Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KH.Athian Ali: JANGAN KORBANKAN KEUTUHAN NKRI HANYA KARENA MELINDUNGI SEORANG PENISTA AL QURAN Beranda ANNAS


 

Meski diguyur hujan, ribuan massa tetap menghadiri Apel Siaga Umat Islam Jabar di depan Gedung Sate Jl. Diponegoro Kota Bandung, Jumat (18/11/2016). Aksi tersebut untuk menuntut penista Al Quran yakni Basuki Tjahaya Purnawa alias Ahok agar segera ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Berbagai perwakilan ormas Islam melakukan orasi secara bergantian termasuk Ketua ANNAS Pusat KH.Athian Ali M.Dai,MA.

Dalam orasinya KH.Athian Ali menyampaikan bahwa para penista Al Quran termasuk Ahok harus segera diadili menurut hukum yang berlaku di Indonesia. Sebab, sambung KH.Athian Ali, akan dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa serta mengancam keutuhan NKRI.

“Adalah hak setiap orang untuk bebas memilih atau tidak memilih keyakinan dan agamanya, namun harus menjadi kewajiban pula setiap orang untuk menghargai dan menghormati agama orang tersebut tanpa harus melakukan penistaan apalagi penghinaan agama oranglain,”ujarnya yang disambut pekikan takbir hadirin.

Menurut KH.Athian bahwa apa yang telah disampaikan oleh Ahok adalah nyata-nyata sebuah penistaan kepada Al Quran sekaligus penghinaan kepada Allah Swt, Rasulullah dan kaum muslimin semua. Apa yang disampaikan Ahok terkait Surat Al Maidah adalah bentuk nyata penghinaan kepada Allah karena Al Quran merupakan firman Allah.

Di sinilah pertaruhan keimanan kita, dalam Al Maidah 51 bukan hanya haram memilih pemimpin kafir akan tetapi bisa jatuh menjadi kekufuran,”tegas KH.Athian yang juga Ketua FUUI ini.

KH.Athian menegaskan bahwa bukti cinta seorang mukmin adalah kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya mampu mengalahkan dunia dan seisinya. Jangan hanya mengejar kenikmatan dunia sementara rela menukar akidahnya.

KH.Athian menambahkan bahwa siapa pun tidak boleh menghina atau melecehkan agama dan keyakinan yang ada di Indonesia. Jika hal itu terjadi, menurut KH.Athian sudah pasti akan menimbulkan keresahan bahkan konflik sosial dan horizontal dalam masyarakat.

Contohnya kaum Syiah dengan apa yang dilakukan Tajul Muluk di Sampang Madura telah memicu keresahan ummat Islam dan amuk massa bahkan yang bersangkutan harus mendekam di penjara,” KH. Athian memberi contoh.

Kita, sambung KH.Athian, tentu saja tidak ingin insiden tersebut terulang lagi. Masyarakat Indonesia khususnya Ummat Islam adalah sangat cinta damai dalam hidup rukun dalam kebhinekaan. Namun jika masalah keyakinan atau akidah terusik maka sudah sepantas Ummat Islam bangkit membelanya.

Orang boleh menghina kita sebagai manusia dan kita mungkin bisa bersabar namun jika telah menghina Al Quran apalagi menghina Allah maka jangankan hanya harta, nyawa pun akan kita korban,”ujarnya yang disambutkan dengan takbir.

Untuk itulah menurut KH.Athian perlunya Negara hadir dalam masalah ini agar keadilan dan ketentraman dalam masyarakat dapat tercipta. Menurut KH.Athian keutuhan NKRI terlalu mahal untuk dikorbankan jika hanya untuk melindungi seorang penista agama seperti Ahok.

“Jika kita gunakan hukum Islam maka sangat jelas dan tegas hukum bagi seorang penista dan penghina Al Quran. Namun kita sadar, kita hormati dan kita hargai jasa para syuhada yang telah merebut kemerdekaan bangsa ini. Kita hidup di Negara Indonesia, Negara yang menjunjung tinggi hukum maka tegakkan hukum yang seadil-adilnya bagi penista agama,”pintanya.

Tak lupa KH.Athian berpesan sekaligus mengajak kepada hadirin khususnya dan ummat Islam pada umumnya untuk terus mengawal proses hukum kepada Ahok. KH.Athian juga meminta ummat tetap menjaga suasana kondusif dan tidak melakukan hal yang justru merugikan ummat Islam itu sendiri. [ ]

 

Dikutip dari             : ANNAS Media

Penulis                   : Abu Muhammad
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments