Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PRESIDEN TAK HADIRI AKSI DAMAI 4/11, DR. TIAR ANWAR: PRESIDEN ADA TEKANAN DARI PARTAI Nasional


 

ANNASINDONESIA.COM - - Berlarutnya Aksi Damai 4/11 sampai langit menggelap adalah karena tidak hadirnya Presiden Joko
Widodo
alias Jokowi. Sebagaimana dilansir oleh tribunnews.com, Presiden Joko Widodo tidak menemui pengunjuk rasa lantaran jalan yang akan dilalui tidak memungkinkan. Maka dari itu Pasukan Pengamanan Presiden menyarankan Jokowi untuk tidak kembali ke istana lebih dulu.

Hal ini pun turut ditanggapi oleh Ketua 1 PP. Pemuda Persatuan Islam (Persis), Dr. Tiar Anwar. Ia mengatakan, bahwa alasan Jokowi tak menghadiri Istana di hari itu tidak masuk akal.

“Saya kira karena presiden ada tekanan untuk tidak hadir tentunya, yang saya yakin itu tekanan dari partai. Untuk alasan macet saya rasa itu bukan alasan, masa presiden kena macet? Dia punya helikopter pribadi kok. Apa urusannya dengan macet? Saya kira itu alasan yang diada-adakan dan tidak masuk akal,” pungkasnya ketika diwawancarai tim ANNAS pada Rabu (9/11).

Beliau juga mengatakan, jika proses pidana tidak dilakukan atau ditindak tidak sesuai dengan janjinya (14x24 jam), maka tidak menutup kemungkinan unjuk rasa berikutnya akan hadir lagi guna menanggapi hal tersebut.

“Nanti kalau responnya lambat, Ahoknya tidak diproses, atau bahkan di luar perkara lain Ahok dinyatakan bebas, kita akan maju lagi untuk mengadakan aksi yang lebih besar lagi. Dan kalau nanti ahok dilepas, saya kira aksinya akan mengarah kepada penggulingan Presiden,” tandasnya.
 

Dikutip dari             : ANNAS Media

Penulis                   : Irfan Wathon
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments