Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

CUKUPLAH BERHENTI MEROKOK KARENA Oase Iman


 

 “Malu” adalah sikap yang terpuji dan merupakan sikap asli seorang manusia sesuai fitrohnya tanpa memandang agamanya dan bangsanya.

 “Malu” mampu menahan orang dari berbuat kesalahan, keburukan dan kejahatan, sehingga membuat siapapun orang yang memiliki sikap ini akan terangkat kemulian dirinya dan setiap orang mulia yang menemuinya akan menghargainya.

 “Malu” adalah luapan dari iman seseorang, maka jika sikap malu telah hilang dari diri seseorang hilanglah imannya dan rusaklah fitrohnya, hal ini sesuai sabda Rosululloh SAW : (Jika engkau tidak malu, lakukan apapun yang engkau mau).

 “Malu” semestinya telah terbit pada saat seorang perokok mesti sembunyi-sembunyi untuk merokok karena tidak ingin dilihat oleh orang-orang yang dimuliakannya.

 “Malu” seharusnya sudah berfungsi pada saat seorang perokok berada di ruang publik dan harus berada didalam kurungan, sementara orang-orang yang tidak merokok bergerak bebas sesuka mereka.

 “Malu” selayaknya sudah mencuat dan membuat pucat orang yang merokok di ruangan ber-ac, disaat didalam jiwanya sedang bergejolak antara meminta agar jendela dibuka atau ac dimatikan sementara dirinya sedang menjadi perhatian orang banyak. 

 “Malu” selazimnya sudah hadir pada saat dia sendiri menyadari kalau mulutnya berbau sementara dia perlu berkomunikasi bertatap muka secara akrab dengan orang yang dihormatinya.

 “Malu” sepatutnya sudah bergelayut didalam benak perokok yang telah menyadari bahwa suara batuknya telah dihafal orang, sehingga orang bisa mengenalinya dan mengetahui keberadaannya tanpa harus melihatnya.

 “Malu” pada akhirnya bisa memaksanya untuk terperangkap dalam ketidak mampuan untuk mengelak pada saat seorang perokok harus terkulai di ranjang RS karena penyakit kronis yang dideritanya disebabkan oleh merokok.

 Kesimpulannya seorang perokok yang sudah tidak bisa lagi meninggalkan rokok sama dengan pecandu narkoba yang sudah tidak lagi peduli lagi kepada “MALU”, karena kondisi sakau telah menjadi penjajahnya, hantu yang selalu membayanginya dan sang penakluk yang membuat orang bertekuk lutut dihadapannya.
 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : Yusuf Utsman Baisa
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments