Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

TAKFIR SYI'AH KEPADA KAUM MUSLIMIN Oase Iman


 

Dan berikut ini kami hadirkan bukti-bukti bahwa selain Syiah mengkafirkan para shahabat, mereka juga turut mengkafirkan orang orang selain Syiah yakni Kaum Muslimin Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah. Agar mereka yang tidak mengerti akibat fatal dari mencela shahabat, setidaknya tahu bahwa mereka sendiri adalah musuh di mata Syi’ah.

Meyakini aqidah Imamah merupakan salah satu rukun dalam Syiah, berkedudukan sama seperti meyakini kenubuwwahan para Nabi. Maka jika mengingkari Imamah sama seperti mengingkari nubuwwah. Dan hukumnya adalah kafir. Ash-Shaduq berkata :

 “Dan keyakinan kami bahwa orang yang menentang Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib dan para Imam sesudahnya ‘alaihim as-salaam, ia berkedudukan seperti orang yang menentang kenubuwwahan seluruh para Nabi.” (Al-I’tiqadat, hal. 104).

Dia juga berkata :

“Dan keyakinan kami bahwa orang yang mengakui Amirul Mukminin namun mengingkari satu saja dari para Imam setelahnya, ia berkedudukan seperti orang yang mengakui kenubuwwahan seluruh para Nabi namun mengingkari kenubuwwahan Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wasallam.” (Ibid)

Al-Hilliy (Al-Hasan bin Yusuf Al-Hilliy (w. 726 H). Al-Hurr Al-‘Amiliy berkata mengenainya; “Fadhil, ‘Alim, Muhaqqiq, Mudaqqiq, tsiqah tsiqah, ahli fiqih dan ahli hadits, mutakallim. Besar, tinggi dan mulia kedudukannya.” Ibn Abi Jumhur berkata; “Pemimpin seluruh ulama kami (Syi’ah)”. Asy-Syahid Al-Awwal berkata; “Mujtahid paling utama”. Asy-Syahid Ats-Tsaniy berkata; “Juru bicaranya para Hakim, Ahli Fiqih dan mutakallim”). berkata : “Dan bagi kami (Syi’ah) : Sesungguhnya Imamah termasuk dari rukun agama dan usulnya. Telah diketahui ketetapannya dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi sebagai sesuatu yang urgen (syarat/keharusan). Maka orang yang menentangnya bukanlah orang yang membenarkan Rasul ‘alaihis-salaam dengan semua yang datang padanya. Dengan demikian orang tersebut kafir. Maka tidak berhak zakat, karena zakat adalah bantuan yang tidak diberikan kepada selain orang beriman.” (Muntaha Al-Mathlab, 8/360).

Lebih jelas Al-Mufid berkata seperti berikut :

"Syi'ah Imamiyyah SEPAKAT bahwa orang yang tidak meyakini keimamahan salah satu dari para imam dan mengingkari apa yang telah diwajibkan Allah Ta'ala kepadanya dari kewajiban taat (kepada para imam), MAKA DIA KAFIR, SESAT, DAN LAYAK KEKAL DI NERAKA." (Awa’il Al-Maqalat oleh Al-Mufid, hal. 44).

Tentu saja tidaklah para uskup mereka di atas menyatakan demikian dengan label kafir kepada para penyelisihnya kecuali karena para penyelisih telah menyelisihi pokok ajaran mereka. Sebagaimana di kita, barangsiapa yang menyelisihi dan mengingkari satu saja dari rukun agama tentu ia kafir.

Begitu pula dalam aqidah Syi’ah, dikarenakan Imamah dan Wilayah merupakan salah satu rukun dalam aqidah mereka, maka yang menyelisihinya dihukum kafir. Sebagaimana uskup mereka; Ath-Thusiy berkata :

“Jika seorang bertanya kepadamu, “apa itu Iman?” maka jawablah; “Iman adalah membenarkan Allah, membenarkan Rasul-Nya dan apa yang didatangkan Rasul dan para Imam ‘alaihim assalaam. Semuanya dengan dalil, bukan taqlid. Semuanya terbangun di atas 5 rukun. Barangsiapa mengetahuinya maka ia Mukmin, dan barangsiapa yang tidak mengetahuinya maka ia kafir. Lima rukun tersebut adalah Tauhid, Al-‘Adl, Nubuwwah, Imamah dan Al-Ma’ad.” (Rasa’il Al-‘Asyr oleh Ath-Thusiy, hal. 103. Terb. Mu’assasah An-Nasyr Al-Islamiy. Cet. Kedua).

Uskup mereka yang sudah tak asing lagi, khomeini mengatakan :

"Karena Iman tidak terwujud kecuali dengan Wilayah / Imamah Ali dan kepada para penerusnya dari Ma'shumin 'Alaihim As-Salam. Bahkan tidaklah diterima Iman kepada Allah dan Rasul-Nya bila tanpa beriman kepada Wilayah. Sebagaimana kami akan menyebutkan hal tersebut dalam pasal selanjutnya." (Al-Arba'un Haditsan, hal. 510-511)

Dan sebagaimana pula Imam Maksum mereka berkata seperti yang disebutkan dalam salah satu kitab induk mereka yang nomor satu, yakni Al-Kafiy seperti berikut :

“Dari Abu Ja'far, ia berkata: Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan, melaksanakan haji, dan WILAYAH, dan tidak ada satu pun daripada rukun-rukun yang tersebut yang diseru (keras/tegas) sebagaimanaseruan yang diberikan kepada wilayah”. (Al-Kafiy, 2/18).

Sebagaimana disebutkan Rukun Iman/Ushuluddin Syi'ah yang berbeda dengan kita yaitu : [1]. Tauhid (Keesaan Allah), [2]. Al 'Adl (Keadilan Allah), [3]. Nubuwwah (Kenabian), [4]. Imamah (Kepemimpinan Imam), [5]. Ma'ad (Hari kebangkitan dan pembalasan). (Lihat : http://al-shia.org/html/ara/others/index.php?mod=maqalat&id=32).

Sehingga konsekuensinya, barangsiapa yang menyelisihi satu saja dari rukun tersebut, maka di sisi Syi’ah ia termasuk ahlul bid’ah dan kafir serta diperbolehkan mengghibah/menggunjing, melaknat dan mencaci mereka.

( Himpunan Fatwa Ulama Syiah. Edisi Takfir, Oleh : Muhammad Jasir Nashrullah )
 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments