukan hanya soal urusan internal satu bangsa.”

François Hollande: “Anda tidak boleh menyamakan korban dan orang-orang yang membunuh mereka. Assad adalah asal-usul masalah ini, dia tidak bisa menjadi bagian dari solusi.”

Menit setelah rezim melanda klinik Mr Hakim dengan bom, Damaskus dan Latakia mengumumkan gencatan senjata jangka pendek—tapi buat apa? Amerika Serikat telah meminta Aleppo untuk dimasukkan dalam perjanjian, tetapi Rusia menolak. “Adalah kesalahan yang sangat besar menolak untuk bekerja sama dengan pemerintah Suriah dan angkatan bersenjata yang gagah berani memerangi terorisme,” geram Putin.

Kepala HAM PBB mengutuk respon internasional yang memalukan terhadap kekerasan yang terus meningkat, menuduh dua kekuatan besar saling dukung dalam drama penyembelihan di Aleppo.

Sementara dalam sebuah surat kepada Telegraph, puluhan dokter senior Aleppo langsung meminta Putin dan Obama untuk menyelamatkan gencatan senjata yang goyah, namun nyatanya sudah lumpuh di jam-jam yang berjalan.

“Kami mohon, indahkanlah seruan dari Utusan Khusus PBB untuk Suriah untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk menyelamatkan warga sipil,” tulis mereka.

“Sebagai dokter yang bekerja di garis depan di Aleppo, kami melihat ketakutan terburuk, kami diusir pulang dalam keadaan yang paling mengerikan. Kota ini berdarah.”

Aleppo, di mana sekitar 1,5 juta orang masih hidup, dinaungi oleh serangan pesawat-pesawat tempur Rusia di udara. Si Beruang Merah telah menggerakkan artileri di Suriah selama dua pekan terakhir. Sementara, sepekan terakhir ini, serangan udara rezim juga sudah mengirim mayat ribuan warga sipil berceceran di jalan, di lapangan bola, atau di sekolah.

Di Aleppo, bau daging terbakar menyengat.
 

Dikutip dari             : islampos.com

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments