Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Kunjungan MPR ke Iran, Dewan Pakar ANNAS: JIKA TAHU SYI'AH DAN GERAKANNYA DI INDONESIA HARUS ADA PERTANGGUNGJAWABAN Beranda ANNAS


 

ANNASINDONESIA.COM - - Belum lama ini rombongan MPR RI berkunjung ke Negara Syiah Iran. Kunjungan rombongan yang dipimpin Ketua MPR ini sebetulnya merupakan agenda kenegaraan yang biasa. Namun menjadi istimewa bahkan cenderung kontroversial, karena dua hal. 

“Pertama, Iran adalah negara yang bukan saja berpenduduk mayoritas Syi’ah tapi juga Syi’ah adalah ideologi Negara tersebut. Kedua, menurut laporan media seandainya ini benar, Ketua MPR menyampaikan usulan atau tepatnya menjanjikan suatu upaya untuk mengharmoniskan antara Syi’i dan Sunni di Indonesia semacam upaya Taqrib – mendekatkan Syi’i dan Sunni,”ungkap Ketua Dewan Pakar ANNAS Dr. Atip Latipulhayat,SH.Ph.D, Senin (12/12/2016).

Dr.Atip menambahkan salah satu yang memicu kontroversi dan tanda tanya besar (sekali lagi seandainya yang dilaporkan media benar) adalah apa motivasi Ketua MPR mengusulkan atau menjanjikan upaya tersebut. Apakah hal tersebut karena ketidaktahuan Ketua MPR mengenai Syi’ah dan gerakannya, atau justru Ketua MPR sangat tahu mengenai Syi’ah dan gerakannya di Indonesia.

“Kalau inisiatif Ketua MPR itu karena ketidaktahuan, ini adalah tugas kita untuk memberi tahu Ketua MPR mengenai Syi’ah dan bahayanya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,”imbuh Dosen Unpad ini.

Kalau inisiatif Ketua MPR itu, sambungnya, justru didorong oleh pengetahuan beliau mengenai Syi’ah dan gerakannya di Indonesia, maka harus ada klarifikasi bahkan lebih jauhnya lagi harus ada semacam pertanggungjawaban Ketua MPR atas inisiatif ini. 

Menurutnya rakyat Indonesia juga perlu mengetahui dan menanyakan apa motivasi atas tujuan kunjungan tersebut berikut pernyataannya yang mengundang kontroversi. Sebab, sambungnya, jika tidak ada klarifikasi yang jelas maka akan berpotensi menimbulkan kecurigaan dari masyarakat khususnya kalangan Sunni.

Dr.Atip juga mengingatkan bahwa satu hal yang sangat penting yang harus disadari oleh Ketua MPR adalah fakta bahwa Syi’ah sebagai suatu gerakan adalah bukan semata-semata madzhab pemikiran lokal di Iran, tapi Syi’ah adalah suatu gerakan transnasional yang sangat berkepentingan untuk menyebarluaskan gagasan dan pemikirannya bahkan aksi nyatanya ke seluruh dunia. 

“Keterlibatan Iran dalam konflik Timur Tengah tidak bisa dilepaskan dari penyebarluasan ideologi Syi’ah. Iran dengan ideologi Syi’ahnya menjadi bagian atau bahkan pemicu dari konflik tersebut,”jelasnya.

Dalam konteks Indonesia,menurut Dr.Atip adalah penting untuk dicatat oleh pemerintah dan dalam hal ini juga Ketua MPR, sorotan kepada adanya ormas yang berideologi transnasional jangan hanya ditujukan kepada ormas tertentu, tetapi yang sudah sangat nyata dan jelas ancamannya adalah Syi’ah yang nyata-nyata merupakan ideologi dan gerakan transnasional. 
“Tentu eksistensi Syi’ah dengan karakter seperti ini jelas merupakan ancaman nyata terhadap NKRI. Ini yang harus menjadi catatan penting dan perlu diketahui rakyat Indonesia termasuk para pejabat Negara,”imbuh alumnus Monash University Australia ini.


Untuk itu dirinya berharap lembaga Lembaga Negara dalam hal ini MPR yang langsung diwakili oleh ketuanya harus dapat menjelaskan secara transparan tentang kunjungan ke Iran tersebut sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Hal ini untuk menjaga suasana kondusif di Indonesia mengingat mayoritas muslimnya adalah Sunni. [ ]

 

Dikutip dari             : ANNAS Media

Penulis                   : Abu Muhammad
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments