Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

DAKWAH KITA PERJUANGAN KITA Oase Iman

 

Sunnatullah dakwah ini sifatnya penuh dengan kesukaran. Ada masa kita di atas dan kebanyakan masa kita di bawah. Ada masa kita menerima kesenangan dan kebanyakan masa dengan dakwah kita diuji dan ditimpa kesusahan. Dakwah itu menjanjikan seribu kesedihan, kepenatan, dan kesukaran.

Di jalan dakwah inilah Rasulallah dicaci, dihina, dilempar dengan batu-batu sehingga cedera tubuhnya, dilonggok najis ternakan diatas lehernya, dibenci dan dimaki.

Di jalan dakwah inilah Khabbab Al ‘Arat hancur daging-daging di belakang tubuhnya kerana dibaringkan diatas bara api yang sangat panas kerana keinginannya untuk mendekapi dakwah Rasulullah.

Di jalan dakwah inilah Zinnirah dibutakan matanya saat dia membeli kesusahan dunia demi mendapat kesenangan di akhirat dengan mempertahankan agama Allah.

Walau seberat mana ujian yang mendatang, mereka tetap memegang berada dalam dekapan dakwah, tetap menegakkan al haq, masih mengingati janji-janji Allah. Biar terkorban segala nikmat dunia demi sebuah syurga Allah yang pasti. Itu himmah mereka. Itu semangat mereka dalam mendakapi dakwah itu. Jika bukan golongan terdahulu yang berkorban, islam itu tidak sampai pada kita.

Dan hari ini? Siapa yang akan menyambung perjuangan mereka? Siapa yang akan menjadi mata-mata rantai dakwah itu? Siapa? Dia? Kau? Mereka? Atau kita sendiri yang harus bangun?

Jika kesenangan yang dirasai, bukan dakwah namanya. Jika kelapangan yang dirasai, bukan dakwah namanya. Jika keseronokan yang dirasai, bukan dakwah namanya. Karena dakwah itu sunatullah bersifat sukar dan penuh kepayahan.

Dan di akhirnya apa yang Allah janjikan? Apa yang Allah jaminkan buat mereka yang sanggup berkorban demi agamaNya?

“Wahai orang-orang beriman!  Mau kah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?” “(Iaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, Niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung.” (As Saff: 10-12)

Semoga Allah memberikan diri ini kekuatan meneruskan perjuangan ini. Kita bekerja bukan karena ikutan, bukan karena paksaan, bukan karena suruhan. Tapi kita bekerja karena kita sadar akan tanggungjawab kita, kita bekerja karena Allah.

Sungguh benar beruntung orang-orang yang telah dipilih Allah untuk berada di jalan Al-Haq, jalan kebenaran, jalan menyeru manusia lain kembali kepada islam meskipun jalan ini menuntut seribu pengorbanan. Tidak ada pilihan lain melainkan tunduk dan patuh. Demi janjiNya yang pasti, Demi kasih sayangNya yang tak berbelah bagi.

Dan orang-orang yang terdahulu – yang mula-mula (berhijrah dan memberi bantuan) dari orang-orang “Muhajirin” dan “Ansar”, dan orang-orang yang menurut (jejak langkah) mereka dengan kebaikan (iman dan taat), Allah reda akan mereka dan mereka pula reda akan Dia, serta Ia menyediakan untuk mereka Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; itulah kemenangan yang besar. ( At Taubah, 9:100)

Ya Allah, pinjamkan kami keberanian dan  ketangkasan sahabat-sahabat terdahulu, ketabahan dan kecekalan hati-hati mereka yang telah kau pilih untuk terus tegar mencintai jalan dakwahmu ini


 

Dikutip dari              : menggapaihusnulkhotimah.blogspot.co.id

Penulis                   : 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Tags :

Comments