Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

ANNAS INGIN NKRI UTUH Beranda ANNAS



 

KH. Athian Ali : “ANNAS INGIN NKRI UTUH

Ditengah kesibukannya sebagai mubaligh, Ketua FUUI dan Ketua ANNAS Pusat, alhamdulillah ANNAS Media berhasil membuat janji untuk ketemu dan mewawancarai beliau mengenai maraknya konflik sara dan intoleransi di Indonesia.

Menanggapi kasus kerusuhan yang diakibatkan konflik sara atau intoleransi seperti yang terjadi di Tolikara Papua dan terakhir di Tanjung Balai Medan, Kiai Athian Ali selaku ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) memberikan tanggapan agar pemerintah memperhatikan “ asap itu ada jika ada api” demikian ujarnya.

Kemudian disusul pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan konflik agama lebih berbahaya daripada konflik politik dan ekonomi. Apalagi, Tito melanjutkan, konflik ekonomi dan politik dikemas dengan menggunakan isu-isu agama.

"Konflik atas nama Tuhan jauh lebih berbahaya dari pada konflik dengan motif politik ataupun ekonomi," ungkap Tito di kantor CDCC, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016. Republika.co.id).

Kiai Athian berkomentar “Pernyataan Bapak Kapolri tersebut Menunjukkan beliau orang yang "Beragama" dalam pengertian memahami, menghayati dan menjiwai Agama. Beliau sadar betul, bahwa agama merupakan sesuatu yang sakral dan termahal. Demi Agama, seseorang rela mengorbankan waktu, tenaga, perasaan, harta bahkan jiwanya . Seseorang sangat mungkin bisa bersabar ketika dirinya dihina dan dizalimi, tapi sangat sulit untuk bersabar jika kesucian agamanya dinista dan dinodai”.

Beliau juga menimpali,  “Toleransi antar agama, interen umat beragama, dan antara umat beragama dengan pemerintah sudah cukup baik. Bahkan sangat baik dibanding dengan intoleransi yang terjadi diberbagai  negara di dunia."

Yang berpotensi menimbulkan konflik di Indonesia bukan antar ummat beragama, tapi keberadaan segelintir orang orang yang ajaran-ajarannya sangat menghina dan menodai kesucian Agama. Keberadaan kelompok inilah yang berpotensi menimbulkan konflik. Karena setiap orang yang benar-benar beragama tidak mungkin  bersikap toleran terhadap pihak yang mencaci maki, menghina dan menodai agama yang diyakininya”.

Terkait dengan toleransi di Indonesia yang dipengaruhi oleh demokrasi liberal Kiai Athian yang juga ketua FUUI menimpali ;  Betapapun kuatnya pengaruh Demokrasi liberal, namun negara ini negara hukum.  KUHP 156 a tegas menyatakan pidana bagi setiap bentuk penghinaan dan penodaan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang terhadap agama yang diakui di negeri ini. Potensi konflik harusnya bisa dicegah jika saja Pemerintah dan Aparat peka dan bertindak tegas sesuai hukum kepada mereka yang melakukan penistaan dan penodaan terhadap agama. Pernyataan yang bermuatan fitnah seperti ini harus diluruskan.  

Lalu bagaimana dengan tudingan bahwa ANNAS adalah lembaga takfiri (mengkafirkan orang lain) dan intoleransi, beliau mengungkap “Para Ulama  yang ada di ANNAS  tidak akan pernah terjebak untuk mengkafirkan seseorang atau sekelompok orang , karena yakin betul dengan pernyataan Rosululloh SAW  bahwasanya jika tidak terbukti tuduhan kafir terhadap seseorang atau sekelompok orang maka kekafiran akan kembali kepada yang melemparkan tuduhan

ANNAS hanya sekedar melaksanakan kewajiban " mengingatkan " ummat akan keberadan kelompok yang mengaku muslim namun ajaran-ajarannya sangat sesat yang  karenanya pengikut ajaran-ajaran tersebut  telah kafir menurut Allah SWT dan Rasul Nya ( Al-Quran dan As-Sunnah) Dengan kata lain, ANNAS hanya mengkafirkan yang dikafirkan Allah SWT  dan Rasul-Nya.

Predikat " Takfiri " sepatutnya justru dialamatkan kepada syiah yang diantara ajaran sesatnya, telah mengkafirkan istri Rasulullah dan mengkafirkan bahkan melaknat para sahabat yang sangat dicintai dan telah dijamin ahli syurga oleh Allah SWT  dan Rasul-Nya.

Kehadiran ANNAS di berbagai daerah di Indonesia justru dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan terjadinya konflik Seperti yang pernah terjadi di Sampang Madura misalnya.  Karenanya kepada ANNAS di berbagai daerah selalu diamanahkan agar senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah dan Aparat di daerah masing-masing.

Lalu apa kiprah ANNAS dalam rangka mewujudkan toleransi, kondusif dan aman di Indonesia Ketua ANNAS Pusat ini mengatakan “Khusus dalam menghadapi ajaran ajaran sesat syiah yang sangat menodai Aqidah Islam dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal serta mengancam keutuhan NKRI , ANNAS sudah berupaya bersilaturahim dengan MUI, dengar pendapat dengan komisi VIII DPR RI, beraudiensi dan berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Menkopolhukam serta berbagai pihak lainnya. ANNAS  menginginkan negeri ini kondusif, rukun dan damai diatas kesadaran setiap warga negara untuk tidak mencaci ,mencerca dan menodai kesucian agama agama yang ada di negeri ini.
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Muslim Djamil - ANNAS Media
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...


 



Comments