Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MENGENAL KEPEMIMPINAN ABU BAKAR AS SHIDDIQ Oase Iman

 

BANYAKNYA kasus kepemimpinan saat ini bagaikan tumpukan jerami yang berserakan, hingga jerami satu dengan yang lainnya saling menutupi. Begitu juga dengan memilh seorang pemimpin amanah zaman ini, seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.

Ironi kepemimpinan saat ini mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu ilmu dalam kepemimpinan. Ilmu ini seperti lentera dalam gelap, sinarnya dapat menerangi jalan orang yang membawanya agar tidak tersesat.

Salah satu cara untuk belajajar kepemimpinan yaitu dengan melihat kembali kepada pemimpin-pemimpin terdahulu. Pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya, sehingga kebijakan-kebijakan yang dibuatnya mendapat dukungan dari masyarakat, perintahnya ditaati, dan membelanya tanpa harus dipinta.

Dialah Khalifah pertama yang menggantikan setelah Rasulullah SAW wafat. Ia terkenal dengan kebijaksanaannya, kebaikan, keberanian, kokoh pendirian, selalu memiliki ide-ide yang cemerlang dalam keadaan genting, banyak toleransi, penyabar, memiliki azimah (keinginan keras), faqih, paling mengerti dengan garis keturunan Arab dan berita-berita mereka, sangat bertawakal kepada Allah dan yakin dengan segala janji-Nya, bersifat wara’ dan jauh dari segala syubhat, zuhud terhadap dunia, selalu mengharapkan apa-apa yang lebih baik di sisi Allah.

Ialah Abu Bakar as Shiddiq. Seorang pemimpin didikan langsung Rasulullah SAW. Rasulullah mendidik para sahabatnya dengan penuh keteladan. Mungkin para pemimpin saat ini perlu mengenal dan belajar saat kepemimpinan Abu Bakar, agar menjadi pelajaran bagi kepemimpinannya.

1. Pemerintahan berdasarkan musyawarah

Apabila terjadi suatu perkara, Abu Bakar selalu mencari hukumnya dalam kitab Allah. Jika beliau tidak memperolehnya maka beliau mempelajari bagaimana Rasul bertindak dalam suatu perkara. Dan jika tidak ditemukannya apa yang dicari, beliaupun mengumpulkan tokoh-tokoh yang terbaik dan mengajak mereka bermusyawarah. Apapun yang diputuskan mereka setelah pembahasan, diskusi, dan penelitian, beliaupun menjadikannya sebagai suatu keputusan dan suatu peraturan.

2. Amanat baitul mal

Para sahabat Nabi beranggapan bahwa baitul mal adalah amanat Allah dan masyarakat kaum muslimin. Karena itu mereka tidak mengizinkan pemasukan sesuatu kedalamnya dan pengeluaran sesuatu darinya yang berlawanan dengan apa yang telah ditetapkan oleh syari’at. Mereka mengharamkan tindakan penguasa yang menggunakan baitul mal untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi.

3. Konsep pemerintahan

Politik dalam pemerintahan Abu Bakar telah beliau jelaskan sendiri kepada rakyat banyak dalam sebuah pidatonya : “Wahai manusia ! Aku telah diangkat untuk mengendalikan urusanmu, padahal aku bukanlah orang yang terbaik diantara kamu. Maka jikalau aku dapat menunaikan tugasku dengan baik, maka bantulah (ikutilah) aku, tetapi jika aku berlaku salah, maka luruskanlah! Orang yang kamu anggap kuat, aku pandang lemah sampai aku dapat mengambil hak daripadanya. Sedangkan orang yang kamu lihat lemah, aku pandang kuat sampai aku dapat mengembalikan hak kepadanya. Maka hendaklah kamu taat kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya, namun bilamana aku tiada mematuhi Allah dan Rasul-Nya, kamu tidaklah perlu mentaatiku.”

4. Kekuasaan undang-undang

Abu Bakar tidak pernah menempatkan diri beliau diatas undang-undang. Beliau juga tidak pernah memberi sanak kerabatnya suatu kekuasaan yang lebih tinggi dari undang-undang. Dan mereka itu dihadapan undang-undang adalah sama seperti rakyat yang lain, baik kaum Muslim maupun non Muslim.

 

Dikutip dari             : islampos.com

Penulis                   : -

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments