Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MODERAT DAN RADIKAL Beranda ANNAS



 

" MODERAT dan RADIKAL "    PBNU menggelar Pertemuan Pemimpin Islam Moderat Internasional (International Summit of The Moderate Islamic Leaders)  di Jakarta 9 - 11 Mei 2016 (REPUBLIKA 9 Mei,hal.12 kol. 1).

Dari satu sisi kita tentu bersyukur dan mendukung sepenuhnya setiap upaya menyatukan ummat dalam satu shaf dan khittah (Ash Shaff: 2). Disisi lain kita sangat prihatin ketika dihadapkan dengan kenyataan Ormas Islam terbesar di negeri ini ternyata masih saja terjebak kedalam mengkotak-kotak ummat Islam seperti yang dikehendaki musuh-musuh Islam untuk memecahbelah ummat Islam dalam kotak “Islam Moderat” dan “Islam Radikal”.

Bukankah pengkotak-kotakan ini juga yang akhir-akhir  ini telah menyebabkan  terpecahnya NU sehingga mengantarkan seorang tokoh NU Sholahuddin Wahid menulis artikel di REPUBLIKA  yang mungkin dengan sangat terpaksa harus membedah isi perut intern NU, saking khawatirnya beliau dengan  semakin tajamnya perpecahan, sekaligus mengingatkan ummat NU dan kita semua bahwasanya hrs dipisahkan antara 'jam'iah' dan 'jamaah' NU. Dan bahwasanya mereka yang sedang mengendalikan jam'iah PBNU sekarang ini tidaklah sepenuhnya sejalan dengan prinsip dan aspirasi 'jamaah' (ummat) NU pada umumnya. Lalu bagaimana mungkin PBNU bisa berperan untuk ikut mengatasi konflik di Timur Tengah dengan kembali mengkotak-kotak ummat Islam kepada Moderat dan Radikal yang telah lebih dulu  memecah belah NU ? 

Akan sangat terpuji dan mulia jika upaya PBNU menyatukan ummat ini dengan mengajak semua yang sedang bertikai untuk kembali kepada Al Qur'an dan As Sunnah. Dan bahwasanya setiap yang berpegang pada Al Qur'an dan As Sunnah maka dia adalah seorang Muslim tanpa embel-embel Moderat atau Radikal.

Semula saya tidak berhasrat mengomentari rencana mulia ini, khawatir dibilang mencampuri rumahtangga orang lain. Namun karena saya yakin ummat Nahdiyyin adalah saudara-saudara saya seiman (Q.S. Al Hujurat : 10)  maka saya laksanakan kewajiban ber "tawaashau bil hak", sekaligus mudah-mudahan membuktikan keimanan yg dituntut Alloh SWT lewat sabda RasulNya : "Tidaklah  (sempurna) keimanan seseorang sampai dia bisa membuktikan cintanya kepada sesama mukmin spt cinta dia kepada dirinya sendiri "     

Robbuna ma'ana
 

Dikutip dari             : ANNAS

Penulis                   : K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. M.A.
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments