Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

AHOK SUDAH MEMINTA MAAF. MENGAPA SULIT UNTUK MEMAAFKAN ? Nasional


 

ANNASINDONESIA.COM - - Sebelumnya Pak Basuki kan sudah meminta maaf. Apakah itu tidak maafkan?,” ujar Karni Ilyas, seorang pewara dalam acara Indonesia Lawyers Club, yang ditayangkan di TV One. Terkait hal itu, salah satu peneliti INSISTS, Dr. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum, turut menganggapi perkataan yang disiarkan langsung pada 8 November 2016 itu.

Jadi untuk persoalan meminta maaf, secara pribadi tentu dimaafkan. Tapi apa yang sudah dilakukan oleh yang bersangkutan ini jangan dijadikan sebuah perbuatan biasa yang dapat diselesaikan dengan kata maaf. Harus ditegakkan hukumnya, karena ini masalah pidana. Karena kalau tidak diproses, orang akan dengan mudah melakukan kejahatan lainnya. Kalau dia dibiarkan, akan terjadi yang namanya kekacauan dan kerusakan hukum,” ujarnya ketika diwawancarai oleh tim ANNAS pada Rabu (9/11).

Ustadz Tiar juga mengatakan, bahwa perkataan calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok  bukanlah hanya kesalahan secara bicara. Jauh dari hari ini, jelas beliau, Ahok sudah menuliskan dalam buku biografinya bahwa surat Al-Maidah ayat 51 itu adalah faktor pemecah belah bangsa.

“Mungkin kalau dulu hanya tulisan yang tak banyak dikonsumsi publik, nah kalau kemarin itu dia memang mengatakan apa yang ada di pikirannya. Waktu di pulau seribu kemarin memang menunjukkan aslinya siapa Ahok itu,” papar Ustadz Tiar.

Ustadz Tiar pun memaparkan alasan urgensi dari aksi damai yang diselenggarakan di Jakarta kemarin. Pertama, aksi tersebut menunjukkan kecintaan umat islam terhadap agamanya. Umat islam ini rela berkorban, rela melakukan apa saja demi Al-Quran yang menjadi sumber rujukan hidupnya.

Yang Kedua, ini merupakan tekanan publik terhadap penguasa yang lamban terhadap permasalahan yang dihadapi. Yang mana jika kelambanan ini dibiarkan, akan menyebabkan kedzholiman-kedzholiman lainnya yang lebih banyak lagi. “Nah menurut saya aksi kemarin itu sangat strategis sebagai tekanan kepada penguasa untuk melakukan tindakan-tindakan hukum dengan segera, dan jangan ditunda-tunda,” tukasnya.

Adapun hikmah dari aksi damai kemarin, papar beliau, aksi kemarin dilaksanakan dengan baik, dan berjalan sangat lancar. Hal itu membuktikan bahwa umat islam di Indonesia tidak layak dikatakan sebagai teroris dan menakutkan. “Aksi demo sebanyak orang itu saja bisa berjalan dengan tertib. Maka tidak ada alasan bahwa umat islam perlu untuk ditakuti,” tandasnya.

 

Dikutip dari             : ANNAS Media

Penulis                   : Irfan Wathon
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments