Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

POLISI BAHRAIN PANGGIL SEJUMLAH TOKOH SYI'AH UNTUK DIPERIKSA Internasional


 

Para aktivis menyatakan bahwa pihak berwenang Bahrain pada hari Kamis memanggil lima tokoh cendekiawan Syi'ah untuk dimintai keterangan di kantor polisi di barat ibukota Manama.

Bahrain bertindak keras terhadap Syi'ah, dimana sebelumnya pengadilan administrasi tentang tuntutan pembubaran dari kementerian kehakiman membekukan kelompok oposisi utama Syi'ah, al-Wefaq. Dan menuju persidangan pembubaran.

Pengadilan menunda persidangan hingga tanggal 4 September untuk memberikan kesempatan bagi al-Wefaq menyiapkan pembelaannya, jelas pengacara kelompok itu, Abdallah al-Shamlawi di akun Twitter-nya.

Pemerintah Bahrain mengatakan bahwa tindakan terhadap orang atau kelompok tersebut karena dianggap mengobarkan kebencian sektarian dan terkait dengan Iran atau non-Arab.

Menurut aktivis, diantara tokoh Syi'ah yang dipanggil itu adalah Fadel al-Zaki, kepala Dewan ulama Syi'ah yang telah dibubarkan pemerintah lebih dari dua tahun lalu. Ia dipanggil ke di kantor polisi daerah Budaya di Manama.

Alasan pemanggilan masih belum pasti. Tapi diduga terkait dengan pidato mereka di rumah Ayatollah Isa Qassim, pemimpin spiritual dari Syi'ah Bahrain yang dicabut kewarganegaraannya.

Dengan dukungan Arab Saudi, Bahrain berhasil mengatasi aksi protes pro-demokrasi dan anti kerajaan oleh massa Syi'ah pada 2011 yang didukung Iran.

Tapi kisruh politik terus berkembang, diperburuk oleh masalah keuangan akibat penurunan pendapatan akibat turunnya harga minyak dunia.

Kelompok HAM dan Barat memandang tindakan Bahrain sebagai perlakuan buruk terhadap "perbedaan berpendapat".

Secara terpisah, pengadilan Bahrain pada hari Kamis memvonis terhadap 24 orang dengan hukuman berkisar antara 15 tahun penjara hingga seumur hidup, teerkait pembentukan sel ISIS di Bahrain.

Pengadilan juga memerintahkan pencabutan kewarganegaraan 13 orang diantara mereka. Sementara menurut koran al-Ayyam,kewarganegaraan 11 terdakwa lainnya telah dicabut sebelumnya.

Mayoritas warga Bahrain adalah pemeluk Syi'ah dengan Raja yang menganut Islam Sunni. Syi'ah menjadi mayoritas setelah terjadi migrasi banyak tenaga kerja dari Iran di masa lalu. (Reuters/rslh)
 

Dikutip dari             : Risalah.tv

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments