Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KEPADA SEMUT, KEPADA HUD-HUD, DAN ANJING YANG TURUT (1) Oase Iman



 

(Epilog)
@salimafillah

Ini tentang cemburu kita kepada semut.

Betapa kata-katanya diabadikan oleh Kalam Suci yang berlaku sepanjang zaman, bersebab niat tulusnya menyelamatkan sesama kawanan. Inilah ketika bala tentara Sulaiman yang terdiri atas jin, manusia, burung-burung, dan segala hewan, berarak hendak melintas di lembah mereka dalam gempita kemegahan.

“Maka ketika mereka tiba di lembah yang dihuni oleh bangsa semut, berkatalah seekor semut, ‘Wahai sekalian para semut, masuklah kalian ke dalam lindungan tempat tinggal kalian, agar Sulaiman dan bala tentaranya tidak menginjak kalian sedang mereka tidak menyadarinya.” (QS An Naml [27]: 18)

Ini tentang cemburu kita kepada semut, betapa ucapannya amat mulia sehingga menjadi bagian dari firman Rabb semesta alam yang menjadi petunjuk, rahmat, dan mau’izhah bagi ummat manusia sampai hari kiamat tiba. Apakah yang istimewa, apakah yang berharga dari kalimatnya?

Yang pertama, demikian seperti dirangkum Dr. Nashir ibn Sulaiman Al ‘Umar dan rekan-rekan beliau dalam senarai Liyadabbaruu Aayaatih, “Karena ucapan semut ini ditujukan untuk menyelamatkan hidup kawanannya. Sungguh mulia ucapan yang ditujukan untuk memelihara jiwa sesama, sehingga kata-kata ini diabadikan oleh Allah dalam wahyuNya.”

Maka jika kalimat semut yang menyelamatkan sesama semut layak dikekalkan oleh ayat-ayat Rabbul ‘Alamin; betapa lebih berhak untuk diluhurkan pula ucapan manusia yang ditujukan untuk menjaga keselamatan sesama manusia. Sebab Allah sendiri menyatakan bahwa penyelamatan satu jiwa manusia senilai dengan menjaga seluruh hayat mereka.

“..Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya..” (QS Al Maidah [5]: 32)

Yang kedua, sesungguhnya jikapun para semut binasa, maka mereka hanya telah menggenapi umurnya dalam kehidupan dunia. Mereka hanya menggenapi takdirnya sampai suatu batas masa. Begitu sahaja, selesai semua. Ini berbeda dengan manusia yang setelah kematiannya akan menghadapi pertanyaan malaikat, nikmat atau ‘adzab kubur, kebangkitan, penghimpunan di padang Mahsyar, hisab ‘amal, pengadilan Allah, penyerahan kitab catatan, timbangan pahala dan dosa, shirath, serta surga dan neraka.

Ini tentang cemburu kita kepada semut yang berusaha sebaik-baiknya untuk menyelamatkan sesamanya, padahal jikapun mereka binasa takkan ada bahaya yang menantinya. Adapun kita manusia sungguh akan mempertanggungjawabkan seluruh kehambaan dan mengawali hidup keabadian justru sesudah kematian.

Perkataan yang menyelamatkan hidup akhirat manusia jauh lebih agung daripada kekata yang menyelamatkan hidup dunianya, dan pembicaraan yang menyelamatkan hidup dunia para insan jauh lebih agung daripada ungkapan yang menyelamatkan hidup kawanan semut. Maka ucapan yang teragung itu disebut dakwah, dan hanya dengannyalah kalimat-kalimat kita melesat tinggi ke derajat yang tak dapat digapai dengan segala isi dunia.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat [41]: 33)

“Orang yang terbaik ucapannya”, tulis Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, “Adalah dia yang mengajak hamba Allah ke jalanNya.” “Dia adalah mukmin yang Allah menerima seruannya”, demikian penjelasan Imam Hasan Al Bashri seperti terkutip dalam Fathul Qadir, “Dan dia pun menyeru sesamanya untuk taat kepada Allah.”

Walhasil, ini tentang cemburu kita kepada semut, yang kata-katanya dibawakan oleh Malaikat termulia, Jibril ‘Alaihis Salaam, kepada Rasul termulia, Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka kitapun mencurahkan lisan kita ke dalam dakwah agar mengunggulinya.
 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments