Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KEPADA SEMUT, KEPADA HUD-HUD, DAN ANJING YANG TURUT (3) Oase Iman


 

(Epilog)
@salimafillah

Akhirnya, ini adalah tentang cemburu kepada anjing yang turut.

Bayangkan binatang yang najis, yang kerjanya mengais, yang suka menjulurkan lidah dengan gigi meringis; tetapi betapa amat pentingnya sehingga ia disebut berulang kali sebagai si istimewa seperti termaktub dalam Al Quranul ‘Azhim yang kalimatnya berakar kokoh dan berbuah manis.

“..Yang keempat dari mereka adalah anjing mereka..” (QS Al Kahfi [18]: 22)

“..Yang keenam dari mereka adalah anjing mereka..” (QS Al Kahfi [18]: 22)

“..Dan yang kedelapan dari mereka adalah anjing mereka..” (QS Al Kahfi [18]: 22)

Oh betapa mulia, sebab ia membersama orang-orang yang mengesakan Rabbnya. Oh betapa mulia, sebab ia menemani kawanan yang rela meninggalkan segala kenikmatan dunia demi iman mereka. Oh betapa mulia, sebab ia menjadi sahabat setia bagi para pemuda yang berjuang untuk mempertahankan agamanya.

Maka ini adalah cemburu kita pada anjing yang turut; jika sang hewan yang kenajisannya berat berhak meraih penyebutan bertubi dalam firman dari Dzat yang Maha Suci, betapalah kita amat jauh lebih berharap dicantumkannya nama-nama kita dalam keridhaanNya. Oleh karena itulah kita bergabung ke dalam ‘amal-‘amal dakwah. Oleh karena itulah kita menyumbangsihkan apa-apa yang kita bisa dari waktu, fikiran, harta, dan tenaga. Oleh karena itulah kita mencintai para da’i dan ‘ulama, dan menyiapkan jiwa raga untuk berkorban bersama mereka di jalan Allah yang mulia.

“..Sedang anjing mereka menghulurkan dua kaki depannya di dekat pintu gua..” (QS Al Kahfi [18]: 18)

Duhai, lihatlah anjing ini. Yang ia lakukan hanyalah menjulurkan kaki. Sungguh betapa tak enak dilihat adegan ini. Tetapi sang anjing dan perilakunya ini diabadikan dalam Kitab Suci yang berlaku abadi. Jika diri kita yang adalah manusia ini menyelonjorkan kaki, adakah kiranya surat kabar yang sudi menjadikannya tajuk utama berita hari ini? Tapi sang anjing, perbuatannya yang amat biasa bukan hanya menjadi headline koran, melainkan headline Al Quran. Bahkan jika tiap kalimat yang memberitakan sang anjing berselonjor ini kita baca, sepuluh kebajikan adalah nilai bagi setiap huruf penyusunnya.

Akhirnya, ini adalah tentang cemburu kepada anjing yang turut.

Betapa kita ingin agar setiap detak kita, gerak kita, duduk dan berbaring kita, berdiri dan berjalan, melangkah dan merangkak, berlari dan berhenti, bicara dan menulis, diam dan mendengar, berlatih dan berbuat, mencari dan memberi; kita berharap semua itu mengabadi dalam keridhaan Allah sebagaimana sang anjing yang menghulurkan kaki.

Ya Allah..

Lalu sebagaimana anjing itu dihimpun bersama para pemuda Ashhabul Kahfi; himpunkan kami Ya Rabbi meski kelayakan kami jauh di bawah sang anjing yang selalu setia hati, himpunkan kami bersama Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam, para sahabat dan keluarganya, para shiddiqin dan syuhada’, para shalihin dan auliya’ di dalam Firdausil A’laa.

Ya Allah.. Inilah cemburu kami.
 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments