Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

AL-HASAN DAN AL-HUSAIN MENINGGAL BUNUH DIRI Editorial



 

BANYOLAN SYIAH BAGIAN 5

AL-HASAN DAN AL-HUSAIN MENINGGAL BUNUH DIRI​

Sikap mengkultuskan yang berlebihan kepada para imam adalah pernyataan kaum syiah bahwa para imam mengetahui ilmu ghaib. Dalam kitab Ushuul Al-Kaafi, Al-Kulaini berkata :

“Bab bahwasanya para imam mengetahui ilmu yang telah lalu, ilmu yang akan datang, dan tidak sesuatupun yang tersembunyi/samar bagi para imam” (Ushuul Kaafi, 1/136)

Sungguh ini adalah derajat yang tinggi yang terkhususkan untuk Allah. Allah swt berfirman :

“Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersenbunyi dibumi dan tidak (pula) dilangit” (QS. Ali-Imram 3 : 5).

“Ya, Tuhan kami sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada dibumi maupun yang ada dilangit” (QS. Ibrahim 14 : 38).

“Katakanlah ; Tidak ada seorangpun dilangit dan dibumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah” (QS. An-Naml 27 : 65).

Bahkan yang lebih parah al-kulaini berkata :

“Bab bahwasanya para imam mengetahui kapan mereka mati, dan bahwasanya mereka tidaklah meninggal kecuali dengan pilihan mereka sendiri” (Ushuul Kaafi : 1/313).

Pernyataan bahwa para imam mengetahui ilmu ghaib, mengetahui apa yang akan terjadi dimasa depan, bahkan mengetahui apa yang akan terjadi diseluruh langit dan bumi. Mereka mengetahui kapan mereka akan mati,  dan tidak mati kecuali dengan pilihan mereka sendiri. Ini semua melazimkan kedzaliman-kedzaliman yang sangat buruk, diantaranya :

Berarti para imam telah mati dengan bunuh diri.

Pertama, Hasan bin Ali bin Abi Thalib RA yang meninggal dalam kondisi diracun, berarti ada dua kemungkinan yang dia hadapi :

a. Kemungkinan pertama, Hasan tidak mengetahui bahwa telah dihidangkan padanya racun, lalu ia memakannya tanpa disadari. Ini menunjukan bahwa beliau telah tertimpa musibah yang berat, tetapi beliau bersabar dalam menghadapi ujian tersebut. Bahkan menutupi siapa yang telah meracun beliau. Inilah kepahlawanan dan kesabaran luar biasa yang sangat terpuji.

b. Kemungkinan kedua, Hasan telah mengetahui bahwa yang dihidangkan kepadanya adalah racun. Ini adalah konsekusensi dari keyakinan orang syiah bahwa para imam mengetahu masa depan. Bahkan mengetahui semua yang ada di langit dan dibumi. Lastas jika sudah mengetahui bahwa yang dihidangkan adalah racun, kemudian nekad masih mengkonsumsinya. Bukankah ini merupakan tindakan konyol ? Bukankah ini berarti ia telah mati bunuh diri ? bahkan ia sengaja dan rela mati bunuh diri karena menurut keyakinan kaum syiah, para imam lah yang memilih kematian mereka karena mereka tidak akan meninggal, kecuali dengan pilihan mereka.

Kedua, Husain bin Ali bin Abi Thalib RA, juga pada hakekatnya telah meninggal bunuh diri, karena ada dua kemungkinan pada kondisi beliau sebelum terbunuh syahid di Karbala.

a. Kemungkinan pertama, ia tidak mengetahui masa depan dan tidak mengetahui ilmu ghaib. Inilah yang benar karena, tindakan-tindakan yang beliau lakukan menunjukan hal itu. Salah satunya beliau mengirim Muslim bin ‘Aqil ke Iraq untuk mengecek dan memastikan kondisi orang-orang yang hendak membaiat beliau. Jika Husain mengetahui seluruh apa yang akan terjadi dan seluruh apa yang terjadi dilangit dan di bumi, serta mengetahui seluruh isi hati manusia maka tidak perlu ia mengirim utusan ke Iraq. Kedua, beliau tidak tahu bahwa penduduk Iraq akan berkhianat kepada beliau . juga tidak tahu akan terbunuh di Karbala, maka tetap beliau berangkat menuju Karbala sehingga akhirnya beliau meninggal syahid disana.

b. Kemungkinan kedua, beliau telah mengetahui ilmu ghaib, mengetahui bahwa beliau akan dikhianati oleh para pengikutnya. Beliau juga mengetahui Muslim bin ‘Aqil yang diutus akan dikhiananti dan terbunuh sebelum beliau. Beliau juga mengetahui bahwa beliau akan terbunuh, bahkan akan tercabik-cabik diKarbala. Lastas beliau tetap berangkat ke Karbala ? maka ini menunjukan bahwa beliau mati bunuh diri. Bahkan menunjukan beliau hendak membunuh anak-anak dan kerabat beliau karena mengajak mereka ke Karbala. Bukankan ini tindakan konyol ? Apalagi kematian tersebut atas pilihan beliau (Menurut keyakinan syiah).
 

Dikutip dari             : Buku Banyolan Syi’ah Imamiyah​ / Penyadur : ANNAS Media

Penulis                   : Firanda Andirja Abidin, Lc.,MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments