Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

HARIMAUMU Oase Iman



 

Segala bagian tubuh kita yang mengandung dan mengundang bahaya, Allah memberinya pengunci penjaga.

“Kemaluan dan mata”, demikian menurut Imam As Suyuthi, “Dikancing Allah dengan sepasang anggota badan saja. Kemaluan dengan kaki, dan mata dengan kelopak.”

“Tapi lisan dikunci Allah dengan segel ganda. Sepasang bibir sekaligus sepasang deretan gigi di atas gusi. Sebab betapa banyak manusia ditelungkupkan ke neraka oleh kata-katanya.”

"Betapa banyak ucapan yang kalian anggap biasa", ujar Sayyidina 'Abdullah ibn Mas'ud pada para tabi'in muridnya, "Padahal dulu di masa Rasulullah kami menganggapnya sebagai pembinasa."

Suatu saat Ibunda kita 'Aisyah berkata, "Cukuplah semua tahu ya Rasulallah, bahwa Shafiyah itu begini-begini." Yakni, perawakan Ibunda kita Shafiyah tidak setinggi wanita lain pada umumnya.

Maka wajah beliau berubah memerah dan bersabda, "Engkau telah mengatakan suatu ucapan, yang seandainya jatuh ke lautan niscaya akan mengubahnya." Yakni mengubahnya dari suci menjadi najis, padahal tiada najis lahiriah yang dapat mengubah sifat samudera.

Inilah Abu Dzar Al Ghiffary berkata kepada Sayyidina Bilal ibn Rabah ketika sedang jengkel padanya, "Hai anak budak hitam!"

Maka Sang Nabi menunjuk wajah Abu Dzar dengan marah dan bersabda, "Engkau.. Di dalam dirimu masih terdapat sifat jahiliah."

Maka sahabat jujur berlisan lempang itu merebahkan dirinya, menaburi wajahnya dengan debu pasir dan berkata, "Wahai Bilal, kemarilah injak kepalaku, injak wajahku.. Agar menjadi penebus dosaku di sisi Allah padamu."

Dan muadzin kesayangan Rasulullah itu tersenyum berkata, "Aku menjadikannya simpanan kebaikan di sisi Allah."

Ucapan 'Aisyah dan Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhuma tidaklah keliru. Tapi dalam bicara, benar sahaja tidaklah cukup. Ia harus benar isinya, indah caranya, tepat waktunya, bermanfaat bagi pendengarnya, dan berpahala di sisi Allah Ta'ala. Ini tanda iman; berkata yang baik atau diam.

"Maka tiada yang lebih berhak berlama-lama dipenjara", ujar Ibnu Mas'ud lagi, "Melebihi lisan kita." Penjarakan harimaumu, sebelum ia memenjaramu. Seperti pesan pemazmur bagi yang mengimaninya, "Tuhan, berjagalah Engkau di kedua bibirku."

 

Dikutip dari             : @salimafillah

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments