Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BURUNG BEO Oase Iman


 

Di sebuah pesanteren hidup seorang Kyai yang kharismatik.. Ia memelihara seekor burung beo karena burung jenis ini termasuk burung yang pandai.

Maka Pak Kyai sering melatih burung ini dengan ucapan La Ilaha Illa Allah.

Tiap pagi setelah sholat dhuha ia berdiri beberapa lama untuk mengajari burung itu, hingga burung itu begitu fasih dalam mengucapkan kalimah La Ilaha Illa Allah. Tak ada ucapan lain yang keluar dari burung itu selain kalimah La ilaha illa Allah.

Beberapa tahun kemudian burung ini menjadi terkenal di kalangan santri dengan ucapan burung La ilaha illa Allah. Ia begitu disayangi oleh Pak Kyai dan para santri yang ada di situ.

Suatu hari setelah sholat dhuha, Pak Kyai seperti biasa mengajari burung itu, lalu memberinya makan berupa biji-biji jagung... Tiba-tiba ada seseorang datang dengan tergesa-gesa sambil berkata, "Maaf, Pak Kyai, ada tamu yang sedang menunggu." Dengan cepat Pak Kyai berbalik dan lupa menutup pintu sangkar burung beo tersebut. Tak lama kemudian burung beo itu keluar dari sangkarnya dan melompat-lompat di lantai.

Kebetulan ada beberapa orang santri melihat hal itu... betapa kagetnya mereka begitu mengetahui bahwa burung beo milik Pak Kyai telah lepas. Dengan cepat mereka berusaha menangkapnya... namun apa daya belum sempat mereka menangkapnya tiba-tiba sekelebat bayangan menyambar burung itu. Rupanya seekor kucing telah menangkapnya. Burung itu hanya mengeluarkan suara khaaakkk..khaaakkk...khaaaaakkkk di mulut si kucing.

Lalu kucing itu melompat dan menghilang... hanya  terdengar suara khaaaakkk...khaaaak..khaaaaakkk yang makin lama makin menghilang.

Kejadian yang begitu cepat ini membuat para santri terperangah dan tak tahu harus berbuat apa...

Setelah diberitahu oleh santrinya Pak Kyai segera datang dengan tergopoh-gopoh... "Mana burungnya?" katanya.

"Sudah hilang dibawa kucing, Pak Kyai!" Jawab santri dengan sedikit ketakutan.

"Coba ceritakan apa yang terjadi...?" tanya Pak Kyai.

"Waktu kami lewat di tempat ini... kami lihat burung beonya telah lepas," jawab santri. "Begitu kami mau tangkap... ehhhh ternyata ada kucing yang menyambarnya!" Lanjut santri.

"Lalu?" Tanya kyai lagi.

"Burungnya cuman berbunyi, 'Khaaaak..khaaaakkkk..khaaaak'" cerita si santri.

"Tak ada perkataan lain?" sambung kyai bertanya.

"Cuman itu yaa... Pak Kyai," jawab santri lagi.

"Apakah tak ada perkataan La Ilaha Illa Allah?" tanya pak kyai dengan penasaran.

"Tak ada ya... Pak Kyai," sahut si santri.

Mendengar hal itu Pak Kyai tertunduk lesu sebentar kemudian terdiam berpikir,  lalu beranjak dari tempat itu dengan perasaan sedih.

Beberapa hari Pak Kyai tak keluar ruangannya... kecuali untuk kepentingan ibadah dan keperluan mendesak lainnya. Wajahnya kelihatan agak sedih dan seperti memikirkan sesuatu.

Melihat hal ini para santri bertanya-tanya, "Apa yang menyebabkan Pak Kyai bersedih?"

Seorang santri mengatakan, "Mungkin karena kehilangan burung beonya?"

"Bagaimana kalau kita ganti dengan burung yang lebih baik?" usul beberapa orang santri.

Akhirnya mereka membeli beberapa ekor burung untuk diberikan kepada Pak Kyai.

Ketika burung- burung cantik itu diperhadapkan kepada Pak Kyai maka ia berkata, "Kalian telah salah sangka." 
"Saya bukan sedih karena kehilangan burung beo itu... tapi saya sedih karena burung beo itu tak mampu mengucapkan La Ilaha Illa Allah di akhir hayatnya" terang Pak Kyai. "Padahal saya telah melatihnya bertahun-tahun setiap pagi, sehingga dia sangat fasih dengan kalimah itu," lanjut Pak Kyai. "Tapi di akhir hayatnya... burung itu tak mampu mengucapkannya," kata Kyai dengan sedikit sedih. "Lalu saya memikirkan diri saya. Mampukah saya mengucapkan kalimah La Ilaha Illa Allah di akhir hayatku?" terang Pak kyai lagi dengan mata berkaca-kaca.
"Padahal Rasullulah Saw Bersabda, 'barangsiapa di akhir hayatnya mampu mengucapkan kalimah La Ilaha Illa Allah, maka dijamin masuk surga.'" ucap Pak kyai kepada para santrinya sambil berlalu dari tempat itu.

Mendengar hal itu para santri hanya tertegun sambil tertunduk takjub akan penjelasan Pak Kyai tadi.

 

Rasullulah Saw Bersabda, "Barangsiapa di akhir hayatnya mampu mengucapkan kalimah La Ilaha Illa Allah, maka dijamin masuk surga." ( Hadits)


Hak Cipta © Cerita Islami - Burung Beo milik www.ceritaulama.com

 

Dikutip dari             : Cerita Islami - www.ceritaulama.com

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments